Materi, Energi, & Informasi Itulah Esensi Alam Semesta

18 11 2011

Informasi… Konsep ini di masa sekarang memiliki makna yang jauh lebih berarti dibandingkan setengah abad yang lalu sekalipun. Para ilmuwan merumuskan sejumlah teori untuk mengartikan istilah informasi. Para ilmuwan sosial berbicara tentang “abad informasi”. Informasi kini tengah menjadi konsep yang amat penting bagi umat manusia.

Penemuan informasi tentang asal-usul alam semesta dan kehidupan itu sendiri lah yang menjadikan konsep informasi ini menjadi begitu penting di dunia modern ini. Kalangan ilmuwan kini menyadari bahwa jagat raya terbentuk dari “materi, energi dan informasi,” dan penemuan ini telah menggantikan filsafat materialistik abad ke-19 yang menyatakan bahwa alam semesta keseluruhannya terdiri dari “materi dan energi” saja.

Lalu, apa arti dari semua ini?

Kami akan jelaskan melalui sebuah contoh, yakni DNA. Semua sel hidup berfungsi berdasarkan informasi genetis yang terkodekan pada struktur rantai heliks ganda DNA. Tubuh kita juga tersusun atas trilyunan sel yang masing-masingnya memiliki DNA tersendiri, dan semua fungsi tubuh kita terekam dalam molekul raksasa ini. Sel-sel kita menggunakan kode-kode protein yang tertuliskan pada DNA untuk memproduksi protein-protein baru. Informasi yang dimiliki DNA kita sungguh berkapasitas sangat besar sehingga jika anda ingin menuliskannya, maka ini akan memakan tempat 900 jilid ensiklopedia, dari halaman awal hingga akhir!

Jadi tersusun dari apakah DNA? Lima puluh tahun yang lalu, para ilmuwan akan menjawab bahwa DNA terdiri atas asam-asam inti yang dinamakan nukleotida dan beragam ikatan kimia yang mengikat erat nukleotida-nukleotida ini. Dengan kata lain, mereka terbiasa menjawabnya dengan menyebutkan hanya unsur-unsur materi dari DNA. Namun kini, para ilmuwan memiliki sebuah jawaban yang berbeda. DNA tersusun atas atom, molekul, ikatan kimia dan, yang paling penting, informasi.

Persis sebagaimana sebuah buku. Kita akan sangat keliru jika mengatakan bahwa sebuah buku hanya tersusun atas kertas, tinta dan jilidan buku; sebab selain ketiga unsur materi ini, adalah informasi yang benar-benar menjadikannya sebuah buku. Informasi lah yang membedakan satu jilid Encyclopedia Britannica dari sekedar sebuah “buku” yang terbentuk dari penyusunan acak huruf-huruf seperti ABICLDIXXGGSDLL. Keduanya memiliki kertas, tinta dan jilidan, tapi yang satu memiliki informasi sedangkan yang kedua tidak memilikinya. Sumber informasi ini adalah penulis buku tersebut, suatu kecerdasan yang memiliki kesadaran. Karenanya, kita tidak dapat mengingkari bahwa informasi dalam DNA telah ditempatkan oleh sesuatu yang memiliki kecerdasan.

Informasi, tembok penghalang bagi teori evolusi dan materialisme

Penemuan fakta ini telah menempatkan filsafat materialis dan Darwinisme, yakni penerapan paham materialisme ini pada ilmu alam, di hadapan tembok penghalang besar. Sebab, filsafat materialis menyatakan bahwa semua makhluk hidup hanya tersusun atas materi dan bahwa informasi genetis muncul menjadi ada melalui mekanisme tertentu secara “kebetulan”. Hal ini sebagaimana pernyataan bahwa sebuah buku dapat terbentuk melalui penyusunan kertas dan tinta secara serampangan, acak atau tanpa disengaja.

Materialisme berpijak pada teori “reduksionisme,” yang menyatakan bahwa informasi pada akhirnya dapat direduksi atau disederhanakan menjadi materi. Karena alasan ini, kalangan materialis berkata bahwa tidak ada perlunya mencari sumber informasi di luar materi. Akan tetapi pernyataan ini telah terbukti keliru, dan bahkan kalangan materialis telah mulai mengakui kebenaran ini.

