ENDORFIN SI HORMON DEWA KEBAHAGIAAN

29 01 2012

Anda mau hidup lebih sehat & Awet muda..??
Perbanyaklah tersenyum & tertawa…. Tetapi jangan sampai berlebihan ya………he..he..he…
Perlu diketahui bahwa hanya dengan satu menit tertawa, kamu akan memperoleh manfaat yang sama dengan 45 menit berolahraga mengeluarkan keringat. Tertawa alami, tertawa disengaja, atau dipaksa tertawa juga mempunyai efek yang sama.

Berdasarkan penelitian para ahli kesehatan, tertawa itu akan memberikan efek yang luar biasa. Beberapa diantaranya adalah :

  • Melancarkan aliran darah,
  • Mengurangi resiko penyakit jantung,
  • Meningkatkan daya tahan tubuh,
  • Menghasilkan hormon endorfin sebagai obat penenang alami,
  • Memijat paru-paru dan jantung, menurunkan stres,
  • Meningkatkan kadar oksigen (O2) dalam darah,
  • Mengkontraksikan 80 titik saraf,
  • Melemaskan otot-otot,
  • Meringankan konstipasi,
  • dan menurunkan tekanan darah.

HORMON ENDORFIN SI HORMON DEWA KEBAHAGIAAN
Hormon endorfin adalah senyawa kimia yang membuat seseorang merasa senang. Endorfin diproduksi oleh kelenjar pituitary yang terletak di bagian bawah otak. Hormon ini bertindak seperti morphine, bahkan dikatakan 200 kali lebih besar dari morphine. Endorfin atau Endorphine mampu menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi.

Selama ini endorphin sudah dikenal sebagai zat yang banyak manfaatnya. Beberapa diantaranya adalah, mengatur produksi hormon pertumbuhan dan seks, mengendalikan rasa nyeri serta sakit yang menetap, mengendalikan perasaan stres, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Endhorpine sebenarnya merupakan gabungan dari endogenous dan morphine, zat yang merupakan unsur dari protein yang diproduksi oleh sel-sel tubuh serta sistem syaraf manusia.

Endorphin dalam tubuh bisa dipicu munculnya melalui berbagai kegiatan, seperti pernapasan yang dalam,  relaksasi, serta meditasi.

Karena endorphine diproduksi oleh tubuh manusia sendiri, maka endorphine dianggap sebagai zat penghilang rasa sakit yang terbaik.

Seorang ahli kebidanan, Constance Palinsky, tergerak untuk menggunakan endorphine untuk mengurangi atau meringankan rasa sakit pada ibu yang akan melahirkan. Beta endorphin adalah salah satu hormon endorphin yang dikeluarkan oleh otak pada saat stres atau sakit, dan merupakan obat penghilang rasa sakit alami yang setara seperti pethidine.

Selama proses persalinan, beta-endorphin membantu untuk menghilangkan rasa sakit , dan berkontribusi terhadap euphoria yang dialami ibu selama proses persalinan. Pada metode Orgasmic Birth hormone ini benar-benar di manfaatkan. Tingkat beta-endorphin berkurang saat obat-obatan kimia digunakan untuk menghilangkan rasa sakit. beta-endorphin memainkan peranan dalam ikatan antara ibu dan bayi, Bahkan endorfin sebenarnya terkandung dalam ASI, Beta-endorphin membantu tubuh untuk melepaskan prolaktin (hormon utama dalam proses menyusui).

Manusia adalah makhluk yang sejatinya terlahir untuk hidup sehat. Demikianlah keyakinan Dr.Shigeo Haruyama (Penulis Buku : The Miracle of Endorphin). Pakar kesehatan holistik ini beralih dari sistim pengobatan yang berorientasi pada gejala, menuju penanganan kesehatan sebelum penyakit datang. Melalui revolusi besar di otak, Dr.Haruyama menemukan keajaiban hormon kebahagiaan yang diproduksi otak yang bisa meningkatkan daya tahan alami tubuh.

Dr. Shigeo adalah seorang dokter yang menguasai pengobatan ala Timur dan Barat. Dr. Shigeo merasa bahwa pengobatan ala Timur yang selama ini ia dapatkan seharusnya mendapatkan pengakuan yang lebih luas di kalangan kedokteran modern. Karena itulah, ia mempelajari kedua metode pengobatan tersebut.

Selesai mempelajari kedua metode tersebut, Dr. Shigeo membuka klinik yang memadukan metode pengobatan Barat dan Timur. Secara klinis, ia memberikan obat-obatan sesuai dengan sakit yang diderita pasien, sementara di sisi lain, ia juga memberikan pengobatan ala Timur, berupa penyembuhan dari sisi psikologis pasien. Karena itulah, ia mengajarkan meditasi, ketenangan batin, yoga, agar pasien bisa mengelola hati dan pikirannya dengan lebih positif.

Dr. Shigeo mengatakan, kalau seseorang berpikir positif, senang, dan bahagia, maka otak akan mengeluarkan hormon Beta-Endorphin. Menariknya, menurut penelitian Dr. Shigeo hormon kebahagiaan ini memperkuat daya tahan tubuh, menjaga sel otak tetap muda, melawan penuaan, menurunkan agresivitas dalam hubungan antar manusia, meningkatkan semangat, daya tahan, dan kreativitas.

Karena itu, orang-orang yang selalu dipenuhi dengan rasa ikhlas, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan dalam hidupnya, maka secara tidak langsung ia telah membuat dirinya selalu muda, karena pikiran dan perasaan positif menghasilkan hormon kebahagiaan yang memperkuat daya tahan tubuh. Itulah jawaban mengapa banyak orang bisa hidup hingga usia lanjut, dan masih sehat.

Sebaliknya, jika seseorang merasa tertekan, marah, sedih, cemas, takut, maka ia akan mengeluarkan hormon Nor-Adrenalin. Hormon ini merupakan “racun” yang merusak berbagai jaringan dalam tubuh manusia. Semakin banyak manusia memproduksi hormon negatif ini, maka kerusakan dalam tubuh manusia juga semakin cepat. Hal ini juga menjadi jawaban, mengapa banyak orang pada usia muda, terkena banyak penyakit, sudah renta, dan terkena banyak penyakit. Tekanan hidup mengakibatkan seseorang mengalami kesedihan, kecemasan, dan ketakutan yang ternyata banyak merusak sel-sel dalam tubuh manusia.

Resep Hidup Sehat Hingga Lebih 70 Tahun.
Hari ini saya bertemu dengan seorang ibu, sudah tua. Kami mengobrol banyak hal. Yang membuat saya takjub, saat saya bertanya berapa umurnya, ternyata jawabnya: “Umur saya 70 tahun, nak”. Jawaban yang membuat saya terhenyak, karena di hadapan saya, seakan saya berbicara dengan seorang ibu, yang masih berumur 55 hingga 60 tahun.

Segera saja saya bertanya apa rahasia hidupnya selama ini, yang membuatnya tetap sehat hingga usia yang sangat lanjut, bahkan dengan kebugaran yang masih terjaga.

Ibu Maimun, begitu beliau disapa, lalu bertutur.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah belajar ikhlas menerima kehidupan, betapapun terasa beratnya. Kadang kita merasa beban terlalu berat, tetapi kalau diiringi dengan hati ikhlas, maka semuanya akan terasa ringan.

Kedua, mencoba selalu berpikir positif, dengan melihat sisi baik dari semua peristiwa. Akan sangat banyak dalam kehidupan ini hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Berpikir positif akan membantu memberikan ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Ketiga, menghindari berbagai pikiran dan perilaku negatif. Dengki, cemburu, marah, iri, dan berbagai sikap negatif lain mesti dikurangi, karena hanya akan merusak tubuh, baik secara fisik maupun mental. Orang yang dikelilingi rasa dengki, marah, dan iri hanya akan merusak diri sendiri.

Keempat, jangan pelit dengan apa yang kita punya. Berbagilah dengan orang-orang lain yang kurang beruntung. Pada setiap materi yang kita miliki, selalu terdapat hak orang lain yang tidak punya. Karena itulah jangan ragu untuk mengeluarkan sedekah, demi untuk kebaikan bersama. Dengan mengeluarkan sedekah, berarti menolong orang lain.

Jika menolong orang lain ini penuh dengan keikhlasan, maka akan memberikan kebahagiaan besar karena bisa membantu memberi jalan bagi orang lain, terutama orang yang tidak berpunya. InsyaAllah, harta yang kita keluarkan tidak semakin berkurang, bahkan semakin
bertambah.

Dan kelima, berusaha selalu dekat dengan Tuhan. Selalu berdzikir, mengingat nama Tuhan, menjalankan shalat dhuha, shalat tahajjud, dan selalu berdoa akan memberikan ketenangan batin sekalligus kebahagiaan dalam kehidupan. Dengan demikian, apapun yang terjadi, diri ini akan selalu merasa dekat dengan Tuhan.

Prinsip itulah yang menjadikan Ibu Maimun sehat hingga sekarang, mampu bepergian sendiri, bahkan masih berusaha mandiri dan berjualan minuman kesehatan. Sungguh merupakan profil sosok ibu mandiri, dengan kesehatan prima yang patut dicontoh.

Kembali pada tema di atas, kekuatan hidup kita, semangat, dan daya tahan tubuh ternyata tidak tergantung pada vitamin, minuman kesehatan, ataupun gelang kesehatan yang beberapa waktu lalu sempat ramai. Semuanya bermula dari pikiran positif kita. Karenanya, mulailah hari ini dengan senyuman, bersyukur atas segala nikmat, dan mencoba belajar ikhlas menerima semua keadaan dengan penuh syukur.

Diiringi dengan menahan diri untuk tidak iri, dengki, dan berbagai pikiran negatif yang melingkupi, kesehatan tubuh kita InsyaAllah akan lebih terjaga. Mau hidup hingga lebih dari 70 tahun?? Mari berpikir positif…..

Referensi : Dari berbagai sumber

Advertisements




Hidup Tanpa Kandung Empedu

29 10 2011

Sakit Batu Empedu Sering Dikira Maag
[KOMPAS] – PENYAKIT batu empedu merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Namun, tak sedikit pasien penderita batu empedu awalnya mengira sakit yang dideritanya hanya gangguan pencernaan biasa seperti maag.

Batu empedu adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi tanpa gejala. Hampir 50% penderita batu empedu tidak merasakan gejala apa-apa, 30% merasakan gejala nyeri dan 20% berkembang menjadi komplikasi. Sebagian besar penderita batu empedu, didiagnosa menderita maag dikarenakan rasa nyeri pada ulu hati, padahal secara anatomi empedu terletak pada perut sebelah kanan atas.

