Denyut Jantung Sukses

17 11 2011

Assalamu ‘Alaikum Wa Rohmatullahi Wa Barokatuh..

Jantung adalah pengatur utama kumpulan energy biolistrik yang dihasilkan oleh seluruh sel dalam tubuh (generator aliran biolistrik), dan jantung memiliki kekuatan vibrasi 400 kali kekuatan otak.., bila detak jantung berubah irama, maka berubahlah aliran listrik keseluruh tubuh serta berubah pula pengaruh getaran vibrasi diri ke semesta.

Hati (Baca “JANTUNG”) adalah tempat terjadinya getaran yang bersumber dari kehendak jiwa. Hati manusia merupakan tempat terjadinya resonansi. Apakah resonansi? Secara sederhana resonansi adalah ‘penularan’ getaran (gema) kepada benda lain. Artinya, jika kita menggetarkan suatu benda, lantas ada benda lain yang ikut bergetar, maka dapat dikatakan benda lain tersebut terkena resonansi yaitu ‘tertular’ getaran alias frekuensi.

Hati atau jantung manusia bagaikan sebuah tabung resonansi gitar. Setiap kita berbuat sesuatu, baik pada taraf berpikir maupun berbuat, selalu terjadi getaran di hati kita. Getaran tersebut bisa kasar, bisa juga lembut. Dapat bergetar karena bahagia, karena rindu maupun karena marah atau bersedih.

Secara umum getaran tersebut berasal dari dua sumber, Hawa Nafsu dan Getaran Ilahiah.

Hawa Nafsu adalah keinginan untuk melampiaskan segala kebutuhan diri yang bertentangan dengan nurani. Getarannya cendereng kasar dan bergejolak tak beraturan, misalnya disaat kita marah, benci, dendam, iri, dengki, berbohong, menipu, merasa sombong dan sebagainya. Dalam tinjauan fisika, getaran semacam ini disebut memiliki frekuensi rendah, dengan amplitudo yang besar.

Contoh gamblangnya ketika seseorang sedang marah, dia sedang mengeluarkan getaran kasar hawa nafsu dari hatinya. Jantung hatinya akan bergejolak dan berdetak-detak tidak beraturan, wajahnya merah, matanya melotot, telinganya panas, dan tangannya gemetaran. Frekuensinya rendah dan kasar, dengan amplitudo yang besar. Jika dilihat pada alat pengukur getaran jantung (ECG-Electric Cardio Graph), akan dilihat betapa grafik yang dihasilkan sangatlah kasar dan bergejolak. Getaran yang seperti ini memiliki efek negatif pada tubuh kita. Sebuah benda yang dikenai getaran kasar terus-menerus akan mengalami kekakuan dan kemudian mengeras, dan bisa mengakibatkan penyakit jantung. Oleh karena itu jagalah amarah anda.

Orang yang terlalu sering melakukan kejahatan, secara psikologis juga dikatakan hatinya semakin mengeras dan tidak mudah bergetar karena kebajikan. Hal ini dapat dibuktikan, misalnya orang yang suka berbohong dan menipu. Pada awalnya, orang yang berbohong akan bergetar hatinya, akan tetapi kalau ia sering berbohong, maka hatinya tidak akan bergetar lagi pada saat ia berbohong. Hatinya semakin lama akan semakin keras dan sulit untuk bergetar lagi. Pada kondisi ini hati seperti tertutup karena tidak mampu lagi beresonansi. Bagaikan lubang gitar yang telah disumpal oleh kain.

Sedangkan Getaran Ilahiah, adalah dorongan untuk mencapai tingkatan kualitas yang lebih tinggi. Getarannya cenderung lembut dan halus, dengan frekuensi getaran yang sangat tinggi dan teratur. Misalnya saat seseorang sedang membaca Al-Qur’an, sholat yang khusyu, berdoa, berdzikir, menolong orang yang sedang kesusahan, serta melakukan kebaikan-kebaikan lainnya, secara tidak sadar dia telah melembutkan getaran jiwanya, membersihkan noda-noda dihatinya.

Hati atau jiwa yang baik adalah yang lembut, yaitu hati yang gampang bergetar. Bagaikan buluh perindu yang menghasilkan suara yang merdu ketika ditiup. Mengapa bisa begitu?… Karena hati yang lembut bagaikan sebuah tabung resonansi yang bagus. Getarannya menghasilkan frekuensi yang semakin lama semakin tinggi. Semakin lembut hati seseorang, semakin tinggi pula frekuensinya. Pada frekuensi 10 pangkat delapan akan menghasilkan gelombang radio. Dan jika lebih tinggi lagi, pada frekuensi 10 pangkat 14 akan menghasilkan gelombang cahaya. Subhanallah… Seseorang yang hatinya lembut akan bisa menghasilkan cahaya di dalam hatinya, ketika cahaya itu semakin menguat, maka cahaya itu akan ‘merembet’ keluar menggetarkan seluruh bio-elektron didalam tubuhnya untuk mengikuti frekuensi cahaya tersebut. Hasilnya tubuhnya akan mengeluarkan cahaya alias aura yang jernih.

Itulah sebabnya bila kita berdekatan dengan orang-orang yang ikhlas dan penuh kesabaran, hati kita juga tenang dan damai. Sebab hati kita teresonansi oleh getaran frekuensi tinggi yang bersumber dari aura tubuhnya. Sebaliknya bila kita berdekatan dengan seseorang yang pemarah, maka hati kita akan ikut merasa ‘panas’ dan gelisah. Semua itu akibat adanya resonansi gelombang elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang kepada lingkungan sekitarnya.

Ritme Detak jantung = Ritme Feeling (mood) = Ritme Kesuksesan
Perasaan adalah hal yang abstrak, agaknya benar. Tetapi, apakah karenanya lantas tidak bisa diukur? Bagaimana cara mengukur perasaan?

Anda bisa melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh pakar-pakar Brain-Heart dari Institute of HeartMath. Bahwa gelombang jantung dan otak itu ternyata sangat riil hubungannya sehingga bisa diukur langsung dengan menggunakan Electro Cardio Graph (ECG) dan Electro Encephalog Graph (EEG).

Pancaran gelombang perasaan yang berasal dari otak yang masih lemah, akan menjadi berlipat kali lebih kuat ketika getarannya sudah diresonansikan ke jantung. Ini karena kuat medan jantung berlipat-lipat kali lebih besar dibandingkan otak. Sehingga seperti masuk ke dalam amplifier saja layaknya. Dan kemudian bisa menebar keluar dirinya.

Dalam penelitian itu bisa digambarkan Kuat Medan Elektromagnetik yang muncul dari getaran jantung seseorang. Radiasinya bisa diukur sampai jarak 1 meter lebih dari tubuhnya. Sehingga, bisa mengimbas kepada orang-orang yang berada di dekatnya. Inilah penjelasannya, kenapa berdekatan dengan orang yang emosional, Anda akan ikut-ikutan emosional. Dan berdekatan dengan orang-orang yang sabar, Anda akan terimbas menjadi sabar pula. Ternyata getaran jantung (Qalb) Anda teresonansi oleh getaran jantung (Qalb) seseorang yang ada di dekat Anda itu.

Bukan hanya kuat medannya, ternyata pola gelombangnya pun bisa menjadi sinkron ketika perasaan kita dengan seseorang itu sepaham dan saling mengerti. Disana juga digambarkan gelombang otak dan gelombang jantung orang yang bersalaman. Ketika belum bersalaman, gelombang otak si A berbeda dengan gelombang jantung si B (tentu saja). Tetapi, ketika bersalaman, gelombang otak si A sinkron dengan gelombang jantung si B, dalam bentuk gelombang yang harmonis.