Salah satu pendukung terkemuka teori evolusi, George C. Williams, mengemukakan dalam sebuah tulisannya di tahun 1995 tentang kesalahan materialisme (reduksionisme) yang beranggapan bahwa segala sesuatu terdiri atas materi:

Kalangan ahli biologi evolusionis hingga kini tidak menyadari bahwa mereka bekerja dengan dua bidang yang sedikit banyak berbeda: yakni bidang informasi dan bidang materi… Dua bidang ini tidak akan pernah bertemu pada satu pengertian yang biasanya disebut dengan istilah “reduksionisme” …Gen adalah satu paket informasi, dan bukan sebuah benda.. . Dalam biologi, ketika anda berbicara tentang masalah-masalah seperti gen, genotip dan perbendaharaan gen (gene pools), anda berbicara tentang informasi, bukan realitas fisik kebendaannya… Kurangnya kata-kata yang sama dan semakna yang dapat digunakan untuk menjelaskan keduanya ini menjadikan materi dan informasi berada pada dunia yang berbeda, yang harus dibahas secara terpisah, dan dengan menggunakan istilah mereka masing-masing. 1

Stephen C. Meyer, seorang filsuf ilmu pengetahuan dari Cambridge University dan termasuk yang mengkritisi teori evolusi serta materialisme, mengatakan dalam sebuah wawancara:

Satu hal yang saya lakukan di perkuliahan untuk memahamkan gagasan ini kepada para mahasiswa adalah: saya pegang dua disket komputer. Satu disket ini berisikan software (=informasi), sedangkan yang satunya lagi kosong. Lalu saya bertanya, “Apakah perbedaan berat di antara dua disket komputer ini akibat perbedaan isi informasi yang mereka punyai?” Dan tentu saja jawabannya adalah nol, tidak berbeda, tidak ada perbedaan akibat keberadaan informasi di salah satu disket. Hal ini dikarenakan informasi adalah kuantitas yang tidak memiliki berat. Informasi bukanlah suatu keberadaan materi. 2

Jika demikian, bagaimanakan penjelasan materialis menjelaskan asal-usulnya? Bagaimanakah penyebab yang bersifat materi dapat menjelaskan asal-muasalnya?… Hal ini memunculkan hambatan yang cukup mendasar bagi skenario materialistik evolusionis.

Di abad ke-19, kita berkeyakinan bahwa terdapat dua keberadaan dasar dalam ilmu pengetahuan: Materi dan Energi. Di awal abad ke-21, kita kini mengakui bahwa terdapat keberadaan dasar yang ketiga, dan ini adalah informasi. Informasi tidak dapat direduksi atau disederhanakan menjadi materi, tidak pula menjadi energi.

Semua teori yang dikemukakan di abad kedua puluh untuk menyederhanakan informasi menjadi materi – sebagaimana teori asal-usul kehidupan secara acak, pengaturan materi secara mandiri, teori evolusi dalam biologi yang berusaha menjelaskan informasi genetis spesies melalui mekanisme mutasi dan seleksi alam – telah gagal. Profesor Phillip Johnson, pengritik terkemuka Darwinisme, menulis:

Dualitas yang sesungguhnya ada pada setiap tingkatan dalam biologi adalah dualitas materi dan informasi. Kalangan filsuf akal-ilmu pengetahuan tidak mampu memahami sifat asli informasi dikarenakan mereka beranggapan bahwa informasi ini dihasilkan oleh sebuah proses materi (yakni. sebagaimana konsep Darwin) dan, karenanya, secara mendasar tidak berbeda dengan materi. Tapi ini hanyalah prasangka yang akan terhapuskan dengan pemikiran yang jujur. 3

Sebagaimana pernyataan Johnson, “informasi bukanlah materi, meskipun informasi ini tercetak pada materi. Informasi ini berasal dari suatu tempat lain, dari suatu kecerdasan…” Dr. Werner Gitt, direktur dan profesor pada German Federal Institute of Physics and Technology, mengungkapkan pemikiran yang hampir sama:

Sistem pengkodean senantiasa memerlukan proses kecerdasan non-materi. Materi yang bersifat fisik tidak dapat menghasilkan kode informasi. Semua pengalaman menunjukkan bahwa tiap-tiap informasi kreatif menunjukkan keberadaan usaha mental dan dapat dirunut hingga ke sang pemberi gagasan yang menggunakan kehendak bebasnya sendiri, dan yang memiliki akal yang cerdas… Tidak ada hukum alam yang pernah diketahui, tidak pula proses, tidak pula urutan peristiwa yang pernah diketahui yang dapat menyebabkan informasi muncul dengan sendirinya pada materi… 4

Sebagaimana telah kita perbincangkan di atas, sebuah buku terbentuk dari kertas, tinta dan informasi yang dikandungnya. Sumber informasi ini adalah kecerdasan sang penulis.

Dan ada satu lagi hal penting. Kecerdasan ini ada sebelum keberadaan unsur-unsur materi dan kecerdasan inilah yang menentukan bagaimana menggunakan unsur-unsur materi tersebut. Sebuah buku pertama kali muncul dalam benak seseorang yang akan menulis buku tersebut. Sang penulis menggunakan perangkaian logis dan dengannya menghasilkan kalimat-kalimat. Kemudian, di tahap kedua, ia mewujudkan gagasan ini menjadi bentuk materi. Dengan menggunakan mesin ketik ata komputer, ia mengubah informasi yang ada dalam otaknya menjadi huruf-huruf. Setelah itu, huruf-huruf ini sampai kepada tempat percetakan dan membentuk sebuah buku.

Sampai di sini, kita telah sampai pada kesimpulan berikut: “Jika materi mengandung informasi, maka materi ini telah dirangkai sebelumnya oleh sebuah kecerdasan yang memiliki informasi tersebut. Pertama, terdapat sebuah kecerdasan. Kemudian pemilik kecerdasan ini mengubah informasi tersebut menjadi materi, dan, dengan demikian, menciptakan sebuah desain.”

Kecerdasan yang ada sebelum keberadaan materi

Demikianlah, sumber informasi di alam tidak mungkin materi itu sendiri, sebagaimana pernyataan kaum materialis. Sumber informasi bukanlah materi, akan tetapi sebuah Kecerdasan di luar materi. Kecerdasan ini telah ada sebelum keberadaan materi. Kecerdasan ini menciptakan, membentuk dan menyusun keseluruhan alam semesta yang bersifat materi ini.

Biologi bukanlah satu-satunya cabang ilmu pengetahuan yang menghantarkan kita pada kesimpulan ini. Astronomi dan fisika abad kedua puluh juga membuktikan adanya keselarasan, keseimbangan dan rancangan menakjubkan di alam. Dan ini mengarahkan pada kesimpulan adanya suatu Kecerdasan yang telah ada sebelum keberadaan jagat raya, dan Dialah yang telah menciptakannya.

Ilmuwan Israel, Gerald Schroeder, yang telah mempelajari fisika dan biologi di sejumlah universitas seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), sekaligus pengarang buku The Science of God (Ilmu Pengetahuan Tuhan), membuat sejumlah pernyataan penting tentang hal ini. Dalam buku barunya yang berjudul The Hidden Face of God: Science Reveals the Ultimate Truth (Wajah Tersembunyi Tuhan: Ilmu Pengetahuan Mengungkap Kebenaran Hakiki), ia menjelaskan kesimpulan yang dicapai oleh biologi molekuler dan fisika quantum sebagaimana berikut:

Suatu kecerdasan tunggal, kearifan universal, melingkupi alam semesta. Sejumlah penemuan oleh ilmu pengetahuan, yang mengkaji tentang sifat quantum dari materi-materi pembentuk atom (sub-atomik), telah membawa kita sangat dekat kepada pemahaman yang mengejutkan: seluruh keberadaan merupakan perwujudan dari kearifan ini. Di laboratorium kita merasakannya dalam bentuk informasi yang pertama-tama terwujudkan secara fisik dalam bentuk energi, dan kemudian terpadatkan menjadi bentuk materi. Setiap partikel, setiap wujud, dari atom hingga manusia, tampak mewakili satu tingkatan informasi, satu tingkatan kearifan. 5

Menurut Schroeder, temuan-temuan ilmiah di zaman kita mengarah pada pertemuan antara ilmu pengetahuan dan agama pada satu kebenaran yang sama, yakni kebenaran Penciptaan. Ilmu pengetahuan kini tengah menemukan kembali kebenaran ini, yang sebenarnya telah diajarkan agama-agama wahyu kepada manusia selama berabad-abad.