Seperti diungkap Dr Rino Alvani Gani, Sp.PD (KGEH), spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit International Bintaro, Tangerang, banyak pasien yang tak sadar dirinya sering mengeluh sakit maag, padahal sebenarnya mengalami sakit batu empedu. “Faktanya, gejala sakit batu empedu memang mirip sekali dengan sakit maag. Tak sedikit penderita kerap bolak-balik ke dokter dan diberi obat maag, tapi tak kunjung membaik,” ungkap Rino dalam Pembahasan Penatalaksanaan Batu Empedu di Rumah Sakit International Bintaro, Kamis (18/9)

Hal itu dapat terjadi karena keluhan dirasakan di tempat berdekatan, yakni lambung dan kantong empedu, di mana keduanya terletak di ulu hati. Jika salah satu organ ini mengalami peradangan, rasanya hampir sama. “Orang banyak mengira maag dan kembung. Tetapi setelah beberapa kali pemeriksaan ternyata ada batu di kantung atau saluran empedunya,” ungkap Rino.

Untuk membedakannya dengan maag, lanjut dokter yang pernah menjadi peneliti terbaik di Fakultas Kedoteran UI itu, perlu diperhatikan penjalaran dan frekuensi nyeri. “Kalau maag frekuensi sakit biasanya pelan-pelan hingga akhirnya rasa sakitnya begitu hebat. Tetapi bila batu empedu sakitnya tiba-tiba timbul dengan sangat dan kemudian bisa hilang begitu saja,” terangnya.

Peradangan pada kantung dan saluran empedu juga menimbulkan nyeri di bawah tulang iga agak sedikit ke kanan. Rasa nyeri berpotensi menjalar hingga ke pinggang bagian kanan dan bahu kanan. Bila lambung yang meradang, nyerinya terasa lebih sedikit ke atas ulu hati dan ke kiri.

“Rasa sakit biasanya juga terjadi dalam 2 hingga 4 jam setelah menyantap makanan yang berlemak. Timbulnya tiba-tiba sering kali antara jam 9 malam hingga 6 pagi,” jelasnya.

Batu empedu, lanjut Rino, biasanya terbentuk di dalam kantung empedu atau di saluran empedu dan saluran hati. Batu ini dapat memicu radang dan infeksi pada kantong empedu dan di saluran lain bila batu keluar dari kantung empedu dan menimbulkan penyumbatan di saluran lain.

“Batu empedu berukuran kecil lebih berbahaya dibanding batu berukuran besar. Karena yang kecil berpeluang berpindah tempat atau berkelana ke tempat lain dan memicu masalah lainnya,” ujarnya.

Rino menambahkan, sakit batu empedu yang dialami penderita Asia dan Barat dipicu oleh penyebab berbeda. Riset menunjukkan, penyakit batu empedu di Asia umumnya disebabkan infeksi di saluran pencernaan, sementara di Barat dipicu empat faktor risiko, yakni :

  1. jenis kelamin wanita, 
  2. usia di atas 40 tahun, 
  3. diet tinggi lemak, dan 
  4. kesuburuan.

Di Asia termasuk Indonesia, faktor pencetus infeksi dapat disebabkan kuman yang berasal dari makanan yang dikonsumsi. Infeksi bisa merambat ke saluran empedu sampai ke kantung empedu. “Di Indonesia, penyebab yang paling utama bukan karena lemak atau kolesterol, tetapi akibat infeksi-infeksi di usus. Infeksi ini menjalar tanpa terasa menyebabkan peradangan pada saluran dan kantung empedu sehingga berakibat cairan yang berada di kantung empedu mengendap dan menimbulkan batu,” paparnya.

Infeksi yang terutama menyebabkan batu empedu, kata Rino, adalah tifoid atau sakit tifus. “Tifus itu kumannya muara atau teramilan terakhir di kantong empedu dapat menyebabkan peradangan lokal di situ yang tidak dirasakan, pasien tidak merasa sakit atau demam,” katanya.

Kebiasaan pasien untuk tidak meneruskan obat antiobiotik hingga tuntas juga dapat memicu timbulnya batu empedu. Kuman akan terus berada di kantung empedu karena dalam siklus perjalanannya akan bermuara di kantung empedu. “Oleh sebab itu, antibiotik harus dihabiskan supaya kuman di kantong empedu benar-benar habis,” ujarnya.

Bisakah Kita Hidup Tanpa Kandung Empedu?

Bisa, manusia dapat hidup seperti biasa walaupun kandung empedunya diangkat.

Hati memproduksi empedu untuk membantu pencernaan makanan. Jika kandung empedu diangkat, empedu akan mengalir dari hati menuju saluran hepatitis kemudian ke saluran empedu dan akhirnya ke usus halus, tanpa disimpan terlebih dahulu di kandung empedu. Karena setelah pengangkatan kandung empedu, aliran empedu ke usus halus menjadi lebih sering, maka tinja mungkin lebih lunak atau frekuensi buang air besar meningkat. Keadaan ini terjadi pada sekitar 1% orang. Perubahan ini biasanya bersifat sementara, tetapi jika tidak membaik, konsultasikan dengan dokter anda.

Apakah Kandung Empedu (Gallbladder)..?
[MAJALAH KESEHATAN] – Kandung empedu terletak tepat di bawah hati dan berfungsi menyimpan empedu yang diproduksi hati. Kandung empedu bisa menyimpan sekitar 0,4 liter empedu. Hati menghasilkan sekitar satu liter empedu setiap hari.

Empedu adalah cairan hijau kekuningan (kadang-kadang kehitaman) yang diperlukan untuk pencernaan makanan berlemak di usus kecil. Selain mengandung air (95%), empedu juga mengandung kolesterol, garam empedu, garam mineral dan pigmen.

Ketika makanan masuk ke dalam duodenum (bagian pertama dari usus kecil), hormon duodenal diekskresikan. Hormon ini dialirkan darah ke kantong empedu dan menyebabkan dindingnya berkontraksi untuk mengeluarkan empedu. Empedu ini akan keluar melalui saluran empedu, melalui lubang sempit ke duodenum. Garam mineral pada empedu menetralisir keasaman makanan saat dicerna di usus. Asam empedu dan garam empedu memecah lemak, sehingga dapat diolah enzim pencernaan.

Batu Empedu (Gallstones)
Batu empedu (Gallstones) adalah batu yang berada di kandung empedu atau saluran empedu. Ada tiga jenis batu empedu:

  1. Batu campuran, yang terdiri dari campuran kolesterol dan pigmen empedu yang berasal dari pemecahan lemak. Batu jenis ini paling umum dan dapat berkembang secara bersamaan tetapi cenderung berukuran kecil-kecil.
  2. Batu kolesterol, terutama terdiri dari kolesterol. Batu jenis ini bisa mencapai diameter 1,25 cm sehingga cukup besar untuk memblokir saluran empedu. Jumlah batu kolesterol jarang mencapai lebih dari dua.
  3. Batu pigmen, terutama terdiri dari pigmen empedu. Batu pigmen hadir dalam jumlah besar tetapi ukurannya kecil-kecil. Kebanyakan terjadi karena penyakit.

Penyebab
Sebagaimana disebutkan di atas, kebanyakan batu empedu terbentuk dari kolesterol. Kolesterol cair biasa hadir di kandung empedu dan saluran empedu dalam kondisi normal. Namun, kolesterol cair tersebut dapat menjadi jenuh bila terlalu banyak kolesterol atau terlalu sendikit asam empedu. Hal itu memungkinkan kolesterol mengkristal dan menggumpal menjadi batu empedu.

Gejala
Dalam kebanyakan kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala. Bila menimbulkan gejala, biasanya karena batu empedu menyumbat saluran empedu sehingga menimbulkan apa yang disebut kolik bilier/kolik empedu. Dalam kondisi tersebut, Anda akan merasakan nyeri hebat di perut bagian kanan atas, yang mungkin menyebar hingga ke tulang belikat, bahu dan dada. Rasa sakit biasanya disertai mual dan muntah. Gejala kolik bilier mungkin berkurang dengan berjalan kaki atau membalik-balikkan tubuh dengan posisi berbeda di tempat tidur. Rasa sakit bisa tiba-tiba berhenti bila batu pecah atau kandung empedu terlalu lelah untuk terus menekan.

Sumbatan kronis batu empedu dapat menimbulkan penyakit kuning. Kelangkaan empedu untuk mencerna makanan menyebabkan gejala sakit perut disertai kulit dan bagian putih mata berwarna kekuningan. Air seni dan tinja berubah menjadi kecoklatan. Sendawa, mual, nyeri dan ketidaknyamanan di perut bagian kanan atas terutama dirasakan setelah mengonsumsi lemak dan sayuran tertentu seperti kubis, bayam, telur atau cokelat.

Batu empedu meningkatkan risiko infeksi. Bila itu terjadi, gejala khas infeksi berupa demam tinggi akan muncul, yang mungkin disertai penyakit kuning. Infeksi dapat terjadi di kandung empedu (kolesistitis), saluran empedu (kolangitis), darah (sepsis), atau pankreas (pankreatitis).

Faktor risiko
Faktor risiko batu empedu dikenal dengan singkatan 4F, yaitu Forty, Female, Fat, Family. Artinya, batu empedu lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun, wanita, kegemukan dan punya riwayat keluarga terkena batu empedu.

  • Usia lanjut.
    Batu empedu jarang sekali menyerang di usia 25 tahun ke bawah. Sekitar 30% lansia diperkirakan memiliki batu empedu, meskipun kebanyakan tidak menimbulkan gejala.
  • Wanita.
    Wanita lebih banyak terkena batu empedu dibandingkan pria. Pada wanita insidennya sekitar 2 per 1000, dibandingkan hanya 0,6 per 1000 pada pria. Pada wanita hamil, kandung empedu menjadi lebih rendah dan batu empedu bisa berkembang. Hormon wanita dan penggunaan pil KB juga diduga ikut berperan.
  • Obesitas.
    Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk batu empedu, terutama di kalangan wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan memiliki BMI lebih dari 32 memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengembangkan batu empedu dibandingkan yang memiliki BMI antara 24 s.d. 25. Risiko meningkat tujuh kali lipat pada wanita dengan BMI lebih dari 45.
  • Genetik.
    Bila keluarga inti Anda (orangtua, saudara dan anak-anak) memiliki batu empedu, Anda berpeluang 1½ kali lebih mungkin untuk mendapatkan batu empedu.

Diagnosis
Kebanyakan batu empedu ditemukan secara kebetulan dengan USG perut atau pemeriksaan sinar-X. Mereka disebut “batu diam” (silent stones) yang tidak menunjukkan gejala.

Penanganan

  1. Obat-obatan.
    Selain untuk memerangi kolik akut dan rasa nyeri, obat-obatan juga dapat digunakan untuk memecah batu empedu. Pengobatan memerlukan setidaknya 6 sampai 12 bulan dan berhasil melarutkan batu pada 40-80% kasus. Penggunaan obat direkomendasikan bila gejala ringan dan batu-batunya kecil atau operasi dinilai terlalu berisiko.
  2. Pembedahan.