Perasaan (Feeling) adalah aset utama manusia, karena perasaan merupakan bagian terbesar dari alam pikiran (12 % adalah alam pikiran sadar dan 88% adalah alam pikiran bawah sadar atau perasaan). Sedangkan alam perasaan berada pada level energi quanta dengan kekuatan energi yang dahsyat.

Getaran positif yang dipancarkan dari level Quanta akan mempunyai daya tembus dan daya akses yang sangat luas dan tidak terbatas, menembus dan mempengaruhi ke seluruh lapisan energi yang ada di alam semesta tanpa terkendala oleh Ruang, Waktu & Jarak. Medan Energi Positif inilah yang akan menarik segala sesuatu yang mempunyai getaran frekwensi yang sama di alam semesta dan menolak segala energi negatif yang dipancarkan oleh Medan Energi Negatif apapun yang juga banyak bertebaran di alam semesta ini.

Masaru Emoto, peneliti dan pemikir independen asal Jepang menulis bahwa saat ini kita berada dalam dunia vibrasi atau getaran. “Semua yang ada di alam semesta bergetar pada frekuensi yang unik,” oleh karena itu jika Anda memancarkan energi lembut kebahagiaan, “maka alam semesta akan merespon dengan kebahagiaan pula.”

Sesuai prinsip Hukum The Law Of Atraction. Pikiran, perasaan, emosi dan tindakan kita menciptakan energi atau frekuensi tertentu yang kemudian “menarik” energi atau frekuensi yang serupa dengannya ke dalam kehidupan kita.

Law of Attraction terhubung sangat erat dengan the Law of Vibration or Frequency atau Hukum Frekuensi.

Energi atau frekuensi negatif menarik semua yang memiliki energi atau frekuensi negatif pula. Sebaliknya energi atau getaran positif menarik semua yang positif pula. Ini semua terjadi karena pada esensinya semua hal adalah energi atau frekuensi.

Jadi frekuensi atau energi apa yang Anda pancarkan, itu yang akan Anda tarik ke dalam kehidupan Anda.

Ibaratnya radio, program apa yang Anda siarkan? Yang akhirnya menentukan pendengar macam apa yang Anda harapkan menjadi fans setia radio Anda ini.

Implikasi dari hukum ini, ditambah dengan hukum frekuensi, adalah sangat-sangat besar dalam kehidupan kita.

Salah satunya adalah fakta bahwa kehidupan kita bisa kita bentuk sendiri, dengan lebih dahulu membentuk sumber energi di dalam diri kita agar sesuai dengan hasil yang kita harapkan di luarnya.

“The world is a great mirror. It reflects back to you what you are. If you are loving, if you are friendly, if you are helpful, the world will prove loving and friendly and helpful to you. The world is what you are.”

“Dunia” (kehidupan) ini adalah sebuah cermin besar. Ia hanya memantulkan kembali gambaran dirimu yang sebenarnya. Bila kau adalah seorang yang penyayang, ramah, suka menolong, maka “dunia” juga akan menyayangimu, ramah terhadapmu dan selalu menyediakan pertolongannya bila kamu memerlukan bantuan.- Thomas Dreier

The Law of Vibration or Frequency :
Hukum Frekuensi atau Getaran ini menyebutkan bahwa semua hal di alam ini pada dasarnya tersusun dari quanta yang memiliki pola getaran atau frekuensi tertentu.

Prinsip bahwa segala sesuatu bergetar dan memiliki frekuensi tertentu ini berlaku tidak hanya pada apa yang bisa kita amati dengan mata telanjang, tetapi juga pada apa yang tidak kasat mata seperti suara, bau, cahaya, bahkan juga pikiran kita, perasaan kita, tindakan kita, kemauan kita, segala bentuk emosi kita, sehingga apa yang kita “pancarkan” dari dalam diri kita ini juga akan ditangkap oleh mereka yang berada di sekitar kita.

Apapun yang kita “pancarkan” ini akan bertemu dengan pikiran dan tindakan yang berfrekuensi sama.

Mungkin Anda masih ingat percobaan garpu tala pada pelajaran fisika kita di SD atau SMP dulu? Satu garpu tala yang digetarkan bisa menggetarkan garpu tala lain yang berada di dekatnya padahal mereka tidak bersentuhan sama sekali.

Itu karena segala sesuatu, pada level terkecilnya, pada level quantum, adalah energi yang masing-masing memiliki frekuensi getaran tertentu, frekuensi uniknya sendiri.

Ya, semua hal memiliki frekuensinya sendiri-sendiri! Termasuk pikiran, perasaan dan ide-ide Anda.

Pemahaman akan Hukum Frekuensi atau the Law of Frequency ditambah dengan pemahaman akan Hukum the Law of Attraction ini penting sekali karena Anda harus tahu, bahwa apapun yang terjadi dalam hidup Anda, apapun yang menghampiri hidup Anda, pada esensinya “ditarik” sendiri oleh “getaran” atau “frekuensi” yang Anda pancarkan. Tidak mungkin tidak.

Selain segala sesuatu di alam ini pada dasarnya memiliki vibrasi atau frekuensi tertentu, dia juga bergerak, bergetar dan berpindah tempat dengan pola melingkar. Karenanya, segala frekuensi kita ini akan kembali ke kita lagi pada akhirnya.

Ibaratnya stasiun radio, bila Anda hanya menyiarkan musik dangdut, maka pendengar Anda adalah mereka yang menyukai jenis musik ini saja. Mereka yang benci jenis musik ini tidak akan dekat-dekat dengan radio Anda.

Dan karena Anda hanya menyiarkan yang “dangdut-dangdut” saja, maka yang mengerubungi Anda juga yang “dangdut-dangdut” saja.

Dalam kehidupan nyata, ini bisa kita lihat pada fakta bahwa hanya mereka yang memiliki minat, hobi, visi dan cara pandang yang sama sajalah yang akan bisa saling bergaul akrab, atau bahkan menjadi teman erat dalam waktu lama.

Bahasa gaulnya, mereka yang tidak satu frekuensi adalah “gak klik”, “gak nyambung”, “gak cocok”.

Berita bagusnya bila kita memahami Hukum Frekuensi ini adalah kita bisa dengan mudah mengubah kondisi hidup kita dengan cara mengubah frekuensi terdasar kita, sistem keyakinan yang kita miliki, cara pandang kita, pikiran dan sikap kita kepada dunia.

Bila menginginkan sesuatu yang positif, maka pancarkanlah frekuensi yang positif pula.

Frekuensi diri yang positif menarik frekuensi positif lainnya untuk datang mengerubungi kita.

KESIMPULAN :
Untuk memeperoleh kehidupan yang sukses di dunia ataupun akhirat, maka jagalah kondisi emosi & denyut jantung anda pada frekwensi postif (Positif Feeling), sehingga vibrasinya senantiasa mencarkan getaran yang positif yang menunjang kesuksesan anda.

Instal Energi Sabar & Syukur ke dalam mesin mental kita, maka Ritme Jantung kita akan senantiasa berdetak dengan irama yang indah seindah kehidupan surgawi….

“Syukur itu mengikat sesuatu yang diperoleh dan memburu sesuatu yang hilang.”

Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Bergabunglah bersama kami Komunitas NAQS DNA, dan dapatkan tuntunan praktis untuk meningkatkan Kekuatan dan Kualitas Getaran Hati & Fikiran Anda.