LAUHUL MAHFUZH (KITAB YANG TERPELIHARA
Sejauh ini, kita telah menyaksikan kesimpulan ilmu pengetahuan tentang alam semesta dan asal-usul makhluk hidup. Kesimpulan ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta dan kehidupan itu sendiri diciptakan dengan menggunakan cetak biru informasi yang telah ada sebelumnya.

Kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan modern ini sungguh sangat bersesuaian dengan fakta tersembunyi yang tercantum dalam Alquran sekitar 14 abad yang lalu. Dalam Alquran, Kitab yang diturunkan kepada manusia sebagai Petunjuk, Allah menyatakan bahwa Lauhul Mahfuzh (Kitab yang terpelihara) telah ada sebelum penciptaan jagat raya. Selain itu, Lauhul Mahfuzh juga berisi informasi yang menjelaskan seluruh penciptaan dan peristiwa di alam semesta.

Lauhul Mahfuzh berarti “terpelihara” (mahfuzh), jadi segala sesuatu yang tertulis di dalamnya tidak berubah atau rusak. Dalam Alquran, ini disebut sebagai “Ummul Kitaab” (Induk Kitab), “Kitaabun Hafiidz” (Kitab Yang Memelihara atau Mencatat), “Kitaabun Maknuun” (Kitab Yang Terpelihara) atau sebagai Kitab saja. Lauhul Mahfuzh juga disebut sebagai Kitaabun Min Qabli (Kitab Ketetapan) karena mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang akan dialami umat manusia.

Dalam banyak ayat, Allah menyatakan tentang sifat-sifat Lauhul Mahfuzh. Sifat yang pertama adalah bahwa tidak ada yang tertinggal atau terlupakan dari kitab ini:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kcuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daupun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Al An’aam, 6:59)

Sebuah ayat menyatakan bahwa seluruh kehidupan di dunia ini tercatat dalam Lauhul Mahfuzh:

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al An’aam, 6:38)

Di ayat yang lain, dinyatakan bahwa “di bumi ataupun di langit”, di keseluruhan alam semesta, semua makhluk dan benda, termasuk benda sebesar zarrah (atom) sekalipun, diketahui oleh Allah dan tercatat dalam Lauhul Mahfuzh:

Kami tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Alquran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun seeasr zarrah (atom) di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebi besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Yunus, 10:61)

Segala informasi tentang umat manusia ada dalam Lauhul Mahfuzh, dan ini meliputi kode genetis dari semua manusia dan nasib mereka:

(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”. Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat). (QS. Qaaf, 50:2-4)

Ayat berikut ini menyatakan bahwa kalimat Allah di dalam Lauhul Mahfuzh tidak akan ada habisnya, dan hal ini dijelaskan melalui perumpamaan:

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman, 31:27)

KESIMPULAN
Fakta-fakta yang telah kami paparkan dalam tulisan ini membuktikan sekali lagi bahwa berbagai penemuan ilmiah modern menegaskan apa yang diajarkan agama kepada umat manusia. Keyakinan buta kaum materialis yang telah dipaksakan ke dalam ilmu pengetahuan ternyata malah ditolak oleh ilmu pengetahuan itu sendiri.

Sejumlah kesimpulan ilmu pengetahuan modern tentang “informasi” berperan untuk membuktikan secara obyektif siapakah yang benar dalam perseteruan yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Perselisihan ini telah terjadi antara paham materialis dan agama. Pemikiran materialis menyatakan bahwa materi tidak memiliki permulaan dan tidak ada sesuatu pun yang ada sebelum materi. Sebaliknya, agama menyatakan bahwa Tuhan ada sebelum keberadaan materi, dan bahwa materi diciptakan dan diatur berdasarkan ilmu Allah yang tak terbatas.