    Pasien dengan batu empedu yang sangat mengganggu mungkin harus menjalani operasi untuk mengangkat kandung empedunya. Pembedahan bisa dilakukan secara terbuka (kolistektomi terbuka) atau tertutup (kolistektomi laparoskopik). Bedah terbuka adalah cara klasik untuk mengangkat kandung empedu. Prosedur ini membutuhkan insisi perut dan pasien harus dirawat di rumah sakit selama lima sampai tujuh hari. Kolistektomi laparoskopik adalah prosedur baru di mana kandung empedu diambil dengan selang berlampu(disebut laparoskop) melalui insisi kecil di perut. Dokter bedah melakukan pembedahan dengan melihat ke monitor televisi. Dengan bedah ini, pasien meninggalkan rumah sakit lebih cepat.

Tips untuk Anda

  • Jika Anda telah memiliki batu empedu, Anda perlu membatasi makanan berlemak dan memperbanyak makanan berserat, karena serat dapat mencegah pembentukan batu empedu lebih lanjut.
  • Bila Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan secara bertahap sangat penting untuk mencegah dan meminimalkan keluhan batu empedu.
  • Tidak mengudap sebelum tidur. Makanan kecil sebelum tidur dapat menaikkan garam empedu dalam kandung empedu.
  • Membiasakan minum kopi dan makan kacang-kacangan. Selain berbagai manfaat lainnya, ada beberapa bukti bahwa kopi bisa mengurangi risiko mengembangkan batu empedu, setidaknya pada orang berusia 40 hingga 75 tahun. Dalam sebuah studi pengamatan yang melacak sekitar 46.000 dokter laki-laki selama 10 tahun, mereka yang minum dua sampai tiga cangkir kopi berkafein setiap hari mengurangi risiko pengembangan batu empedu sampai 40%. Dalam studi lain, konsumsi kacang tanah atau kacang-kacangan lainnya juga berhubungan dengan risiko yang lebih rendah untuk kolesistektomi. (American Journal of Clinical Nutrition vol 80, no. 1, hal 76-81).




Jangan Marah

13 10 2011
Memendam kemarahan bagaikan menggenggam sebuah bara panas
dengan niatan untuk melemparkannya ke seseorang.
Sebenarnya dirimu lah yang terbakar.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”

Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)

Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan.”

Tips Menanggulangi Kemarahan

Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah:

  • Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
  • Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.
  • Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
  • Duduk atau berbaring.
  • Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.
  • Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
  • Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.

Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).





Emosi Dan Kesehatan

13 10 2011

Sejauh ini sudah teramat banyak kepustakaan dan penelitian tentang bagaimana emosi negatif membahayakan tubuh kita. Amarah kronis dan kecemasan dapat mengganggu fungsi jantung dengan mengubah stabilitas elektrik jantung, mempercepat atherosklerosis (penyumbatan pembuluh nadi), dan meningkatkan peradangan (inflamasi) sistemik.

Menurut psikiater sosial dr Nalini Muhdi SPKJ dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, memang amat banyak kepustakaan dan publikasi ilmiah tentang kaitan antara emosi negatif dan kesehatan. Salah satunya adalah buku teks psikiatri Psychosomatic Medicine yang ditulis Michael Blumenfield (2006), yang juga membahas kondisi mental-emosional yang meningkatkan penyakit/serang jantung.

Depresi misalnya dapat meningkatkan kadar C-reactive protein (CRP) dalam aliran darah yang berkiatan dengan inflamasi atau penggumpalan atau koagulasi darah. Amarah selain meningkatkan tekanan darah juga diidentifikasi sebagai salah satu pemicu yang paling lazim dan paling menentukan bagi munculnya myocardial ischemia (berkurangnya suplai darah ke otot jantung) dalam aktivitas harian.

Stres dan rasa waswas yang kronis dapat memengaruhi sistem biologi dalam tubuh kita sedemikian rupa sehingga menjadi pemicu penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Penyebabnya karena orang yang mengalami stres serius terbukti mengalami peningkatan kadar kolesterol dan gula darah. Ini menurut dr Nalini terbukti dari studi terhadap para pasien yang menghadapi operasi besar yang biasanya tegang dan cemas.

Untunglah Laura Kubzansky, guru besar Harvard School of Public Health (HSPH) menyatakan, ”Emosi-emosi negatif hanyalah separuh dari persamaan. Tampaknya ada manfaat kesehatan mental yang positif yang membuat Anda tidak mengalami depresi. Apa itu, masih sebuah misteri. Namun jika kita memahami rangkaian proses yang terlibat, kita akan memiliki wawasan tentang bagaimana kesehatan bekerja.”

Vitalitas emosional
Kubzansky adalah satu peneliti utama yang mengikuti kesehatan lebih dari 6.000 pria dan perempuan berusia 25-74 tahun selama 20 tahun. Ia menemukan, misalnya, vitalitas emosional—rasa antusias, berpengharapan, kegairahan dalam hidup (elan vitalea), dan kemampuan menghadapi tekanan kehidupan—terbukti turunkan risiko penyakit jantung koroner. Efek protektifnya amat nyata dan dapat diukur, kendati sudah memperhitungkan variabel perilaku, seperti tak merokok dan melakukan latihan fisik teratur.

Di antara lusinan makalah yang sudah dipublikasikan HSPH sejak tahun 2007, Kubzansky juga memaparkan bahwa anak-anak yang dapat tetap fokus untuk melakukan tugas dan memiliki penampilan yang lebih positif pada usia 7 tahun dilaporkan memiliki kesehatan umum yang lebih baik dan mengalami sedikit penyakit 30 tahun kemudian. Optimisme terbukti juga memangkas risiko penyakit jantung koroner sampai separuh.

Riset epidemiologi yang dilakukan Kubzansky dan timnya merupakan perpaduan antara psikologi eksperimental dan kesehatan masyarakat. Riset HSPH ini merupakan terobosan karena membantah anggapan dan pendapat lama yang menyatakan bahwa emosi positif menandai absennya suasana hati negatif dan kebiasaan yang merusak tubuh.

Kubzansky tak sependapat dengan pandangan ini. ”Kami percaya bahwa ada yang melampaui fenomena ini, dan kami para ilmuwan baru saja mulai mengumpulkan sedikit demi sedikit bukti adanya mekanisme biologis, perilaku, dan kognitif yang mungkin berkelindan.”

Riset sebelum ini terbukti mendukung temuan Kubzansky. Tahun 1979, Lisa Berkman, Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Pembangunan Harvard, waktu itu memublikasikan hasil riset terhadap sekitar 7.000 orang dewasa di Alameda, California. Partisipan yang dilaporkan kurang memiliki ikatan sosial pada awal survei ternyata lebih dari dua kali peluangnya meninggal setelah diikuti selama sembilan tahun.

Dr Nalini memberikan beberapa tips praktis untuk menjaga keseimbangan antara kesehatan jiwa dan kesehatan fisik, misalnya lebih aktif terlibat dalam kegiatan sosial, tak jadi pencemas dan menghilangkan perasaan- perasaan negatif, harapan yang tak realistis perlu diturunkan, berorientasi pada saat ini, menjadi diri sendiri, lebih teratur dalam hidup, menyukai humor dan tersenyum/tertawa, serta melakukan kegiatan relaksasi, seperti meditasi hingga pijat, yoga, dan spa.

”Humor dan tertawa terbukti dapat meningkatkan antibodi Immunoglobulin A (IgA) yang membantu melawan infeksi, meningkatkan jumlah sel-sel T yang berguna untuk melawan penyakit, dan dapat menurunkan tekanan darah,” kata dr Nalini.

Semua orang tahu emosi dapat merugikan kesehatan, namun, jarang yang dapat menahan diri ketika mengalami hal yang menyinggung perasaan pribadi. Perlu diketahui, bahwa saat amarah Anda meluap-luap, Anda justru sedang mempersulit diri sendiri karena kesalahan orang lain, yang membuat jasmani Anda juga ikut menderita.

Otak besar
Emosi dapat merusak rhythmic yang menghalangi dengan rangsangan otak besar mempercepat penuaan sel otak dan melemahkan fungsi otak. Lagipula sejumlah besar darah yang mengalir deras ke otak, membuat beban pembuluh darah otak bertambah, disaat demikian racun yang terkandung dalam darah paling banyak, dan kandungan oksigen paling sedikit, terhadap sel otak tidak lebih baik dari racun. Kusutnya pikiran ketika murka adalah bukti otak kekurangan oksigen.

Tindakan positif : Dengan cara duduk. Sebab saat mengambil tindakan dengan cara berdiri, pengeluaran hormon paling cepat, sebaliknya bila dengan cara duduk maka peningkatan pengeluaran tidak akan begitu cepat. Dengan cara duduk sedikit lebih lama ini juga dapat mengurangi secara drastic rasio terjadinya impuls (dorongan hati-emosi).

Jantung
Setiap timbul emosi atau maksud negatif pasti akan membuat denyut jantung bertambah cepat, daya penyusutan jantung bertambah kuat, tekanan darah naik, darah menjadi lengket dan kental. Darah yang mengalir deras ke otak dan muka dalam jumlah besar, dapat menyebabkan darah yang disuplai ke jantung itu sendiri berkurang dan mengakibatkan otot kekurangan oksigen. Demi persediaan oksigen yang cukup, jantung terpaksa bekerja ekstrem, sekali bergolak, maka denyut jantung akan semakin tidak teratur, dan itu akan lebih fatal.

Tindakan positif Meskipun pura-pura, tetap harus tersenyum. Saat anda tersenyum, segera terbayang sejumlah hal yang menyenangkan dalam benak anda. Dalam kondisi siap tempur semua organ vital mendapat kebebasan, darah cenderung merata, denyut jantung kembali normal dan teratur.

Hati
Saat emosi, organisme dapat mengeluarkan suatu zat yang berfungsi pada sistem saraf sentral, membuat gula darah naik, penguraian lemak bertambah kuat, dan asam lemak bebas dalam sel hati dan darah bertambah. Asam lemak bebas memiliki racun sel yang sangat kuat, terhadap sel hati ia seperti makanan lezat bagi tubuh, diperlukan jika kurang, sebaliknya merupakan pembunuh bila kelebihan.

Tindakan posistif : Saat emosi, segera minum segelas air putih. Air dapat mendorong mengeluarkan asam lemak bebas dalam tubuh, bahkan dapat mengurangi racunnya.

Kulit
Saat emosi, sejumlah besar darah mengalir deras ke muka, saat demikian oksigen dalam darah tidak banyak, sedangkan asam lemak bebas dan racun lainnya bertambah, racun-racun ini dapat merangsang kandung bulu, menyebabkan tingkat radang dalam yang tidak sama di sekitar kandung bulu, akibatnya timbul noda dan problem kulit lainnya. Menurut hasil penelitian kedokteran AS terhadap 5000 wanita yang ditumbuhi dengan noda di wajahnya menunjukkan, bahwa saat suasana hati mereka dalam kondisi tidak bergairah, obat apapun terhadap pengobatan noda semuanya masih lumayan efektif. Sebaliknya saat hubungan antar manusia pada sejumlah wanita diantaranya itu mengalami perbaikan, noda di wajah mereka malah sembuh tanpa pengobatan.