KUANTUM HUSADA NAQS DNA.
SHOLAWAT EMPOWERMENT
– For Your Ultimate Total Solution – 
For 
Healing, Success, Happiness, & Greatness 
LEBIH SEHAT, LEBIH SUKSES, LEBIH BAHAGIA,
&
MENJADI PRIBADI MULIA

Salam Perubahan, Salam Sukses..
Bertindaklah sekarang, dan raihlah sukses anda. Klik Disini…

Advertisements




Perisai Hati

7 03 2011

Radar Perbuatan
Pernahkah kita sejenak merenung…bahwa didalam diri ini terdapat sesuatu yang selalu memberi tahu pada kita bahwa yang kita perbuat itu benar atau salah ??? Pernahakah kita mencoba berpikir tiba-tiba kita merasakan perasaan gelisah, resah, senang, bahagia dalam hidup ini ???

Ternyata semua itu dikerjakan oleh ‘hati‘. Sebuah maha karya Sang Pencipta..yang menciptakan manusia begitu sempurna. Selain melengkapinya dengan akal pikiran, manusia diciptakan Allah dengan perlengkapan ‘tempur’ yang memiliki fungsi memindai, menscan setiap amal perbuatan…, ya itulah qolbu atau hati.

Hati bagai sebuah perlengkapan ‘tempur’, ia akan memberitahukan pada pemiliknya bahwa apa yang ia lakukan itu salah dengan memberikan sinyal rasa kegelisahan, keresahan, kegalauan…sehingga sang pemilik hati itu waspada dan segera merubah strategi agar memperbaiki sehingga rasa itu teratasi. Ia akan akan memberikan sinyal rasa senang, bahagia, tentram dan damai pada pemiliknya sehingga pemiliknya itu tahu bahwa strateginya sudah tepat.

Teringat sabda Rosulullah shalallahu ‘alaihi wasalallam, “Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging, yang apabila daging itu baik maka baik pula seluruh anggota badannya, sebaliknya apabila daging itu rusak maka kotor dan rusak pula anggota badannya. Dan daging yang dimaksud adalah hati

Hati itu radar yang ajaib, ia akan memberi sinyal positif dan negatif, baik dan buruk. Apabila kita berbuat tidak baik atau dosa, apa yang kita rasakan ??? Kegelisahan, cemas, tertekan dan berdebar2 kan ???

Bersyukurlah jika demikian. Berarti hati kita belum mati, sehingga kita lebih waspada dan berhati-hati. Sinyal itu hadir dengan tujuan agar kita segera kembali pada Allah ketika kita berbuat dosa. Ingatlah karena Allah selalu memperhatikan dan tidak pernah meninggalkan kita. Allahu Akbar.

Radar Semesta
Perasaan-perasaan kita adalah suatu mekanisme umpan balik bagi kita mengenai apakah kita sedang berada di jalan yang benar atau tidak, apakah kita sedang berada di dalam jalur atau di luar jalur.

Ingatlah bahwa pikiran-pikiran Anda adalah penyebab utama dari segala sesuatu. Jadi, ketika Anda memikirkan sebuah pikiran secara terus-menerus, pikiran tersebut segera dikirim ke Semesta. Pikiran itu secara magnetis akan merekatkan diri ke frekuensi serupa, dan kemudian dalam hitungan detik mengirim nilai frekuensi itu kembali ke Anda melalui perasaan-perasaan Anda. Dengan kata lain, perasaan-perasaan Anda adalah komunikasi yang dikirim kembali ke Anda oleh Semesta, yang memberitahu frekuensi di mana Anda saat ini berada. Perasaan Anda adalah mekanisme umpan balik frekuensi Anda!

Ketika Anda merasakan perasaan-perasaan yang baik, perasaan itu adalah pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang baik”. Begitu pula ketika Anda merasa buruk, Anda menerima pantulan komunikasi dari Semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang buruk.”

Jadi, ketika Anda merasa buruk, ini adalah komunikasi dari Semesta yang berkata,
Peringatan! Ubah pikiran sekarang juga. Tercatat frekuensi negatif. Ubah frekuensi. Mulai menghitung mundur untuk perwujudan. Peringatan!

Lain kali, ketika Anda merasa buruk atau merasakan emosi negatif, dengarkan sinyal yang Anda terima dari Semesta. Pada saat itu juga Anda akan menghalangi kebaikan mendekati Anda karena Anda sedang berada di suatu frekuensi negatif. Ubahlah pikiran Anda dan pikirkan sesuatu yang baik. Ketika perasaan-perasaan yang baik mulai datang, Anda akan mengetahuinya karena Anda sudah memindahkan diri ke suatu frekuensi yang baru, dan Semesta telah mengukuhkannya dengan perasaan yang lebih baik.

Ketika suatu permasalahan muncul, maka secara otomatis radar emosi atau fungsi otak limbik, otak emosional atau amydala akan merespon, tetapi respon itu seringkali tidak terkendali. Respon bisa bersifat positif atau bisa juga bersifat negatif. Tujuan dari pengendalian diri adalah menjaga agar posisi emosi selalu dalam posisi nol, atau pada posisi stabil. Hukum yang berlaku disini adalah rumus “aksi min reaksi”. Artinya, apabila rangsangan luar memberi energi +3, maka radar hati akan memberi respon (tanggapan) sebesar -3. Begitu juga sebaliknya, apabila ada tekanan (tarikan) sebesar -3, maka radar hati akan menanggapi sebesar +3. Tujuan mekanisme ini, agar radar emosi selalu tetap berada pada posisi netral, sehingga IQ dan SQ bisa bekerja secara optimal. Nol adalah lambing sebuah keadaan yang seimbang atau sebagai unsur keseimbangan.

SQ bekerja normal ketika emosi pada amygdale berada dalam pada posisi netral atau nol, ketika emosi berada pada posisi stabil (netral) atau nol, maka God Spot akan bekerja dengan baik. Jadi, ketika rangsangan terjadi, kita harus bekerja untuk membantu radar emosi agar tetap stabil suhunya. Karena pada umumnya, apabila ada rangsangan luar yang sebenarnya hanya -1, seringkali energi yang kita berikan tidak +1, dan besaran angkanya berlebihan (missal +10). Akibatnya, kelebihan energi -9. Kelebihan energi inilah yang kemudian merembet pada amygdale, sehingga menimbulkan kemarahan. Kemudian jika amygdale di tambah -9 lagi sehingga menjadi -18, maka energi negatif sebesar -18 ini langsung mendominasi dan membelenggu God Spot. Maka “sang minus 18” inilah yang kemudian memonopoli untuk mengambil alih komando. Ia, “si energi negatif ini”, memerintah otak untuk bertindak dengan tindakan yang negatif. Inilah mekanisme setan dalam keprofesionalannya bekerja mengganggu dan merusak spiritual manusia, agar senantiasa bertindak negatif dan membuat kerusakan di muka bumi, dengan cara yang paling efektif yaitu dengan “membutakan hati”.

Untuk mengatasi rangsangan agar kita senantiasa pada posisi normal, maka kita perlu mengidentifikasi jenis-jenis rangsangan emosi kita sekaligus obat penawarnya.

Inilah 6 Tablet Ampuh Pengubah Frekwensi Hati & Fikiran kembali ke Frekwensi Ilahi, 
antara lain :
  1. Marah, ucapkanlah Istigfhar, Astagfirullah.
  2. Kehilangan dan sedih, ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raa’jiuun.
  3. Bahagia, ucapkan Alhamdulillah.
  4. Kagum, ucapkan subhanallah.
  5. Takut, ucapkan Allahu Akbar.




N-Generation | CERMIN HATI

24 01 2011

Tanggalkan kekhawatiranmu
dan jadilah bersih hati,
bagaikan permukaan sebuah cermin
yang tiada ada bercaknya.

Bila ‘kau dambakan cermin yang bening,
lihatlah kepada dirimu sendiri,
dan tengoklah kebenaran apa adanya,
yang dipantulkan oleh cermin.