Fakta bahwa kebenaran ini, yang telah diajarkan oleh agama-agama wahyu – seperti Yahudi, Nasrani dan Islam – sejak permulaan sejarah, telah dibuktikan oleh berbagai penemuan ilmiah, merupakan petunjuk bagi masa berakhirnya atheis yang sebentar lagi tiba. Umat manusia semakin mendekat pada pemahaman bahwa Allah benar-benar ada dan Dialah yang “Maha Mengetahui.” Hal ini sebagaimana pernyataan Alquran kepada umat manusia dalam ayat berikut:

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauhul Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah. (QS. Al Hajj, 22:70)

by. HARUN YAHYA

Advertisements




THE LAW OF RESONANCE, MANAJEMEN QALBU, & KEBERLIMPAHAN

3 10 2011

Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh….

APLIKASI THE LAW OF RESONANCE & THE LAW OF ATTRACTION DALAM KEHIDUPAN SOSIAL, MANAJEMEN QALBU, & KEKAYAAN.

Ketika dua getaran gelombang bertemu, maka akan terjadi dua hal berikut ini :

  1. Interferensi Konstruktif atau Resonansi Harmonis [Selaras] yaitu terjadi pelipat gandaan kekuatan getaran.
  2. Interferensi destruktif atau Resonansi yang tdk harmonis dan bersifat saling menetralkan kekuatan getaran.

Interferensi adalah interaksi antar gelombang di dalam suatu daerah. Interferensi dapat bersifat membangun dan merusak. Bersifat membangun jika beda fase kedua gelombang sama sehingga gelombang baru yang terbentuk adalah penjumlahan dari kedua gelombang tersebut. Bersifat merusak jika beda fasenya adalah 180 derajat, sehingga kedua gelombang saling menghilangkan.

Jika pada suatu tempat bertemu dua buah gelombang, maka resultan gelombang di tempat tersebut sama dengan jumlah dari kedua gelombang tersebut. Peristwa ini di sebut sebagai prinsip superposisi linear. Gelombang-gelombang yang terpadu akan mempengaruhi medium. Nah, pengaruh yang ditimbulkan oleh gelombang-gelombang yang terpadu tersebut disebut interferensi gelombang.

Ketika mempelajari gelombang stasioner yang dihasilkan oleh superposisi antara gelombang datang dan gelombang pantul oleh ujung bebas atau ujung tetap, Anda dapatkan bahwa pada titik-titik tertentu, disebut perut, kedua gelombang saling memperkuat (interferensi konstruktif), dan dihasilkan amplitudo paling besar, yaitu dua kali amplitudo semuala. Sedangkan pada titik-titik tertentu, disebut simpul, kedua gelombang saling memperlemah atau meniadakan (interferensi destruktif), dan dihasilkan amplitudo nol.

Dengan menggunakan konsep fase, dapat kita katakan bahwa interferensi konstruktif (saling menguatkan) terjadi bila kedua gelombang yang berpadu memiliki fase yang sama. Amplitudo gelombang paduan sama dengan dua kali amplitudo tiap gelombang. Interferensi destruktif (saling meniadakan) terjadi bila kedua gelombang yang berpadu berlawanan fase. Amplitudo gelombang paduan sama dengan nol. Interferensi konstruktif dan destruktif mudah dipahami dengan menggunakan ilustrasi pada Gambar Di bawah ini.

Nah, sebagaimana telah saya kupas dengan panjang kali lebar dalam TOPIK MATA KETIGA, INTUISI, & INDRA KE ENAM. Bahwa emosi manusia itu hakikatnya mengandung getaran gelombang bioelektromagnetik yang bisa bernilai Positif atau Negatif. Klik Di Sini.. [http://www.naqsdna.com/2011/09/strategi-mempertajam-intuisi.html]

Getaran Emosi yang dipancarkan oleh orang lain, hakikatnya itu hanyalah sekedar provokasi yang memancing emosi kita agar bergetar selaras dengan getaran emosi mereka. Nah, bila Fikiran dan hati kita sdh terlatih dengan Zikrullah. Maka kita punya kemampuan dan kehendak bebas untuk bereaksi sesuai dengan kehendak kita. Dan tidak mudah terpancing oleh provokasi orang lain…..