Tindakan positif: Gaya merentang segi tiga dalam Yoga. Sepasang kaki dipisah, tarik nafas, sepasang tangan dimiringkan sejajar, kemudian hirup udara lalu perlahan-lahan miringkan pinggang ke kanan, tangan kanan diletakkan di atas lantai di sebelah kanan kaki, lakukan latihan ini secara bergantian posisi. Dengan gaya demikian dapat menetralisir kondisi tubuh, agar racun dapat dikeluarkan, dan membuat kulit kembali sehat berkilau.

Sistem sekresi dalam
Emosi mengacaukan pusat kendali pada sistem sekresi dalam, sehingga membuat hormon pengeluaran kelenjar gondok berlebihan. Kelenjar gondok merupakan organ penting dalam tubuh yang turut bermetabolisme, saat anda merasa sangat bersemangat itu artinya kelenjar gondok mendapat rangsangan, lama kelamaan dapat menimbulkan hyperthyreosis

Tindakan posistif:Sikap duduk dalam senam Yoga. Sikap duduk, rileks, pejamkan mata, hirup nafas dalam-dalam, kepala menghadap ke depan dan lenturkan ke bawah, rahang bawah atau dagu menyangga erat tulang dada, lalu angkat kepala perlahan-lahan, tarik nafas. Ia memiliki efek mengurut kelenjar gondok, dapat membantu melenyapkan perasaan sedih dan amarah, selanjutnya karena efek kelenjar gondok betambah kuat, sehingga segenap tubuh akan mendapat manfaat positif.

Lambung
Kekacauan kerja sel otak yang emosi menimbulkan rangsangan pada saraf simpatik, dan secara langsung berefek pada pembuluh darah dan jantung, membuat jumlah darah di lambung dan usus berkurang, pristalsis menjadi lamban, nafsu makan menjadi buruk, getah lambung meningkat, jika parah dapat menyebabkan tukak lambung. Selain itu juga dapat mengeluarkan hormon menipu saraf sentral, membuat kita tidak nafsu makan, tepatnya yang sering disebut “pelampiasan amarah” (amarah sudah terlampiaskan).

Tindakan positif: Bernafas gaya perut. Ini dapat membuat saraf parasimpatik yang menangani ketenangan bekerja, melawan kegairahan saraf simpatik, selain itu juga dapat mengurut bagian lambung, meredakan gangguan di sekitar jasmani.

Paru-paru
Saat perasaan berkobar-kobar, darah yang mengalir setiap menit melalui jantung bertambah kencang, terhadap kebutuhan oksigen juga meningkat, dan kapasitas kerja paru-paru tiba-tiba meningkat. Selain itu, karena hormon berefek pada sistem saraf, membuat nafas terengah-engah, bahkan terjadi gejala pengambilan nafas yang berlebihan, gelembung paru terus meluas, tidak ada waktu menyusut, dengan begitu otomatis tidak mendapatkan istirahat dan suasana rileks yang sewajarnya, sehingga merusak kesehatan paru-paru.

Tindakan posistif: Fokuskan pada lantai, tarik nafas dalam-dalam dan secara perlahan sebanyak 5 kali, rasakan perubahan suhu udara yang dihirup dan dikeluarkan. Cara bernafas demikian dapat membuat gelembung paru beristirahat, oksigen yang cukup bahkan dapat memperbaiki kondisi otak besar, membantu kita menenangkan diri.





Aktivasi Otak Tengah Sangat Berbahaya

13 08 2011

Benarkah aktivasi otak tengah itu efektif?
Benarkah pengaktifan otak tengah justru menimbulkan dampak negatif?
Benarkah aktivasi otak tengah menciptakan anak genius dengan cara instan?

Sebagai ilmuwan, praktisi hipnoterapi, dan pakar past life regression, Richard Claproth, Ph.D, dengan berani dan tegas menyatakan: AKTIVASI ”OTAK TENGAH” SANGAT BERBAHAYA!

Anak berkembang menjadi “monster” dan genius palsu. Bila tak waspada, orang tua justru mengorbankan masa depan anaknya sendiri.

RELAKAH ANDA MENJADIKAN ANAK SEBAGAI KELINCI PERCOBAAN?
Banyak perilaku negatif yang timbul pada anak yang diaktivasi otak tengahnya, di antaranya:

  • Sombong
  • Paranoid
  • Bullying
  • Depresi
  • Tidak respek kepada orang tua.

Jadilah orang tua yang lebih peka akan kebutuhan anak. Masih ada banyak cara lain yang lebih ilmiah dan BENAR-BENAR terbukti dapat membuat anak cerdas.

Pendahuluan
Perdebatan mengenai otak tengah; perlu tidaknya otak tengah tersebut diaktifkan; terus terjadi. Masyarakat makin memahami pentingnya menyeimbangkan kedua belahan otak kanan dan kiri, karena masing-masing belahan tersebut memiliki beragam fungsi yang saling mengisi dalam perjalanan panjang kehidupan seorang manusia.

Ironisnya seolah belum puas dengan kekayaan kedua belahan otak kita, sekelompok ilmuwan mulai mengotak-atik dan mencari bagian lain, yang dinamakan otak tengah. Mereka mencari tahu apakah dengan mengaktivasi otak tengah kecerdasan seseorang akan makin bertambah, atau mengubah mereka menjadi jenius, serta memiliki berbagai kecerdasan lain yang supra-natural?

Di kalangan medis otak tengah ini dikenal sebagai bagian dari otak manusia yang memiliki fungsi sangat vital, misalnya sebagai pusat pengendali jantung, pembuluh darah, pernafasan, * refleks-refleks, dan masih banyak lagi. Berbagai tulisan ilmiah mengenai otak tengah ini bisa kita baca dalam berbagai tulisan sepuluh tahun terakhir.

Sayangnya sampai hari ini belum ada satupun publikasi ilmiah yang berani menyatakan bahwa aktivasi otak tengah berhubungan dengan kecerdasan seseorang, apalagi membuat IQ seseorang meloncat jauh melebihi IQ manusia pada umumnya, atau dikenal dengan istilah jenius.

Dahulu orang berpikir bahwa kecerdasan identik dengan IQ, meskipun mereka mengetahui dalam test IQ yang diukur hanyalah kecerdasan seseorang di bidang matematika, linguistik dan sedikit visuo-spatial.

Saat ini wawasan kita mulai terbuka, melalui hasil penelitian Prof Gardner di tahun 1980an diketahui bahwa ada delapan jenis kecerdasan yang berbeda yang bisa dimiliki oleh masing-masing kita dalam porsi yang berbeda. Masing-masing kecerdasan tersebut menempati area yang berbeda di sisi kiri dan kanan otak kita. Kecerdasan yang bervariasi ini disebut Kecerdasan Multipel (Multiple Intelligence).

Sehubungan dengan otak tengah tadi, muncul pertanyaan, adakah hubungan antara kecerdasan ini dengan fungsi otak tengah / mid brain seseorang? Benarkah aktivasi otak tengah membuat seseorang makin cerdas dan jenius, karena memiliki kemampuan supra-natural?

Kita bisa terkagum-kagum ketika melihat seorang anak yang duduk di bangku SD dengan mata tertutup bisa menyebutkan dengan benar nilai dan gambar kartu-kartu remi yang juga dalam keadaan tertutup. Sementara anak yang lain menggambar dengan mata tertutup, membaca koran, atau bahkan bisa naik sepeda dengan mata tertutup. Sebuah atraksi luar biasa ini bisa dilakukan oleh anak-anak ini dengan hanya latihan dua hari saja!

Menyaksikan kemampuan ajaib itu, para orangtua pun berbondong-bondong mendaftarkan anaknya untuk mengikuti pelatihan singkat dan mahal dengan memegang janji dari panitia pelatihan bahwa anak mereka akan menjadi lebih cerdas, bahkan jenius, hanya dalam beberapa hari. Benarkah janji itu?

Kalau sekilas melihat atraksi extra ordinary atau di luar kebiasaan umum yang dilakukan anak-anak tadi, sepertinya janji tersebut masuk akal. Tetapi kalau kita pikirkan secara mendalam, bukan seperti itu kejeniusan yang kita harapkan pada anak-anak kita.

Dalam tulisannya, Lely Setyawati Kurniawan, seorang Psikiater dari Denpasar, Bali, menyebut kondisi seperti yang dialami oleh anak-anak di atas sebagai awareness, yakni suatu kondisi mental penuh kewaspadaan. Kondisi awareness yang berlebihan akan membuat seseorang mengalami berbagai gangguan kejiwaan, berupa gejala yang ringan berupa Gangguan Cemas Menyeluruh, sampai tipe berat berupa Gangguan Paranoid.

Kondisi awareness tersebut muncul setelah otak tengah anak-anak tersebut diaktivasi dengan suatu cara tertentu, seperti memperdengarkan alunan musik klasik dan instrumentalia lainnya, gerakan-gerakan tubuh, menciptakan suasana tertentu, dan lain-lain, kemudian ditambah juga dengan program neuro-linguistik (NLP) yang disisipkan demi sebuah proses aktivasi yang nantinya mengarah pada suatu keadaan extra sensory perception (ESP).

Namun perlu diketahui bahwa hingga hari ini belum ada satupun publikasi ilmiah yang menyatakan bahwa aktivasi otak tengah meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade-nya menjadi jenius.

Sebaliknya penelitian beberapa ahli sudah membuktikan secara ilmiah bahwa aktivasi otak tengah bisa memberikan dampak buruk bagi fungsi organ tubuh, seperti penelitian Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto (2002) membuat suatu penelitian otak tengah pada 24 ekor musang jantan. Hasilnya aktivasi otak tengah di daerah periaquaductal gray (PAG) ternyata justru mengakibatkan otot-otot polos pernafasan mengalami relaksasi, sehingga mengganggu pernafasan hewan-hewan tersebut.

Begitu juga dengan penelitian Peter D. Larsen, Sheng Zhong, dkk. (2001) ada beberapa hal yang berubah karena aktivasi otak tengah, misalnya tekanan arteri utama (mean arterial pressure), aliran darah di ginjal (renal blood flow), aliran darah di daerah paha (femoral blood flow), persarafan daerah bawah jantung (Inferior cardiac), persarafan simpatis dan denyut jantung akan makin meningkat, sebaliknya tekanan darah justru turun, aktivitas persarafan di daerah tulang belakang juga turun. Peningkatan tekanan arteri, aliran darah ginjal dan paha tersebut bisa mencapai 328%.