Bila besi bisa digosok
hingga berkilau bagai cermin
gerangan penggosok macam apa
yang cermin hatimu butuhkan ?

Antara cermin dan hati
ada satu perbedaan nyata:
hati menyimpan rahasia
sedangkan cermin tidak.

…. di bawah ini adalah interpretasi dan terjemah saya terhadap salah satu bab dari buku ‘The Secret of Secrets‘ yang adalah interpretasi dan terjemah Syaikh Tosun Bayrak al-Jerrahi al-Halveti ke bahasa Inggris terhadap kitab Sirr Al-Asraar yang ditulis oleh Syaikh Abd’ al-Qadir al-Jilany ra. yang mashur itu.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat bagi sahabat.

DITUJUKAN KEPADA PARA PEMBACA
Kutipan dari Sepucuk Surat Hadrat Abd’ al-Qadir al-Jilany ra.

Hati [qalb] -mu adalah sebuah cermin yang berkilau. Engkau harus membersihkannya dari debu dan kotoran yang telah terkumpul dan melekat di permukaannya karena sesungguhnya ia ditakdirkan untuk memantulkan cahaya ‘Rahasia-Rahasia Ilaahiyyah’.

Manakala cahaya dari … Allah (Yang) adalah cahaya petala langit dan bumi … mulai menerpa seluruh bagian dari hati-mu, pelita hatimu akan mulai menyala. Pelita hati itu … berada di dalam kaca [az-zujajah], dan kaca itu seakan-akan kaukabun [1] yang berkilau …

Selanjutnya di dalam hati-mu itu, sambaran-sambaran petir dan kilat Pengetahuan Ilahiyyah akan dimulai. Sambaran-sambaran ini datang dari awan-awan yang mengandung hujan sebagai makna dari … yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah barat … dan menerangi pohon pemahaman, cahayanya sangat murni, jernih dan … menerangi walaupun tidak disentuh api [2].

Selanjutnya pelita di hati-mu itu akan menyala dengan sendirinya karena apakah mungkin ada sesuatu yang akan tetap tidak menyala manakala Cahaya dari Rahasia-Rahasia Allah Ta’ala telah menerpanya.

Hanya jika cahaya Rahasia Ilaahiyyah telah menerpanya, kegelapan malam dari Rahasia-Rahasia akan diterangi oleh ribuan bintang yang berkilau … dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk [3] … Bukan bintang itu yang memandu perjalanan melainkan Cahaya itu lah yang memandu. Sebagaimana … Allah telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang [4]… Manakala Pelita Rahasia Ilaahiyyah telah menyala di dalam jiwa mu maka yang selebihnya akan datang, apakah kesemuanya datang secara bersama atau sedikit demi sedikit. Sebagiannya ada yang telah kalian mengerti dan sedangkan yang belum kalian mengerti akan dijelaskan disini.

Bacalah, perhatikanlah, cobalah untuk mengerti.

Kegelapan langitmu oleh sebab ketiadaan pengetahuanmu akan sirna dengan adanya ‘Kehadiran Ilaahiyyah’ dan kedamaian dan keindahan cahaya purnama, yang terbit dari ufuk dan menyalakan … cahaya di atas cahaya [5], merayap di langit mengikuti garis-edarnya sebagaimana yang telah Allah Ta’ala tetapkan [6], sampai kepada puncak kejayaannya di tengah-tengah langit, membubarkan segala kemalasan dan ketidakacuhan. … (Aku bersumpah) demi malam apabila telah sunyi [7] … demi waktu matahari sepenggalah naik [8] … gelapnya malam akibat dari keterlenaanmu akan segera berganti dengan siang hari yang cerah.

Selanjutnya engkau akan menghirup harumnya kesadaran dan pengetahuan akan Allah Ta’ala dan bermohon ampun di waktu sahur [9] atas keterlenaanmu selama ini dan menyesali hidupmu yang telah engkau lalui hanya dengan terlena yang seperti tertidur. Engkau juga akan menikmati lantunan kidung pagi hari dan mendengar mereka mendendangkan:

Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar [10]….. Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki [11]

Selanjutnya dari kaki-langit ‘Pengetahuan Ilahiyyah’ engkau akan menemukan matahari hikmah yang mulai terbit. Dan itu adalah matahari untukmu sebab engkau adalah yang dipilih dan … ditunjuki (oleh) Allah dan engkau … berada di jalan yang benar dan bukan termasuk golongan orang-orang … yang dibiarkan-Nya sesat [12].

Selanjutnya engkau akan memahami rahasia bahwa:

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya [13]

Sampai akhirnya, belenggu yang membelitmu akan terurai sebagaimana … Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu [14] dan kerak-kerak dirimu akan luruh, kepompong yang melingkupimu akan tersingkap untuk menampilkan kehalusan yang selama ini tersembunyi di balik jasadmu; selanjutnya kebenaran sejati [al-haqq] akan menampakkan wajahnya.

Awal dari semuanya ini adalah saat dimana cermin hatimu telah terbersihkan. Cahaya dari ‘Rahasia-Rahasia Ilaahiyyah’ akan menerpanya, sejalan dengan kemauanmu, dan sejalan dengan permohonanmu kepada-Nya karena bersumber hanya dari Dia Ta’ala semata, jika dan hanya jika engkau bersama-Nya.

Catatan Kaki :

1. Kata kaukabun, sering di-alih-bahasa-kan sebagai ‘bintang’ atau ‘bintang-bintang’ akan tetapi sesungguhnya secara pengertian berbeda. Bintang adalah benda langit yang menjadi sumber cahaya sedangkan kaukabun adalah benda langit yang tidak memiliki cahaya sendiri. Ia berpendar karena memantulkan cahaya yang diterimanya dari benda langit lainnya, dengan demikian kaukabun adalah seperti sebuah planet. Sedangkan bintang dalam bahasa arab adalah an-najm dan gugusan bintang-bintang adalah al-buruj. Bulan adalah al-qamar dan matahari adalah asy-syam.
2. Ayat Cahaya, QS.[24]:35
3. QS.[16]:16
4. QS.[37]:6
5. QS.[24]:35
6. QS.[36]:39
7. QS.[93]:2
8. QS.[93]:1
9. QS.[3]:17
10. QS.[51]:17-18
11. QS.[24]:35
12. QS.[7]:178
13. QS.[36]:40
14. QS.[24]:35

Bandung, 20 April 2009 – update 19 Juni 2009
Sumber: The Secrets of Secrets, an interpretation by Syaikh Tosun Bayrak al-Jerrahi al-Halveti of Hadrat Abd’ al-Qadir al-Jilany’s “Sirr Al-Asraar”, The Islamic Text Society, Cambridge, 1992. BY.berandasuluk.blogsome.com





Lembutkanlah Hati

22 01 2011

Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa setiap amaliah bergantung kepada niatnya. Jika niatnya jelek, maka jelek pula amaliahnya. Dan jika niatnya baik, maka baik pula amaliahnya. Kedua pelajaran ini sebetulnya mengajarkan hal yang sama, bahwa kualitas keagamaan kita sebagai muslim bisa dilihat dari niat hati kita pada saat melakukan perbuatan itu.

Hati adalah ‘cermin’ dari segala perbuatan kita. Setiap kita melakukan perbuatan, maka hati kita akan mencerminkan niat yang sesungguhnya dari perbuatan itu. Katakanlah, kita memberi uang kepada seorang miskin. Kelihatannya itu adalah perbuatan mulia. Tetapi jika niatan kita untuk menyombongkan diri kepada orang lain bukan karena belas kasihan kepada si miskin maka perbuatan itu sebenarnya tidak mulia lagi. Jadi, hati lebih menggambarkan kualitas yang sesungguhnya dari perbuatan kita. Sedangkan amaliah, lebih sulit untuk dinilai kualitasnya.