Bila Getaran Emosi yang kita terima adalah Negatif, misalnya bernada kebencian, kemarahan, iri hati, dll. Maka kita bisa bereaksi dengan tidak melayaninya bergetar dalam frekwensi mereka. Namun kita bisa bebas untuk memilih untuk tidak selaras dengan mereka dan bereaksi dengan getaran frekwensi kita sendiri.

Tekhnisnya menghadapi kejadian seperti itu yaitu dengan beristighfar di dalam hati atau dengan lisan kita. Dan untuk sesaat kita memilih diam & tersenyum… untuk menenangkan gejolak hati kita yg sedang menerima pancaran energi negatif tersebut…….

Sehingga dengan demikian, ketika dua getaran yang bersifat dikotomi (bertolak belakang, positif bertemu negatif) tadi bertemu, maka akan bersifat saling menetralkan. Sehingga permasalahan menjadi cepat segera selesai tanpa berlarut-larut………. ► Hati kita tetap terjaga stabilitas getarannya, dan getaran hati lawan bicara kita juga menjadi ternetralkan. Efeknya, Tidak ada masalah yg terjadi.

Dan bila Getaran Emosi Positif yang kita terima dari orang lain. semisal emosi kegembiraan, Rasa syukur, keceriaan, dll. Kitapun bisa bebas untuk bereaksi dengan cara sesuai pilihan kita. Bila kita memilih untuk bergetar selaras dengan mereka dengan turut serta bergembira atas kegembiraan dan kebahagiaan mereka. Maka Getaran Kebahagiaan tersebut akan mengalami pelipat gandaan efek. Sehingga terjadilah kebahagiaan berjamaah. he..he..he…

Efeknya pada hati kita yaitu getaran hati kita yg positif akan naik berlipat ganda frekwensinya. Demikian pula getaran orang lain tersebut.

Nah, dalam hubungannya dengan KEKAYAAN. Ketika kita ikut bergembira atas kegembiraan orang lain yang memperoleh nikmat dari Allah swt. Semisal baru beli MOBIL misalnya. Maka energi keberlimpahan yang mereka peroleh akan juga menular kepada kita. Sehingga ketika kita konsisten atau Jujur dengan perasaan itu. Maka hanya dengan turut bersyukur dan bergembira atas nikmat Allah yang diperoleh orang lain, kita menjadi selaras dengan getaran keberlimpahan orang tersebut dan efeknya kita akan ketularan memperoleh keberlimpahan rizki juga dari Allah swt. Inilah aplikasi dari Hukum THE LAW OF ATTRACTION…..

Pengendalian Pikiran
Sang Buddha bersabda:
“Dunia dikendalikan oleh pikiran, oleh pikiran dunia diganggu.
Pikiran itu sendirilah satu hal yang membawa semua yang lain ada di bawah kekuasaanya.” (Samyutta Nikaya I, 39)

Pikiran merupakan sumber segala malapetaka dan kebajikan di dunia ini.
Pikiran yang negatif akan menciptakan hal-hal yang negatif, sebaliknya pikiran yang positif akan menciptakan hal-hal yang positif pula. Adakalanya pikiran menjadi liar tak terkendali seperti monyet sakti Sun-Go-Kong yang senantiasa melompat dan bergerak tanpa henti. Mulut bisa dikendalikan kapan akan berbicara dan diam, tubuh bisa diatur untuk diam dan bergerak, tetapi pikiran adalah sesuatu hal yang paling sulit dikendalikan.

Pikiran yang sulit dikendalikan tersebut kemudian akan mempengaruhi mulut dan tubuh kita. Sehingga pikiran yang tidak terkendalikan akan menghasilkan berbagai perbuatan dari ucapan dan tindakan yang dapat menimbulkan penderitaan. Kebahagiaan dapat dicapai apabila kita sudah berhasil mengendalikan pikiran secara baik.