Tulisan Hugo D. Critchley, Peter Taggart dkk. (2005) membuat kita lebih terperangah lagi, karena ternyata induksi lateralisasi pada aktifitasi otak tengah dapat mengakibatkan mental stres, serta berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death). Penyebabnya adalah karena tidak seimbangnya dorongan simpatetik persyarafan jantung.

Nah, alih-alih menjadikan anak jenius, aktivasi otak tengah ternyata menciptakan bahaya pada anak anda, yang mungkin saja akan terjadi semakin cepat kalau anak terus-menerus menerapkan secara intensif metoda aktivasi dan praktek penggunaan kemampuan otak tengah.

Sebenarnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh suatu lembaga yang memiliki metoda baru sebelum dilemparkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Minimal telah melalui 10 tahun percobaan di laboratorium (in vivo), setelah lulus uji klinis, barulah diujikan pada hewan-hewan percobaan dengan evaluasi sekitar 10 tahun. Pada tahap ketiga barulah diujikan pada para relawan (biasanya mereka dibayar) dan kembali dilakukan evaluasi. Dengan demikian dibutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk membawa suatu metode baru yang aman ke tengah masyarakat.

Sebaiknya anda berhati-hati untuk mengikutkan anak dalam sembarang metoda pelatihan yang mengarah kepada manipulasi otak dan alam bawah sadar, sebelum bertanya kepada ahlinya dan meyakini keabsahan metoda tersebut secara ilmiah, dan jangan termakan propaganda para penjual yang mengharapkan keuntungan bisnis semata.

Anatomi dan Fungsi Otak
Pada saat lahir seorang anak memiliki 100 miliar sel otak yang disebut sel neuron – jumlah ini sama dengan banyaknya bintang di galaksi Bima Sakti – serta 1 Triliun sel glia, yang berfungsi sebagai sel pelindung bagi sel-sel otak tadi. Pembentukan sel-sel otak ini dimulai sejak minggu ketiga sel sperma membuahi sel telur, dengan
kecepatan tumbuh 250 ribu sel/menit. Pada minggu kesepuluh sel-sel otak menjadi makin sibuk mempersiapkan diri agar bisa mulai menerima stimulus / rangsangan dari luar.

Saat usia 3 tahun telah terbentuk 1000 triliun jaringan koneksi /sinapsis, jumlah ini ternyata 2 kali jumlah jaringan orang dewasa. Satu sel otak mampu menjalin 15 ribu koneksi dengan sel lain, jaringan yang sering digunakan akan semakin kuat dan permanen, tetapi yang jarang digunakan akan mati.

Otak manusia dibagi menjadi enam divisi utama, yaitu :

  1. Serebrum
  2. Diensefalon (kedua bagian ini sering disebut sebagai Forebrain / Pro-ensefalon)
  3. Serebelum
  4. Midbrain (Mesencephalon)
  5. Pons
  6. Medula Oblongata.

Tiga bagian terakhir ini disebut brain stem atau batang otak.

Dalam bahasa kedokteran “Otak tengah” dikenal dengan midbrain atau mesencephalon. Dan di bidang neurologi midbrain juga dikenal sebagai otak “primitif”. Midbrain (Mesensefalon) terdiri dari superior colliculi dan inferior colliculi. Superior colliculi merupakan pusat refleks gerakan kepala dan bola mata ketika berespon terhadap rangsang visual, sedangkan inferior colliculi merupakan pusat refleks gerakan kepala dan tubuh ketika berespon terhadap rangsang suara.

Menjadi Jenius?
Nah dikaitkan dengan janji, cukup dengan mengaktifkan otak tengah (mesensefalon) mampu membuat seorang manusia menjadi jenius; Apakah definisi jenius? Range IQ normal adalah 90 – 110. Dengan IQ normal seorang anak bisa tamat SMA, sebagian bahkan tamat S1. Di atas angka tersebut seseorang disebut Superior, di atasnya lagi adalah Very Superior, dan jika IQ nya lebih dari 180 orang akan disebut jenius.

Seringkali peringkat IQ bisa membuat anak stres, padahal IQ tak bisa mengukur kecerdasan emosional (EQ) seseorang.

Anak-anak yang sulit konsentrasi seringkali membuat kewalahan para orang-tua dan guru. Orang-tua dan guru menduga anak tersebut bodoh karena nilai akademik di sekolah sangat kurang, padahal bisa saja mereka ini sebenarnya memiliki kecerdasan yang baik, tetapi rentang waktu perhatian mereka sangat pendek. Rentang waktu perhatian ideal anak usia 5 tahun hanya berkisar 5 menit saja, sedangkan anak-anak usia 15 tahun berkisar 15 menit. Untuk membuat mereka bertahan lebih lama, para pendidik diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Hal ini haruslah dilakukan secara berkala saat konsentrasi dan perhatian anak-anak mulai menurun.

Dalam keadaan tertentu seperti takut, sedih akibat depresi dan berbagai stres / tekanan mental lainnya seseorang menjadi kehilangan daya konsentrasi, Orang-tua biasanya membawa anak-anak tersebut untuk berkonsultasi dengan psikiater ataupun psikolog dengan keluhan kesulitan belajar dan menurunnya prestasi akademik.

Sebenarnya peranan orang-tua sangat besar untuk proses belajar seorang anak, apa yang orang-tua pikirkan, katakan dan lakukan akan terus melekat dalam benak anak-anak, mempengaruhi suasana dan kenyamanan belajar mereka dan mempengaruhi jalan hidup serta masa depan mereka. Anak-anak bisa mengalami kebahagiaan, atau sebaliknya depresi – sama seperti orang dewasa yang lain – karena perkataan dan tindakan orang-tua mereka.

Mengaktivasi Otak
Ada cukup banyak cara yang biasa dipakai untuk mengaktivasi otak, misalnya dengan alunan musik klasik (yang paling poluler karya-karya Mozart), lagu-lagu / instrumentalia tertentu, gerakan-gerakan tubuh, menciptakan suasana tertentu, bermain dengan angka-angka, menambahkan berbagai bahan chemical, dan masih banyak cara lainnya. Banyak institusi menawarkan berbagai pelatihan yang menjanjikan untuk
meningkatkan IQ tersebut, dengan memasukkan berbagai metode yang diyakini dapat menghilangkan tekanan mental para peserta selanjutnya mempermudah pengaktifan bagian-bagian tertentu otaknya.

Beberapa ilmuwan mencoba mempelajari tentang otak tengah / mid brain. Harapan mereka sesudah penemuan yang mencengangkan tentang kiri dan kanan, sekaranglah saatnya mengungkap fenomena tentang otak tengah. Metode yang digunakan bukan sekedar cara-cara klasik seperti yang kita kenal di atas, karena program neuro-linguistik (NLP) mereka sisipkan demi sebuah proses aktivasi yang nantinya mengarah pada suatu keadaan extra sensory perception (ESP).

Suasana dibuat sedemikian rupa agar semua peserta yang ada di ruangan tersebut memasuki Alpha State, suatu fase dimana gelombang lambat di otak manusia, yang membuat seseorang mudah dipengaruhi dan diisi oleh berbagai hal oleh para instruktur. Metode yang cukup popular dikenal saat ini adalah BFR (blindfold reading).

Sebagai informasi, di Rusia diperlukan waktu satu tahun bagi seorang siswa untuk mampu melakukan aksi blindfold. Di Jepang, sedikitnya perlu waktu tiga bulan untuk melakukannya. Ajaibnya di Indonesia suatu perusahaan pelatihan menyatakan hanya perlu waktu 12 jam untuk membuat anak-anak jenius!

Aktivasi dianggap berhasil apabila mereka berhasil mengenali berbagai macam benda dan halangan di sekitarnya dalam keadaan mata ditutup. Dengan demikian anak-anak tersebut akan mampu membaca, menggambar, menghitung, berlari dan menghindari semua rintangan tanpa menggunakan indera penglihatan mereka yaitu mata.

Bahkan mereka berani menjanjikan, anak-anak akan memiliki kemampuan tembus pandang, menyusun kartu remi secara urut tanpa melihat, dapat membaca suatu dokumen rahasia di balik tembok, menghitung uang yang ada dalam dompet di saku baju seseorang, merangkum seluruh isi textbook dalam waktu singkat, memprediksi hal-hal buruk yang bakal terjadi esok, bahkan membaca pikiran orang-orang yang ada di sekelilingnya agar tak mudah tertipu.

Hal itu bagi mereka dianggap sebagai talenta manusia baru di jaman modern ini, karena memiliki kecerdasan tersendiri (jenius) dengan kemampuan extra sensory perception (ESP), sehingga nantinya kita tak lagi tertarik menonton acara pertandingan sulap The Master.

Pandangan di atas tentu tidak begitu saja dapat dibenarkan, karena secara medis kita bisa mengenali fungsi fisiologi seluruh organ dalam tubuh kita. Mengaktifkan dan menciptakan seseorang untuk memperoleh pengalaman extra sensory perception sudah jauh melenceng dari ranah medis fisiologis.

Bahkan hal ini erat kaitannya dengan terjadinya berbagai gangguan mental pada manusia, yang salah satu gejalanya adalah mampu mendengar, melihat, merasakan dan membaca hal-hal yang tidak bisa didengar, dilihat, dirasakan dan dibaca oleh orang-orang sehat lainnya. Sebagai contoh pada kasus-kasus Skizofrenia pasien merasa yakin dengan kemampuannya membaca isi hati dan pikiran orang-orang lain di sekelilingnya, serta meyakini berbagai penglihatan dan pendengaran gaib yang bisa membuat orang lain berdiri bulu kuduknya.

Sampai hari ini belum ada satupun publikasi yang menyatakan bahwa otak tengah dapat diaktifkan untuk meningkatkan kecerdasan manusia, apalagi meng-upgrade nya menjadi jenius. Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto (2002) membuat suatu penelitian midbrain pada 24 ekor musang jantan. Hasilnya aktivasi midbrain di daerah periaquaductal gray (PAG) ternyata justru mengakibatkan otot-otot polos pernafasan menjadi relaksasi, sehingga mengganggu pernafasan hewan-hewan tersebut.

Ada beberapa tahapan yang harus dilewati oleh suatu lembaga yang memiliki ide penelitian sebelum dilemparkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Minimal telah melalui 10 tahun percobaan di laboratorium (in vivo), setelah lulus uji klinis, barulah diujikan pada hewan-hewan percobaan dengan evaluasi sekitar 10 tahun. Pada tahap ketiga barulah diujikan pada para relawan (biasanya mereka dibayar) dan kembali dilakukan evaluasi. Dengan demikian dibutuhkan waktu sekitar 30 tahun untuk membawa suatu metode baru yang aman dalam masyarakat.