Meskipun kita memiliki watak yang keras, kita tetap harus bisa berempati dan simpati terhadap orang lain. Tidak hanya bersimpati dan berempati, hati yang lembut pun dapat tercermin dari tangisan kita kepada Sang Khalik di malam hari, saat kita mengakui dan memohon ampun atas segala kesalahan yang telah kita perbuat.

Mungkin kita dapat belajar dari Para Sahabat Rasululloh yang ketika di siang hari mereka sangat keras, gagah, dan tangguh dalam berperang untuk membela Islam. Namun, di malam hari, mereka tak segan untuk meneteskan air mata dan memohon ampun kepada Rabb mereka atas segala kesalahan yang pernah mereka perbuat. Hal itu membuktikan bahwa meskipun para sahabat memiliki sifat yang keras, namun mereka mimiliki hati yang sungguh sangat lembut.

Sekeras apapun karakter kita, jangan sampai hati kita pun ikut menjadi keras. Karena jika hati telah menjadi keras, maka kita akan sulit menerima kebaikan dari luar.

Karena itu, N-AQS Methode lebih condong ‘menggarap’ hati daripada perbuatan. Kalau hatinya sudah baik, maka perbuatannya pasti baik. Sebaliknya meski perbuatannya kelihatan ‘baik’, belum tentu hatinya baik. Bisa saja ada niat jelek yang tersembunyi.

Seluruh jenis peribadatan yang diajarkan Rasulullah kepada kita sebenarnya dimaksudkan untuk menggarap hati kita agar menjadi baik. Sebutlah puasa. Puasa ini tujuan akhirnya adalah kemampuan mengendalikan diri. Atau disebut Takwa dalam terminologi Islam. Takwa adalah kualitas hati. Orang yang bertakwa memiliki keteguhan hati untuk selalu berbuat baik dan menjauhi yang jelek.

Demikian juga shalat. Tujuan utama shalat adalah membuka kepekaan hati. Orang yang shalatnya baik, memiliki kepekaan hati untuk membedakan mana yang baik, mana yang buruk Mana yang bermanfaat, mana yang membawa mudharat. Karena itu, shalat yang baik bisa menyebabkan kita jauh dari hal hal yang keji dan munkar.

Juga zakat. Tujuan utama zakat adalah melatih hati kita untuk peduli kepada orang-orang yang lemah dan tidak berdaya. Hidup harus saling menolong, supaya tidak terjadi ketimpangan yang menyebabkan terjadinya kejahatan. Itu secara sosial. Tetapi secara pribadi, kebiasaan menolong orang lain dengan zakat akan menyebabkan hati kita menjadi lembut dan penyantun.

Demikianlah, seluruh aktifitas ibadah kita termasuk haji, semuanya menuju kepada pelembutan hati kita. Kenapa hati yang lembut ini perlu?

Karena hati yang lembut itulah yang akan menyelamatkan kita ketika hidup di akhirat nanti. Hati yang lembut adalah hati yang terbuka dan tanggap terhadap sekitarnya. Sedangkan hati yang kasar dan keras adalah hati yang tertutup terhadap sekitarnya. Allah berfirman dalam firman Alah berikut ini.

QS. Al Israa (17) : 72
“Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya, maka di akbirat nanti juga akan buta, dan lebih sesat lagi jalannya.”

Ayat tersebut di atas memberikan gambaran yang sangat jelas kepada kita bahwa hati menjadi sasaran utama peribadatan kita. Karena itu Al Quran memberikan informasi yang sangat banyak tentang hati ini. Tidak kurang dari 188 kali informasi tentang hati ini diulang-ulang oleh Allah di dalam Al Quran.

Ada beberapa tingkatan kualitas hati yang diinformasikan Allah di dalam Quran. Hati yang jelek dikategorikan dalam 5 tingkatan.

Yang pertama adalah hati yang berpenyakit. 
Orang-orang yang di hatinya ada rasa iri, benci, dendam, pembohong, munafik, kasar, pemarah dan lain sebagainya, disebut memiliki hati yang berpenyakit, sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat diantaranya,

QS. Al Baqarah (2) : 10
“Di dalam hati mereka ada Penyakit, lala ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”

QS Al Hajj (22) : 53
“Agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleb setan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar batinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar benar dalam permusuhan yang sangat.”

Tingkatan kedua hati yang jelek adalah hati yang mengeras. 
Hati yang berpenyakit, jika tidak segera diobati akan menjadi mengeras. Mereka yang terbiasa melakukan kejahatan, hatinya tidak lagi peka terhadap kejelekan perbuatannya. Mereka menganggap bahwa apa yang mereka kerjakan adalah benar adanya.

QS. Al An’aam (6) : 43
“Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.

Tingkatan ketiga, adalah hati yang membatu. 
Hati yang keras kalau tidak segera disadari akan meningkat kualitas keburukannya. Al Quran menyebutnya sebagai hati yang membatu alias semakin mengeras dari sebelumnya.

QS. Al Baqarah (2) : 74
“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.”

Tingkatan keempat, adalah hati yang tertutup. 
Pada bagian berikutnya akan kita bahas, bahwa hati kita itu bagaikan sebuah tabung resonansi. Jika tertutup, maka hati kita tidak bisa lagi menerima getaran petunjuk dari luar. Allah mengatakan hal itu di dalam firmanNya.

QS Al Muthaffiffin : 14
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.”

Dan yang kelima, adalah hati yang dikunci mati. 
Jika hati sudah tertutup, maka tingkatan berikutnya adalah hati yang terkunci mati. Sama saja bagi mereka diberi petunjuk atau tidak. Hal ini diungkapkan Allah berikut ini.

Al Baqarah : 6-7
“Sesungguhnya orang-orang kafir itu, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglibatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.”

Sebaliknya hati yang baik adalah hati yang gampang bergetar, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam

QS. Al Hajj (22) : 35
“(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah bergetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rizkikan kepada mereka.”

Hati orang-orang yang demikian itu lembut adanya. Mereka gampang iba melihat penderitaan orang lain. Suka menolong. Tidak suka kekerasan. Penyantun dan penuh kasih sayang kepada siapapun. Itulah nabi Ibrahim yang dijadikan teladan oleh Allah serta menjadi kesayangan Allah. Sebagaimana diinformasikan dalam firman berikut.

At Taubah (9) : 114
“Dan Permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diirarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”

Sifat lembut hati merupakan salah satu akhlak mulia dari Nabi S AW seperti yang dikatakan Abdullah bin Umar: “Sesungguhnya, saya menemukan sifat Rasulullah SAW dalam kitab-kitab terdahulu itu demikian : Sesungguhnya tutur katanya tidak kasar, hatinya tidak keras, tidak suka berteriak-teriak dipasar-pasar, dan tidak suka membalas kejahatan orang dengan kejahatan lagi, namun dia memaafkan dan mengampuninya. ” (Tafsir Ibnu Katsir II, hl.608)

Pangkal Kesabaran

Kelembutan hati Nabi SAW tidak hanya ditujukan kepada para sahabat yang telah paham dengan aturan agama, namun kepada orang awam yang belum memahami aturan agama pun beliau bersikap lembut dan santun.

Suatu hari ketika beberapa sahabat sedang khusyuk mendengarkan nasihat Nabi SAW di masjid Nabawi, tiba-tiba seorang Arab Badui masuk masjid dan tanpa basa-basi dia langsung buang air kecil di salah satu pojok masjid. Para sahabat yang melihatnya terkejut dan segera berdiri untuk memukul orang itu dan mengusirnya.