Menurut Peter D. Larsen, Sheng Zhong, dkk. (2001) ada beberapa hal yang berubah karena aktivasi midbrain, misalnya tekanan arteri utama (mean arterial pressure), aliran darah di ginjal (renal blood flow), aliran darah di daerah paha (femoral blood flow), persarafan daerah bawah jantung (Inferior cardiac), per-syaraf-an simpatis dan denyut jantung akan makin meningkat, sebaliknya tekanan darah justru
turun, aktivitas persarafan di daerah tulang belakang juga turun. Peningkatan tekanan arteri, aliran darah ginjal dan paha tersebut bisa mencapai 328%.

Peranan orang-tua
Seringkali orang-tua terlalu sibuk sehingga tidak punya cukup waktu untuk memperhatikan buah hati mereka. Waktu 24 jam sehari terasa kurang, karena saat anak-anak berangkat sekolah pagi-pagi orang-tua tak bisa bangun dan mengantar mereka, mereka baru pulang kembali ke rumahnya pada malam hari sesudah anak-anak tertidur. Sebagai pembenaran diri sendiri para orang-tua sering berkilah, bahwa kualitas pertemuan mereka dengan anak-anak jauh lebih penting daripada kuantitas waktu. Benarkah?

Sebuah intitusi bahkan berani menjanjikan bahwa dengan menyisihkan waktu 15-30 menit saja selama 20-30 hari untuk membantu anak-anak berlatih sama artinya dengan mendampingi mereka seumur hidup hingga usia 18 tahun. Semudah itukah hubungan orang-tua dengan anak terjalin? Cukupkah waktu yang hanya 15-30 menit tadi untuk berdiskusi, saling curhat, atau sekedar bermain bersama dan bercanda?

Hubungan orang-tua dan anak tidak bisa dibatasi seperti halnya sebuah mata pelajaran di sekolah. Memang ikatan emosional diantara mereka akan sangat menentukan kualitas hubungan yang terjalin.

Idealnya orang-tua memiliki waktu yang tak terbatas untuk anak-anaknya, demi sebuah proses kematangan dan kemandirian. Bahkan saat anak-anak beranjak dewasa dan menikah seringkali mereka masih ingin duduk bermanja-manja dengan orang-tuanya. Saat mereka menghadapi berbagai permasalahan hidup salah satu tempat yang nyaman untuk berbagi adalah orang-tua mereka.

Target dan evaluasi pembuktian kejeniusan sesudah aktivasi otak tengah
Sesudah melalui program latihan ini anak-anak akan mempunyi kemampuan untuk melihat dengan sentuhan (skin vision). Sebagian anak lainnya yang telah teraktifasi otak tengahnya mampu melihat kartu secara detail dengan penciuman atau pendengarannya. Sebagian lainnya mengatakan mereka mampu melihat, menulis, membaca, dan mewarnai di dalam kegelapan total. Selain itu mereka juga akan memiliki Loving Inteligence.

Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta. Bagaimana dengan harapan orang-tua yang telah mengirim dan membayar biaya yang cukup tinggi demi mengikutkan anak-anak mereka dalam pelatihan ini?

Setelah sekian bulan tentu saja para orang-tua berharap anak-anak mereka akan memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Secara teoritis, nilai sekolah seharusnya meningkat, karena selepas aktifasi otak tengah tersebut, memori dan konsentrasi akan meningkat dan cukup banyak potensi penting dalam diri anak yang akan dibangkitkan. Namun kenyataannya tidaklah sesederhana itu karena peningkatan kemampuan akademis ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.

Penelitian Bjorn H. Schott, Constanze I Seidenbecher dkk. (2006) menyatakan bahwa pada manusia, memory seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, jadi tidak sama dengan binatang. Telah dilakukan pembuktian secara anatomi dan behavior dengan mempergunakan alat MRI, diperoleh hasil yang tidak signifikan. Yang membedakan memori adalah faktor genetik (kromosome 17q11 dan 7q36), hal ini dikenal sebagai polymorphisme dopamine pada kromosom.

Hal ini yang tentunya menimbulkan keprihatinan tersendiri bagi masyarakat, karena sebelumnya orang-tua begitu antusias mengharapkan anaknya akan berubah menjadi anak-anak yang jenius dan memiliki banyak kemampuan lebih sesudah mengikuti program pelatihan otak tengah ini, lagipula orang-tua telah mengeluarkan sejumlah besar biaya.

Menurut Bjorn H. Schott, Daniela B. Sellner dkk. (2004) terdapat hubungan erat antara formasi memori di hipokampus dan neuro-modulasi dopaminergik, terutama di Ventral Tegmental Area (VTA) dan medial Substansia Nigra midbrain. Teknik yang dipakai untuk mengaktivasi otak disesuaikan dengan lokasi, memakai kata-kata yang menyenangkan, hitungan-hitungan silabus, dan sebagainya. Namun aktivasi tersebut tidak relevan dengan tugas-tugas yang harus dipelajari.

Tulisan Hugo D. Critchley, Peter Taggart dkk. (2005) membuat kita terperangah, karena ternyata induksi lateralisasi aktifitas midbrain dapat mengakibatkan mental stres, serta berbagai stres lain yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak (sudden death). Penyebabnya adalah karena tidak seimbangnya dorongan simpatetik persyarafan jantung.

Perlukah aktivasi otak tengah?
Orangtua perlu menghargai setiap talenta yang dimiliki anak-anaknya, karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas. Kecerdasan ini tidak bisa disamakan dengan IQ, karena saat ini kita telah mengenal delapan macam kecerdasan, yang dikenal sebagai multiple intelligence yang ada dalam diri manusia. Mereka yang tidak bisa matematika dan IQ nya rendah bukan berarti tidak cerdas, karena mungkin saja mereka memiliki kecerdasan inter personal yang baik.

Suatu tantangan bagi para orangtua dan kita semua yang memiliki anak, mampukah kita menghasilkan anak-anak yang bukan sekedar CERDAS, tetapi juga BAIK dan BERMORAL? Cerdas bahkan genius saja belumlah cukup. Karena dengan kecerdasan saja tidak menjamin mereka membuat dunia ini menjadi lebih baik. Banyak orang-orang cerdas justru mencelakai orang lain, memanipulasi suatu keadaan demi keuntungan dirinya sendiri.

Mengapa dalam waktu 12 jam pelatihan atau satu setengah hari saja anak-anak tersebut bisa berubah? Salah satunya adalah kenyataan bahwa anak-anak dengan perilaku bermasalah sebenarnya membutuhkan perhatian dari orangtua mereka. Dalam program pelatihan midbrain tersebut semua orangtua diharapkan memperhatikan anaknya, mau melatih kembali anak-anak tersebut di rumah, termasuk setelah latihan selesai.

Yang terjadi di sini sebenarnya adalah anak-anak tersebut dilatih untuk peka terhadap berbagai bahaya dan rintangan yang ada di depan, serta ‘dipaksa untuk bersikap dan berperilaku lebih baik’ karena mereka telah diberikan teladan yang baik oleh orangtua dan orang-orang dewasa di sekelilingnya.

Penutup
Yang terjadi pada anak-anak tersebut sebenarnya bukan JENIUS (memiliki IQ yang sangat tinggi atau di atas 140), melainkan latihan untuk suatu kewaspadaan (AWARENESS) terhadap apapun yang ada di sekeliling mereka.

Kondisi semacam ini perlu kita cermati lebih baik, mengingat kondisi awareness yang berlebihan akan membuat seseorang mengalami berbagai gangguan jiwa, dari gejala yang ringan berupa Gangguan Cemas Menyeluruh, sampai tipe berat berupa Gangguan Paranoid.

Itulah sebabnya orangtua diminta waspada dan berhati-hati sebelum mengirim anak-anak mereka ke suatu institusi yang menawarkan sanggup mengubah anak-anak menjadi jenius dalam waktu singkat.

Orangtua perlu menghargai setiap talenta yang dimiliki anak-anaknya, karena pada dasarnya semua anak adalah cerdas. Suatu tantangan bagi para orangtua dan kita semua yang memiliki anak, mampukah kita menghasilkan anak-anak yang bukan sekedar CERDAS, tetapi juga BAIK dan BERMORAL? Cerdas bahkan genius saja belumlah cukup.

Karena dengan kecerdasan saja tidak menjamin mereka membuat dunia ini menjadi lebih baik. Banyak orang-orang cerdas justru mencelakai orang lain, memanipulasi suatu keadaan demi keuntungan dirinya sendiri.

Daftar Pustaka

  1. Adi W. Gunawan, Apakah IQ Anak bisa ditingkatkan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005.
  2. Musa A. Haxiu & Bryan K. Yamamoto, Activation of the midbrain periaqueductal gray induced airway smooth muscle relaxation, J. Appl. Physiol 93:440-449, 2002.
  3. Scott R. Wersinger & Michael J. Braun, Sexually dimorphic activation of midbrain tyrosine hydroxylase neurons after mating/exposure to chemosensory cues in the ferret, Biology of  Reproduction 56, 1407-1414, 1997.
  4. Bjorn H. Scott, Constanze I Seidenbecher, et al: The dopaminergic midbrain participation in human episodic memory formation: Evidence from genetic imaging, The Journal of Neuroscience, February 1, 2006 – 26(5): 1407-1417.
  5. Bjorn H. Schott, Daniela B. Sellner, et al, Activation of midbrain structures by associative novelty and the formation of explicit memory in humans, Learn. Mem. 2004 – 11: 383-387.
  6. Hugo D. Critchley, Peter Taggart, et al, Mental stress and sudden death: asymetric midbrain activity as a linking mechanism, J. Brain 2005, 128, 75-85.
  7. Chao Guo, Hai Yan Qiu, et al, Lmx1b-controlled Isthmic organizer is essential for development of midbrain dopaminergic neurons, The Journal of neuroscience, Dec 24, 2008 – 28(52): 14097-14106.
  8. Peter D. Larsen, Sheng Zhong, Gerard L. Gebber & Susan M. Barman, Symphatetic nerve & cardiovascular responses to chemical activation of midbrain defense region, Am. J. Physiol Regulatory Integrative Comp. Physiol 280: R1704 – R1712, 2001.

Sumber: Lely Setyawati Kurniawan, seorang Psikiater, Staf Dosen di Bagian Psikiatri pada Fakultas Kedokteran Udayana, Bali, dan sebagai konsultan Forensik Psikiatri di RSUP Sanglah, Denpasar





Tahi Lalat = Tumor Jinak ??

10 08 2011

Hampir setiap orang memiliki tahi lalat, baik dibawa sejak lahir (banyak yang menyebut sebagai tanda lahir) ataupun yang tumbuh saat telah dewasa. Tahi lalat bagi sebagian artis justru menjadi landmark yang membuat dirinya jadi tampak seksi, tentunya jika Anda mengerti maksud saya, saat ini otak Anda sedang memuat image wajah ganteng Enrique Iglesias yang terkenal dengan tahi lalat seksi di pipi kanannya. Ada pula yang berpendapat adanya tahi lalat pada lokasi tertentu pada wajah menandakan hoki, sedangkan pada daerah lainnya dianggap pembawa sial. Terlepas dari kepercayaan hoki dan sial tersebut, tahi lalat pada kenyataannya memang dapat bermuka dua, yaitu pada sebagian besar kasus tidak berbahaya tetapi pada beberapa kasus lainya fatal.