Melihat hal ini Nabi SAW segera mencegah tindakan para sahabat. Para sahabat pun lalu membiarkan Arab Badui tadi menuntaskan buang hajatnya. Setelah benar-benar selesai, Nabi SAW memerintahkan seorang sahabat mengambil seember air untuk mengguyur tempat Arab Badui buang hajatnya.

Tanpa rasa marah dan kesal Nabi SAW menghampiri orang itu dan mengatakan: “Sesungguhnya masjid itu tidak layak dikencingi dan dikotori. Sesungguhnya masjid itu tempat untuk shalat, berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an” (HR. Muslim).

Nabi SAW memahami ketidak-tahuan si Arab Badui tersebut, sehingga kelembutan hati beliau bisa mengalahkan amarah beliau. Kalau hal itu terjadi di saat sekarang, mungkin si Arab Badui itu telah babak belur di “Vermak” oleh para jamaah masjid.

Sifat lembut hati, santun, ramah dan tidak cepat marah tidak hanya akan membuat manusia menaruh simpati kepada kita, tetapi Allah SWT-pun mencintainya. “Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan Mencintai kelembutan ” (HR.Muslim).

Dengan modal kelembutan hati, seorang da’i pasti dengan mudah menarik simpati orang, seorang suami pasti disayang oleh keluarga dan jika seorang pemimpin pasti dicintai rakyatnya.

Rasa sakinah pun akan hadir dalam keluarga ketika kelembutan dan sikap santun menjadi perhiasannya. Nabi SAW bersabda: “Apabila Allah Azza wa Jalla menghendaki kebaikan suatu keluarga, Allah akan memasukkan kelembutan atas mereka ” (HR. Ahmad).

Kesaksian Sahabat

Dan ini telah dicontohkan oleh Nabi SAW dengan sikap beliau yang lembut, tidak pernah marah kepada pembantu rumah tangganya. Anas bin Malik, sebagaimana diriwayatkan Imam Mulim, Anas bin Malik berkata: “Aku menjadi pembantu Rasulullah selama sepuluh tahun. Belum pemah beliau berkata kasar kepadaku. Dan selama sepuluh tahun itu belum pernah beliau berkata kepadaku: ‘Mengapa kamu melakukan ini?’ Dan belum pernah beliau berkata: ‘Mengapa kau tidak lakukan sesuatu sepeninggalku?’ “.

Sepuluh tahun bukanlah sebentar dan selama itu Anas bin Malik belum pernah sekalipun dimarahi Nabi SAW. Coba bandingkan dengan keadaan sekarang, pembantu dianggap sebagai orang kecil yang bisa diperlakukan semena-mena oleh sang majikan, bahkan sudah tidak “dimanusiakan” lagi.

Sudah menjadi berita sebari-hari tentang perlakuan kasar majikan terhadap PRT (pembantu rumah tangga) mulai dari dipukuli sampai kehilangan nyawa akibat disiksa oleh majikan.

Inilah akibat tidak adanya kelembutan hati di dalam diri seseorang, sehingga rasa kesal, rasa marah mudah terlampiaskan, tidak terkontrol lagi dan di saat seperti itulah syetan dengan mudah memprovokasi untuk melakukan perbuatan yang tidak manusiawi.

Sikap lembut hati disertai rasa empati Nabi SAW kepada pembantunya tersirat pula dalam doa beliau, ketika Ibu Anas bin Malik memohon agar Nabi SAW mau mendoakan anaknya. Doa Nabi SAW : “Ya Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak. Dan berkatilah atas apa yang Engkau beri “ (HR.Bukhari).

Marilah mulai dari sekarang kita semai benih kelembutan hati dalam diri kita. Cobalah untuk mengendalikan diri kita sendiri dari sikap keras hati, gampang kesal atau marah dan berlaku kasar terhadap orang lain. Sikap santun dan lembut hati Nabi SAW perlu kita teladani, agar semua urusan kita menjadi mudah, indah dan membawa berkah di dunia dan akhirat.





Getaran Hati

6 01 2011

Apa jadinya dunia, kalau tidak ada getaran. Bunyi-bunyian adalah produk dari getaran yang simultan. Semakin lemah getaran, semakin longgar frekuensi getarannya. Semain keras getaran, semakin rapat frekuensinya. Maka kita berterima kasih kepada Heinrich Hertz (1857-1894), Macaroni yang mampu membuat teori getaran sehingga para pakar gelombang suara mampu menghasilkan berbagai temuannya.

Konon, energi terpancar melalui getaran. Manfaatnya dapat memberikan tenaga gerak pada segala sesuatu. Misalnya matahari sebagai sumber energi. Getaran hasil reaksi fusi di dalam matahari mampu memancarkan foton-foton yang membentuk cahaya. Lalu ia mampu menumbuhkan tanaman. Kemudian daun-daun hijau (klorofil) menghasilkan oksigen. Gerakan oksigen yang terpancar di udara inipun kemudian dimanfaatkan manusia dan mesin-mesin untuk bernafas sehingga menggerakan energi berikutnya.

Getaran Listrik juga demikian. Gaya gerak listik (GGL) yang tercipta dari hasil fluktuasi magnet pada generator menghasilkan ion positif dan negatif. Dari keduanya kemudian mengalir dengan deras ke selang-selang kabel sehingga mampu menghidupi mesin-mesin listrik dan lampu-lampu. Sehingga dunia menjadi ramai dan memakmurkan penduduk bumi.

Bunyi-bunyian tercipta dari getaran. Suara yang keluarkan mulut seseorang, dihasilkan dari getaran pita suaranya. Lalu udara sekitarnya bergetar dan gelombangnya ditangkap membrane dalam genderang telinga sehinggalah segala ucap dimengerti. Begitu pula suara yang dikeluarkan dari audio stereo digetarkan oleh membrane yang terdapat dalam speaker dan digetarkan ke udara lewat foton dan ditangkap lagi oleh genderang telinga yang bergetar. Sehinggalah dari getaran ini pula semua kata/lagu dimengerti.

Keimanan (rasa beragama) juga timbul dari getaran. Getaran ini mirip gelombang sinus istilah Nabi saw: kadang yazid kadang yankus ( naik turun). Namun demikian seperti contoh di atas, orang masih ada keimanannya (rasa keberagamaanya) saat waktu kritis pun masih maumengerjakan misalnya shalat. Getaran sosial pun juga. Ketika melihat ada tetangga membutuhkan, ia tergerak untuk membantu tanpa ingin dipuji atau semisalnya. Bagi pemimpin yang bergetara rasa keagamaanya, ia tidak mau sedikitpun untuk korupsi dan lain-lain.

Hati adalah tempat terjadinya getaran yang bersumber dari kehendak jiwa. Hati manusia merupakan tempat terjadinya resonansi. Apakah resonansi? Secara sederhana resonansi adalah ‘penularan’ getaran (gema) kepada benda lain. Artinya, jika kita menggetarkan suatu benda, lantas ada benda lain yang ikut bergetar, maka dapat dikatakan benda lain tersebut terkena resonansi yaitu ‘tertular’ getaran alias frekuensi.


Contohlah sebuah gitar akustik, yang memiliki tabung resonansi dan lubangnya menghadap ke arah deretan senarnya. Jika senar itu digetarkan dengan cara dipetik, maka udara di dalam ruang resonansinya akan ikut bergetar. Inilah yang menyebabkan suara senar gitar itu terdengar keras dan merdu. Namun apa yang terjadi jika lubang gitar tersebut disumpal dengan kain? Maka dapat dipastikan tidak akan terjadi resonansi di dalam gitar itu dan suara gitarpun terdengar sangat pelan bahkan sumbang.