Tahi lalat dikenal dalam istilah medis sebagai nevus pigmentosus, merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini yang khas adalah berwarna gelap, sebagian besarnya menetap, sebagian lain terus membesar sehingga kadangkala mengkhawatirkan si empunya. Memang sebagian besar tahi lalat didapatkan sejak lahir, tetapi tahi lalat dapat pula baru muncul saat dewasa dan umumny dalam kasus ini pemicunya adalah kontak yang sering dengan sinar matahari. Tahi lalat secara umum tidaklah berbahaya, dan biasanya hanya menimbulkan keluhan kosmetis.

Tetapi tahi lalat dapat pula pada suatu waktu berubah menjadi kanker (keganasan) yang disebut melanoma maligna, sehingga pengenalan dini gejala perubahan ini wajib diketahui oleh yang empunya tahi lalat. Beberapa kriteria suatu tahi lalat beranjak menjadi ganas adalah ; dalam beberapa waktu terakhir bertambah besar dengan cepat, terjadi perubahan warna ke arah lebih gelap, bentuknya menjadi tidak beraturan lagi, jaringan kulit di sekitarnya meradang kemerahan, tahi lalat mudah berdarah jika tersenggol serta munculnya keluhan seperti gatal dan perih. Jika hal semacam tersebut dialami, maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter kulit atau bedah supaya dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Seringkali perubahan menjadi ganas disebabkan karena iritasi berulang pada tahi lalat seperti sering tertekan, dipencet-pencet, lecet atau tergesek (misalnya tahi lalat di punggung oleh baju yang sempit).

Memang dikenal jenis tahi lalat yang cenderung menjadi ganas yaitu nevus junctional. Jenis tahi lalat ini memiliki batas tegas, permukaannya cenderung rata atau sedikit saja menonjol, berwarna lebih terang seperti coklat muda, dan lokasi terseringnya di telapak tangan, kaki atau kelamin. Karena lokasinya di telapak tangan atau kaki, maka tahi lalat ini sering mengalami trauma karena gesekan, penekanan dan sebagainya. Hal ini lah yang dapat memicu perubahan menjadi ganas. Sebaiknya perhatian lebih harus diberikan terhadap adanya tahi lalat jenis demikian.

Dunia medis memang belum menemukan peran tahi lalat bagi tubuh. Namun, tahi lalat bisa menjadi penanda gejala awal kanker kulit. Berdasar Cancer Research Institute, berikut empat ciri utama tahi lalat yang perlu diwaspadai.

  1. Bentuk tahi lalat tidak umum atau asimetris
  2. Tepian tahi lalat terlihat tidak beraturan atau tidak rata
  3. Tahi lalat meradang atau mengalami perubahan warna seperti coklat, merah, putih, biru, dan menghitam. Perubahan warna ini biasanya disertai dengan rasa gatal.
  4. Tahi lalat terus membesar hingga memiliki diameter yang tidak wajar hingga lebih 1 sentimeter.

Jika Anda memiliki tahi lalat dengan ciri-ciri semacam itu, segera periksakan ke dokter. Sebab, tahi lalat ganas umumnya sulit terdeteksi. Cara untuk memastikan apakah tahi lalat itu termasuk tumor jinak atau ganas adalah dengan biopsi atau pengambilan jaringan.

Banyak yang bilang tahi lalat adalah pemanis wajah. Tapi hati-hati, tahi lalat juga bisa jadi ancaman bagi kulit maupun tubuh jika penampakan dan perkembangannya tidak normal.

Tahi lalat sebenarnya merupakan hasil pigmentasi kulit yang berkembang karena beberapa alasan. Sampai sekarang, ilmu pengetahuan tidak bisa menjawab apa fungsi tahi lalat sebenarnya pada kulit.

Tahi lalat yang semakin membesar, berubah warna dan punya bentuk tidak simetris adalah ciri tahi lalat yang berbahaya karena bisa jadi itu pertanda kanker kulit atau melanoma.

Normalnya, tahi lalat memiliki bentuk stabil meski ada perubahan hormon dalam tubuh. Namun tidak demikian pada tahi lalat yang berbahaya. Ia akan tumbuh membesar melebihi ukuran kacang polong.

Menurut Cancer Research Institute, ada 4 kriteria yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui tahi lalat berbahaya atau tidak yang disebut dengan aturan ABCD, seperti diberitakan dari Essortment:

  1. A = Asymmetry
    Tahi lalat yang bersifat kanker cenderung mempunyai bentuk yang tidak beraturan.
  2. B = Border
    Tahi lalat yang bersifat kanker mempunyai batas atau pinggiran yang abnormal, yakni tepinya bergerigi.
  3. C = Colour
    Tahi lalat dengan berbagai warna seperti coklat, merah, putih, biru dan hitam sering menandai tahi lalat yang bersifat kanker ketimbang tahi lalat dengan satu warna.
  4. D = Dimension
    Tahi lalat yang bersifat kanker biasanya lebih besar dari tahi lalat jinak, bisa sebesar penghapus pensil atau lebih besar.

Masalah tahi lalat bukan hanya masalah di permukaan kulit, tapi masalah di dalam lapisan bawah kulit, jadi jarang sekali yang bisa ditangani dengan pengobatan tradisional.

Tahi lalat yang berisiko kanker harus ditangani segera sebelum mengalami metastatis atau penyebaran ke bagian tubuh lainnya. Namun dengan teknologi canggih di dunia medis saat ini, tahi lalat bisa diangkat dengan operasi atau teknik laser. Butuh 2 minggu hingga kulit benar-benar sembuh setelah operasi.

Kebanyakan orang sadar mereka punya tahi lalat tapi sebagian lainnya tidak sadar karena posisinya yang susah terlihat seperti di punggung. Sebaiknya periksalah seluruh bagian tubuh (wajah, telinga, leher, dada, punggung, jari kaki/tangan, kulit rambut, bibir, mata bahkan alat kelamin) untuk mengetahui ada tahi lalat atau tidak.

Jika terlihat ada tanda-tanda tahi lalat yang mencurigakan, bersikaplah proaktif dengan segera mendatangi dokter atau ahlinya. Pastikan juga selalu memakai pelembab atau krim pelindung matahari dan hindari sinarnya antara pukul 10 pagi dan 4 sore.

Aktor ganteng, Ewan McGregor, mengaku pernah mengoperasi salah satu tahi lalat atau andeng-andeng di wajahnya, yang ternyata di dalamnya terdapat sel kanker.

Tahi lalat yang dioperasi adalah yang berada di bawa mata sebelah kanan. Sebelumnya Ewan sama sekali tidak menyangka ada bahaya di balik tahi lalat. Hingga akhirnya, ia mendapatkan informasi tentang tahi lalat ‘hidup’, yang kemungkinan adalah melanoma atau tumor.

“Ternyata, bila kulit Anda berwarna pucat, dan sering terpapar matahari, sebaiknya jangan sepelekan tahi lalat.

Ayah dari tiga orang anak ini memang cukup sering terkena paparan sinar ultraviolet. Pasalnya, tahun lalu ia menghabiskan beberapa minggu mengendarai motor gede dari Skotlandia hingga Afrika Selatan untuk serial teve Long Way Down.

“Saya ke dokter untuk memeriksa tahi lalat. Tak tahunya, dokter memutuskan tahi lalat itu dioperasi. Dan, ternyata setelah diambil dan diperiksa di laboratorium, ternyata tumor. Meski belum tergolong ganas, tapi saya lega, karena belum terlambat. Dan, saya pun jadi rutin memeriksa tahi lalat yang dicurigai berbahaya,” katanya.

British Association of Dermatologists mengatakan Ewan telah melakukan hal tepat, sebelum pemanis wajah tersebut bisa membahayakan kesehatan. Hasil penelitian asosiasi itu satu dari empat orang Inggris tidak pernah mengecek kondisi tahi lalat mereka. Padahal perubahan bentuk dan warna dari tahi lalat menjadi gejala kanker.

Yang perlu Anda ketahui, tahi lalat ganas memang sulit dikenali. Karena, tidak ada perbedaan yang mencolok dengan tahi lalat biasa. Pada dasarnya, tahi lalat bisa dikategorikan sebagai tumor jinak.

Jika dilihat dari warna, tahi lalat sendiri memiliki banyak variasi warna yang berbeda di setiap bagian tubuh. Tahi lalat di telapak tangan dan di atas bibir cenderung lebih hitam dan pekat, sedangkan tahi lalat yang tumbuh di bagian tubuh lainnya bisa saja berwarna kecokelatan atau sedikit kemerahan. Ukuran untuk setiap tahi lalat juga sangat bervariasi, ada yang bulat kecil mungil saja, hingga ada tahi lalat yang berukuran 1 cm lebih.

Tahi lalat juga harus diwaspadai jika muncul beberapa keluhan, antara lain:

  • Rasa gatal yang tidak hilang-hilang, ukuran tahi lalat terus bertambah besar
  • Berubah warna menjadi bertambah pekat atau mengkilap. Lebih parah lagi, tahi lalat yang terganggu juga bisa menyerupai luka. Jika ditemukan gejala seperti di atas, sebaiknya langsung saja periksakan tahi lalat tersebut ke dokter.

Sedangkan tingkat keganasan tumor pada tahi lalat sangat bervariasi. Ada yang tidak menyebar, ada pula yang bisa menyebar cepat. Sehingga mampu berkembang hingga bisa menutupi wilayah sekitar tumbuhnya dengan cepat. Karena itu dalam beberapa bulan, tahi lalat sudah bisa menjalar ke wilayah lainnya pada tubuh ataupun wajah.

Untuk penangannya, tahi lalat yang ganas tapi tidak menyebar cepat, bisa diambil melalui operasi ringan. Sedangkan yang sudah menyebar hingga ke daerah sekitar di tempat tumbuhnya tahi lalat tersebut, diperlukan pembedahan yang lebih serius.