Hati atau jantung manusia bagaikan sebuah tabung resonansi gitar. Setiap kita berbuat sesuatu, baik pada taraf berpikir maupun berbuat, selalu terjadi getaran di hati kita. Getaran tersebut bisa kasar, bisa juga lembut. Dapat bergetar karena bahagia, karena rindu maupun karena marah atau bersedih.

Secara umum getaran tersebut berasal dari dua sumber, Hawa Nafsu dan Getaran Ilahiah.

Hawa Nafsu adalah keinginan untuk melampiaskan segala kebutuhan diri yang bertentangan dengan nurani. Getarannya cendereng kasar dan bergejolak tak beraturan, misalnya disaat kita marah, benci, dendam, iri, dengki, berbohong, menipu, merasa sombong dan sebagainya. Dalam tinjauan fisika, getaran semacam ini disebut memiliki frekuensi rendah, dengan amplitudo yang besar.

Contoh gamblangnya ketika seseorang sedang marah, dia sedang mengeluarkan getaran kasar hawa nafsu dari hatinya. Jantung hatinya akan bergejolak dan berdetak-detak tidak beraturan, wajahnya merah, matanya melotot, telinganya panas, dan tangannya gemetaran. Frekuensinya rendah dan kasar, dengan amplitudo yang besar. Jika dilihat pada alat pengukur getaran jantung (ECG-Electric Cardio Graph), akan dilihat betapa grafik yang dihasilkan sangatlah kasar dan bergejolak. Getaran yang seperti ini memiliki efek negatif pada tubuh kita. Sebuah benda yang dikenai getaran kasar terus-menerus akan mengalami kekakuan dan kemudian mengeras, dan bisa mengakibatkan penyakit jantung. Oleh karena itu jagalah amarah anda.

Orang yang terlalu sering melakukan kejahatan, secara psikologis juga dikatakan hatinya semakin mengeras dan tidak mudah bergetar karena kebajikan. Hal ini dapat dibuktikan, misalnya orang yang suka berbohong dan menipu. Pada awalnya, orang yang berbohong akan bergetar hatinya, akan tetapi kalau ia sering berbohong, maka hatinya tidak akan bergetar lagi pada saat ia berbohong. Hatinya semakin lama akan semakin keras dan sulit untuk bergetar lagi. Pada kondisi ini hati seperti tertutup karena tidak mampu lagi beresonansi. Bagaikan lubang gitar yang telah disumpal oleh kain.

Sedangkan Getaran Ilahiah, adalah dorongan untuk mencapai tingkatan kualitas yang lebih tinggi. Getarannya cenderung lembut dan halus, dengan frekuensi getaran yang sangat tinggi dan teratur. Misalnya saat seseorang sedang membaca Al-Qur’an, sholat yang khusyu, berdoa, berdzikir, menolong orang yang sedang kesusahan, serta melakukan kebaikan-kebaikan lainnya, secara tidak sadar dia telah melembutkan getaran jiwanya, membersihkan noda-noda dihatinya.

Hati atau jiwa yang baik adalah yang lembut, yaitu hati yang gampang bergetar. Bagaikan buluh perindu yang menghasilkan suara yang merdu ketika ditiup. Mengapa bisa begitu?… Karena hati yang lembut bagaikan sebuah tabung resonansi yang bagus. Getarannya menghasilkan frekuensi yang semakin lama semakin tinggi. Semakin lembut hati seseorang, semakin tinggi pula frekuensinya. Pada frekuensi 10 pangkat delapan akan menghasilkan gelombang radio. Dan jika lebih tinggi lagi, pada frekuensi 10 pangkat 14 akan menghasilkan gelombang cahaya. Subhanallah… Seseorang yang hatinya lembut akan bisa menghasilkan cahaya di dalam hatinya, ketika cahaya itu semakin menguat, maka cahaya itu akan ‘merembet’ keluar menggetarkan seluruh bio-elektron didalam tubuhnya untuk mengikuti frekuensi cahaya tersebut. Hasilnya tubuhnya akan mengeluarkan cahaya alias aura yang jernih.

Itulah sebabnya bila kita berdekatan dengan orang-orang yang ikhlas dan penuh kesabaran, hati kita juga tenang dan damai. Sebab hati kita teresonansi oleh getaran frekuensi tinggi yang bersumber dari aura tubuhnya. Sebaliknya bila kita berdekatan dengan seseorang yang pemarah, maka hati kita akan ikut merasa ‘panas’ dan gelisah. Semua itu akibat adanya resonansi gelombang elektromagnetik yang memancar dari tubuh seseorang kepada lingkungan sekitarnya.

Ketika sedang berdzikir, hati kita akan bergetar lembut. Hal ini dikemukan oleh Allah, bahwa orang yang berdzikir hatinya akan tenang dan tenteram.

QS. Ar Ra’d (13) : 28
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah lah hati menjadi tenteram.”

Ketika seseorang dalam keadaan tenteram, getaran hatinya demikian lembut. Amplitudonya kecil, tetapi frekuensinya sangat tinggi. Semakin tenteram dan damai hati seseorang maka semakin tinggi pula frekuensinya. Dan pada, suatu ketika, pada frekuensi 10 pangkat 13 sampai pangkat 15,
akan menghasilkan frekuensi cahaya.

Jadi, ketika kita berdzikir menyebut nama Allah itu, tiba-tiba hati kita bisa bercahaya. Cahaya itu muncul disebabkan terkena resonansi kalimat dzikir yang kita baca. lbaratnya, hati kita adalah sebuah batang besi biasa, ketika kita gesek dengan besi magnet maka ia akan berubah menjadi besi magnetik juga. Semakin sering besi itu kita gesek maka semakin kuat kemagnetan yang muncul daripadanya.

Demikianlah dengan hati kita. Dzikrullah itu menghasilkan getaran-getaran gelombang elektromagnetik dengan frekuensi cahaya yang terus menerus menggesek hati kita. Maka, hati kita pun akan memancarkan cahaya. Kuncinya, sekali lagi, hati harus khusyuk dan tergetar oleh bacaan itu. Bahkan, kalau sampai meneteskan air mata.

Unsur yang kedua adalah ayat-ayat Qur’an. Dengan sangat gamblang Allah mengatakan bahwa Al Qur’an ada cahaya. Bahkan, bukan hanya Al Qur’an, melainkan seluruh kitab-kitab yang pernah diturunkan kepada para rasul itu mengandung cahaya.

QS. An Nisaa’ (4) : 174
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).”


QS. Al Maa’idah (5 ) : 44
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya .”


QS Al Maa’idah (5 ) : 46
“Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil, sedang di dalamnya ada petunjuk dan cahaya . .

Artinya, ketika kita membaca kalimat-kalimat Allah itu kita juga sedang mengucapkan getaran-getaran cahaya yang meresonansi hati kita. Asalkan kita membacanya dengan pengertian dan pemahaman. Kuncinya, hati sampai bergetar. Jika tidak mengetarkan hati, maka proses dzikir atau baca Al Qur’an itu tidak memberikan efek apa-apa kepada jiwa kita. Yang demikian itu tidak akan menghasilkan cahaya di hati kita.

Apakah perlunya menghasilkan cahaya di hati kita lewat kegiatan dzikir, shalat dan ibadah-ibadah lainnya itu? Supaya, pancaran cahaya di hati kita mengimbas ke seluruh bio elektron di tubuh kita. Ketika cahaya tersebut mengimbas ke miliaran bio elektron di tubuh kita, maka tiba-tiba badan kita akan memancarkan cahaya tipis yang disebut ‘Aura’. Termasuk akan terpancar di wajah kita.

Cahaya itulah yang terlihat di wajah orang-orang beriman pada hari kiamat nanti. Aura yang muncul akibat praktek peribadatan yang panjang selama hidupnya, dalam kkhusyukan yang sangat intens. Maka Allah menyejajarkan atau bahkan menyamakan antara pahala dan cahaya, sebagaimana firman berikut ini.