Sementara itu, secara garis besar tahi lalat dapat dibagi menjadi 5 macam seperti diberitakan dari skincancer.net:

  1. Tipe junctional yaitu tahi lalat yang biasanya berwarna coklat, tumbuh mendatar atau sedikit menimbul di permukaan kulit.
  2. Tipe compound yaitu tahi lalat yang sedikit menimbul di permukaan kulit, warnanya bervariasi mulai dari warna terang hingga coklat tua, dan memiliki sel pembentuk pigmen (melanosit) di lapisan atas (epidermis) ataupun lapian bawah kulit (dermis)
  3. Tipe dermal yaitu tahi lalat yang terletak pada lapisan bawah kulit (dermis) yang warnanya bervariasi dari warna kulit hingga coklat tua, menonjol di permukaan kulit, biasanya terdapat di tubuh bagian atas (badan, lengan, leher dan kepala). Dan mungkin terdapat rambut.
  4. Tipe sebaseous yaitu tahi lalat yang terbentuk dari aktivitas kelenjar minyak kulit yang berlebihan, biasanya berwarna kuning dan teksturnya kasar.
  5. Tipe biru yaitu tahi lalat yang sedikit menonjol, warna berasal dari pigmen di dalam kulit (biasanya biru) dan sering terdapat pada kepala, leher dan lengan atas seorang wanita.

Tahi lalat yang ganas disebut dengan Nevus Junctional. Dan bisa juga berubah menjadi kanker kulit yang sangat berbahaya, yang disebut dengan melanoma maligna.

US National Institute of Health menyebutkan Nevus Junctional adalah tahi lalat yang ditemukan dipersimpangan (perbatasan) antara kulit ari dan dermis dari lapisan kulit, tahi lalat ini biasanya berwarna dan slightly.

Tahi lalat sangat berbahaya jika sudah menjadi kanker kulit atau Melanoma Maligna. Melanoma maligna adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, yang melibatkan sel melanocytes yang menghasilkan pigmen kulit melanin. Melanin ini juga bertanggung jawab untuk warna kulit dan rambut. Melanoma bisa berkembang sangat cepat.

Ada beberapa tanda bahwa tahi lalat tersebut bisa memicu melanoma maligna, yaitu:

  1. Rasa gatal ataupun nyeri pada tahi lalat
  2. Perubahan warna (menjadi lebih gelap, pucat atau terang) pada tahi lalat yang tidak merata.
  3. Ukurannya membesar
  4. Pelebarannya tidak merata ke samping
  5. Permukaan tidak rata
  6. Adanya luka atau trauma
  7. Tahi lalat sering berdarah walaupun hanya karena trauma ringan
  8. Adanya ulkus atau infeksi pada tahi lalat yang sukar sembuh.

Jika Anda merasakan salah satu dari tanda-tanda tersebut periksalah ke dokter kulit, agar dapat penanganan yang lebih intensif. Karena tidak semua tahi lalat adalah tanda adanya kanker kulit.

REFERENSI :
http://www.wikimu.com
http://www.suaramedia.com





Narsis Itu Penyakit Mental

21 07 2011

Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.

Sifat narsisisme ada dalam setiap manusia sejak lahir, bahkan Andrew Morrison berpendapat bahwa dimilikinya sifat narsisisme dalam jumlah yang cukup akan membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia. Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, dimana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan. Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya lah yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain.

Narsis atau yang dalam istilah ilmiahnya Narcissistic Personality Disorder (NPD) adalah penyakit mental ketika seseorang memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi untuk kepentingan pribadinya dan juga rasa ingin dikagumi. Narsis termasuk salah satu dari tipe penyakit kepribadian. Seseorang yang terkena penyakit narsis biasanya diiringi juga dengan pribadi yang emosional, lebih banyak berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.

Dalam buku Essentials Abnormal Psychology karya V. Mark Durand dan David H. Barlow, dijelaskan bahwa gangguan kepribadian narsistik adalah gangguan yang melibatkan pola pervasive dari grandiosities dalam fantasi atau perilaku; membutuhkan pujian dan kurang memiliki empati.

Orang-orang yang menilai “tinggi” dirinya sendiri – bahkan melebih-lebihkan kemampuan riil mereka dan menganggap dirinya berbeda dengan orang lain, serta pantas menerima perlakuan khusus, merupakan perilaku yang sangat ekstrem.

Narkissos atau Narsisus
jatuh cinta terhadap dirinya sendiri.
Lukisan karya
Michelangelo Caravaggio.

Dalam mitologi Yunani, Narcissus adalah seorang pemuda yang menolak cinta Echo dan sangat terpesona dengan keelokannya sendiri. Ia menghabiskan waktunya untuk mengagumi bayangan dirinya yang tercermin di danau. Para psikoanalis, termasuk Freud, menggunakan istilah narcissistic untuk mendeskripsikan orang-orang yang menunjukkan bahwa dirinya orang penting secara berlebih-lebihan dan yang terokupasi dengan keinginan mendapatkan perhatian (Cooper dan Ronningstam, 1992).

Deskripsi Klinis
Penderita gangguan kepribadian narsistik memiliki perasaan yang tidak masuk akal bahwa dirinya orang penting dan sangat terokupasi dengan dirinya sendiri sehingga mereka tidak memiliki sensivitas dan tidak memiliki perasaan iba terhadap orang lain (Gunderson, Ronningstam, dan Smith, 1995). Mereka membutuhkan dan mengharapkan perhatian khusus. Mereka juga cenderung memanfaatkan dan mengeksploitasi orang lain bagi kepentingannya sendiri serta hanya sedikit menunjukkan sedikit empati. Ketika dihadapkan pada orang lain yang sukses, mereka bisa merasa sangat iri hati dan arogan. Dan karena mereka sering tidak mampu mewujudakan harapan-harapannya sendiri, mereka sering merasa depresi.

Menurut DSM IV-TR, kriteria gangguan kepribadian narsistik yaitu, pandangan yang dibesar-besarkan mengenai pentingnya diri sendiri, arogansi, terfokus pada keberhasilan, kecerdasan, kecantikan diri, kebutuhan ekstrem untuk dipuja, perasaan kuat bahwa mereka berhak mendapatkan segala sesuatu, kecenderungan memanfaatkan orang lain, dan iri kepada orang lain.

Penyebab dan Penanganan
Beberapa penulis, termasuk Kohut (1971, 1977), percaya bahwa gangguan kepribadian narsistik muncul dari kegagalan meniru empati dari orang tua pada masa perkembangan awal anak. Akibatnya, anak tetap terfiksasi di tahap perkembangan grandiose. Selain itu, anak (dan kelak setelah dewasa) menjadi terlibat dalam pencarian, yang tak berkunjung dan tanpa hasil, figure ideal yang dianggapnya dapat memenuhi kebutuhan empatiknya, yang tak pernah terpenuhi.

Treatment research sangat terbatas, baik dalam hal jumlah studi maupun laporan tentang kesuksesannya (Groopman dan Cooper, 2001). Bila terapi dicobakan pada individu-individu ini, terapi itu sering kali difokuskan pada grandiositas, hipersensivitas terhadap evaluasi orang lain, dan kekurangan empati terhadap orang lain (Beck dan Freeman, 1990). Terapi kognitif diarahkan pada usaha mengganti fantasi mereka dengan focus pada pengalaman sehari-hari yang menyenangkan, yang memang benar-benar dapat dicapai. Strategi coping seperti latihan relaksasi digunakan untuk membantu mereka mengahadapi dan menerima kritik. Membantu mereka untuk memfokuskan perasaannya terhadap orang lain juga menjadi tujuannya. Karena penderita gangguan ini rentan mengalami episode-episode depresif, terutama pada usia pertengahan, penanganan sering dimulai untuk mengatasi depresinya. Tetapi, mustahil untuk menarik kesimpulan tentang dampak penanganan semacam itu pada gangguan kepribadian narsistik yang sesungguhnya.

Bakat Curang
Dan sebuah studi baru juga menunjukkan bahwa orang dengan karakter narsis memiliki kecenderungan untuk berbuat curang, baik pada tugas dan nyontek ujian sekolah.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang narsis termotivasi untuk menipu dan berbuat curang karena sifatnya yang selalu ingin pamer kepada orang lain. Orang narsis juga tidak pernah merasa bersalah dengan tindakannya.

Orang narsis benar-benar ingin dikagumi oleh orang lain. Saat menjadi pelajar, ia selalu ingin mendapat nilai bagus dengan cara apapun termasuk berbuat curang dengan menyontek,” kata Amy Brunell, penulis studi dan asisten profesor psikologi di Ohio State University di Newark, dilansir Medindia.

Menurut Brunell, orang narsis cenderung lebih egois, melebih-lebihkan bakat dan kemampuannya serta kurangnya rasa empati kepada orang lain.

Narsisis (sebutan untuk orang narsis) merasa perlu untuk mempertahankan citra diri yang positif dan mereka kadang-kadang akan menyisihkan kekhawatiran etis untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan,” jelas Brunell lebih lanjut.

Studi yang dilakukan tim Brunell melibatkan 199 mahasiswa. Pada studi ini, peneliti mengukur tingkat narsisme dengan memilih pernyataan yang paling menggambarkan sifat partisipan.

Misalnya, partisipan dapat memilih antara ‘saya tidak lebih baik atau tidak lebih buruk daripada kebanyakan orang‘ atau ‘saya berpikir saya orang yang spesial‘.

Peneliti juga mengukur tingkat ‘harga diri’ partisipan dan menanyakan seberapa sering partisipan berbuat curang dengan menyontek pada saat mengerjakan tugas atau ujian sekolah selama satu tahun terakhir.

“Kami menemukan bahwa salah satu bagian yang lebih berbahaya dari narsisisme-eksibisionisme (keinginan untuk pamer dan menjadi pusat perhatian) adalah terkait dengan kecurangan, dalam hal ini kecurangan akademik,” jelas Brunell.

Brunell mengatakan, keinginan untuk memamerkan diri benar-benar membuat orang dengan karakter narsisme lebih mungkin untuk melakukan tindakan curang.

Hasil studi ini telah dipublikasikan secara online di jurnal Personality and Individual Differences.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders serta American Psychiatric Association pun menyebutkan beberapa gejala dan kriteria penyakit narsis, diantaranya :

  1. Mementingkan diri sendiri, melebih-lebihkan prestasi dan bakat yang dimiliki, berharap dikenal sebagai orang unggul tanpa ada hasil atau pencapaian tertentu.
  2. Terlalu bangga dengan fantasinya dan memiliki tujuan yang tidak realistik tentang keberhasilan yang tiada batas, kekuatan, kepintaran, kecantikan atau kisah cinta yang ideal.
  3. Percaya bahwa dirinya sangat spesial dan hanya bisa bergabung atau bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki status tinggi.
  4. Memerlukan pujian yang berlebih ketika melakukan sesuatu
  5. Memiliki keinginan untuk diberi julukan tertentu
  6. Bersikap egois dan selalu mengambil keuntungan dari setiap kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkannya
  7. Tidak memiliki perasaan empati terhadap sesama
  8. Selalu merasa iri hati dengan keberhasilan orang lain dan percaya bahwa orang lain juga iri padanya
  9. Menunjukkan sifat arogan dan merendahkan orang lain
  10. Mudah terluka, emosional dan memiliki pribadi yang lemah

DAFTAR PUSTAKA ;

  1. WIKIPEDIA
  2. NETSAINS
  3. STROV