QS. Al Hadiid (57) : 19
“… bagi mereka pahala dan cahaya mereka.”

Dan ternyata cahaya itu dibutuhkan agar kita tidak tersesat di Akhirat nanti. Orang-orang yang memililki cahaya tersebut dapat berjalan dengan mudah, serta memperoleh petunjuk dan ampunan Allah. Akan tetapi orang-orang yang tidak memiliki cahaya, kebingungan dan berusaha mendapatkan cahaya untuk menerangi jalannya.

QS. Al Hadiid (57) : 28
“.dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu.”


QS. Al Hadiid (57) 13
“Pada hati ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : “Tunggulah kami, supaya kami bisa mengambil cahayamu.” Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang, dan carilah sendiri cahaya (untukmu). “Lalu diadakanlah di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya ada siksa.”

QS. Ali lmraan (3) : 106 – 107
“Pada hari yang di waktu itu ada muka yang menjadi putih berseri dan ada Pula yang menjadi hitam muram. ‘Ada pun orang-orang yang hitam muram mukanya, (dikatakan kepada mereka) : kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.


“Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada di dalam rahmat Allah, mereka kekal di dalamnya.”

Jadi, selain wajah yang memancarkan cahaya, Allah juga memberikan informasi tentang orang-orang kafir yang berwajah hitam muram. Bahkan di QS. 10 : 27 dikatakan Allah, wajah mereka gelap gulita seperti tertutup oleh potongan-potongan malam.

Dalam konteks ini memang bisa dimengerti bahwa orang -orang kafir yang tidak pernah beribadah kepada Allah itu wajahnya tidak memancarkan aura. Sebab hatinya memang tidak pernah bergetar lembut. Yang ada ialah getaran-getaran kasar.

Semakin kasar getaran hati seseorang, maka semakin rendah pula frekuensi yang dihasilkan. Dan semakin rendah frekuensi itu, maka ia tidak bisa menghasilkan cahaya.

Bahkan kata Allah, di dalam berbagai firmanNya, hati yang semakin jelek adalah hati yang semakin keras, tidak bisa bergetar. Tingkatan hati yang jelek itu ada 5, yaitu :

  1. Hati yang berpenyakit (suka bohong, menipu, marah, dendam, iri, dengki dsb),
  2. Hati yang mengeras.
  3. Hati yang membatu.
  4. Hati yang tertutup. dan
  5. Hati yang dikunci mati oleh Allah.

Maka, semakin kafir seseorang, ia akan semakin keras hatinya. Dan akhirnya tidak bisa bergetar lagi, dikunci mati oleh Allah. Naudzu billahi min dzalik. Hati yang:seperti itulah yang tidak bisa memancarkan aura. Wajah mereka gelap dan muram.

QS. Az Zumaar (39) : 60
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta kepada Allah, mukanya menjadi hitam.”

QS. Al An’aam (6) : 39
“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita.”

Seperti yang telah saya kemukakan di depan, bahwa ternyata kegelapan itu ada kaitannya dengan kemampuan indera seseorang ketika dibangkitkan. Di sini kelihatan bahwa orang-orang kafir itu dibangkitkan dalam keadaan tuli, bisu, buta, dan sekaligus berada di dalam kegelapan. Sehingga mereka kebingungan. Dan kalau kita simpulkan semua itu disebabkan oleh hati mereka yang tertutup dari petunjuk-petunjuk Allah swt.

QS. Al Hajj (22) : 8
“Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab yang bercahaya.”


QS. Al Maa’idah (5 ) : 16
“.dan (dengan kitab itu) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizinNya.”


QS. Al A’raaf (7) : 157
“.dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”


QS. An Nuur (24) : 40
“.dan barangsiapa tidak diberi cahaya oleh Allah, tidaklah ia memiliki cahaya sedikit pun.”


QS. At Tahriim (66) : 8
“Hai orang-orang yang beriman bertaubatlah kepada Allah, dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan para nabi dan orang-orang beriman yang bersama dengan dia, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami, dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Wallahu alam Bishawawab..

NB. Lampiran

Definisi istilah-istilah Fisika :

A. Pengertian / Arti Definisi Getaran
Getaran adalah gerakan bolak-balik yang ada di sekitar titik keseimbangan di mana kuat lemahnya dipengaruhi besar kecilnya energi yang diberikan. Satu getaran frekuensi adalah satu kali gerak bolak-balik penuh.

B. Pengertian / Arti Definisi Frekuensi
Frekuensi adalah benyaknya getaran yang terjadi dalam kurun waktu satu detik. Rumus frekuensi adalah jumlah getaran dibagi jumlah detik waktu. Frekuensi memiliki satuan hertz / Hz

C. Pengertian / Arti Definisi Periode
Periode adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali getaran. Rumus untuk mencari periode adalah angka 1 dibagi jumlah frekuensi dengan satuan detik / sekon.

D. Pengertian / Arti Definisi Amplitudo
Amplitudo adalah jarak terjauh simpangan dari titik keseimbangan.

E. Pengertian Gelombang :
Gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada gelombang yang merambat adalah gelombangnya, bukan zat medium perantaranya. Satu gelombang dapat dilihat panjangnya dengan menghitung jarak antara lembah dan bukit (gelombang tranversal) atau menhitung jarak antara satu rapatan dengan satu renggangan (gelombang longitudinal). Cepat rambat gelombang adalah jarak yang ditempuh oleh gelombang dalam waktu satu detik.

F. Pengertian Energi
Energi dari suatu benda adalah ukuran dari kesanggupan benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Satuan energi adalah joule. Dalam ilmu fisika energi terbagi dalam berbagai macam/jenis, antara lain :

– energi potensial
– energi kinetik/kinetis
– energi panas
– energi air
– energi batu bara
– energi minyak bumi
– energi listrik
– energi matahari
– energi angin
– energi kimia
– energi nuklir
– energi gas bumi
– energi ombak dan gelombang
– energi minyak bumi
– energi mekanik/mekanis
– energi cahaya
– energi listrik
– dan lain sebagainya

A. Energi potensial atau Energi Diam
Energi potensial adalah energi yang dimiliki suatu benda akibat adanya pengaruh tempat atau kedudukan dari benda tersebut. Energi potensial disebut juga dengan energi diam karena benda yang dalam keaadaan diam dapat memiliki energi. Jika benda tersebut bergerak, maka benda itu mengalami perubahan energi potensial menjadi energi gerak. Contoh misalnya seperti buah kelapa yang siap jatuh dari pohonnya, cicak di plafon rumah, dan lain sebagainya.

Rumus atau persamaan energi potential :
Ep = m.g.h

keterangan
Ep = energi potensial
m = massa dari benda
g = percepatan gravitasi
h = tinggi benda dari tanah

B. Energi Kinetik atau Kinetis
Energi kinetik adalah energi dari suatu benda yang dimiliki karena pengaruh gerakannya. Benda yang bergerak memiliki energi kinetik.

Rumus atau persamaan energi kinetik :
Ek = 1/2.m.v^2

keterangan
Ep = energi kinetik
m = massa dari benda
v = kecepatan dari benda
v^2 = v pangkat 2

C. Hukum Kekekalan Energi
” Energi tidak dapat diciptakan dan juga tidak dapat dimusnahkan ”
Jadi perubahan bentuk suatu energi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain tidak merubah jumlah atau besar energi secara keseluruhan.

Rumus atau persamaan mekanik (berhubungan dengan hukum kekekalan energi) :
Em = Ep + Ek

keterangan
Em = energi mekanik
Ep = energi kinetik
Ek = energi kinetik

Catatan :
Satuan energi adalah joule