Sang Buddha Bersabda :
“Sukar dikendalikan pikiran yang binal dan senang mengembara sesuka hatinya. Adalah baik untuk mengendalikan pikiran, suatu pengendalian pikiran yang baik akan membawa kebahagiaan.” (Dhammapada , 35)

Jiwa Harmonis Bisa Mengubah Dunia
Depresi saat ini menjadi penyakit dunia modern, angka bunuh diri atau membunuh orang lain, sekarang meningkat pesat, dan menurut penelitian, perempuan lebih rentan mengalami depresi, mungkin ini terjadi di mana perempuan lebih bermain dengan perasaannya, dibandingkan dengan pria yang lebih mengandalkan logikanya dalam menghadapi, dan menjalani situasi-situasi yang datang dalam kehidupan.

Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama saat ini. Sebuah keluarga akan menanggung akibatnya, jika ada anggotanya yang depresi, demikian juga yang terjadi di kantor, di perusahaan, dan di lingkup luas sebuah negara.

Sebab, orang yang menderita depresi menurun daya kreativitasnya, juga produktivitas daya hidupnya, tentu hal ini sangat mengganggu dalam kemajuan masyarakat, sehingga jika angka penderitanya semakin banyak, tidak tertutup kemungkinan sebuah negara akan terus mundur dalam segala aspek.

Depresi terselubung (masked depression) merupakan penyakit dunia modern yang saat ini, sangat banyak penderitanya, yaitu gejala yang muncul ke permukaan berupa keluhan-keluhan fisik (somatic), maka para dokter banyak dibanjiri pasien yang tidak diketahui penyakitnya, diketahui dalam pemeriksaan laboratorium didapat hasil yang normal, di sinilah diharapkan kepekaan para dokter, untuk mengarahkan pasien-pasien ini ke terapi kejiwaan, karena kemungkinan mereka penderita awal dari depresi yang akan terus bertambah parah.

Kasih Sayang
Seorang yang kuat dan sehat jiwanya, bisa saja dia jatuh dalam alam depresi jika tidak bisa mengatasi stressor (pemicu ketegangan) yang datang dalam derap kehidupannya. Perasaan gagal memenuhi rasa aman untuk diri sendiri dan orang yang dicintai. Perasaan gagal mendapatkan dan memenuhi kasih sayang. Didera perasaan bersalah pada diri sendiri.

Ambisi atau keinginan kuat, obsesi-obsesi yang tak terpenuhi. Perasaan minder atau sebaliknya, yaitu perasaan ‘super’ sama-sama sebagai bentuk pemicu depresi. Akibat terburuk dari depresi, biasanya terjadi dalam bentuk agresi, yaitu suatu reaksi terhadap frustrasi atau ketidakmampuan memuaskan kebutuhan psikologisnya.

Agresi hiper salah satu contohnya menjadi sosok penyerang, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, agresi hipo salah satu contohnya, sikap yang selalu mengalah, dan menarik diri.

Stres berkepanjangan membuat emosi labil, jantung berdenyut lebih cepat karena darah harus dipompa lebih aktif dan otot di seluruh tubuh menjadi tegang, inilah awal keluhan-keluhan fisik, yang jika dibiarkan berkepanjangan, bisa menyebabkan depresi.

Pada penderita depresi pemula, gejala umum yang sering terlihat, adalah menjadi pemurung. Orang itu selalu merasa tidak bahagia, pesimistis terhadap masa depan atau terhadap orang yang diharapkan, mudah tersinggung, sering melamun, mengerutu, serta kehilangan kepercayaan diri. Mulai menarik diri dari lingkungan, bersikap masa bodoh terhadap lingkungan, serba cemas, berpikir negatif terhadap orang lain, (paranoid), mulai malas bicara, bisa juga mudah tegang, dan emosi sangat mudah terpancing untuk meledak dalam bentuk ekspresi marah menangis, atau berteriak.

Jika kita mengalami beberapa keluhan perasaan di atas, dan merasakan fisik selalu tidak nyaman, ada saja keluhan sakit yang tidak jelas. Cobalah membuat gerakan untuk keluar dari gejala depresi ini, yaitu dengan menyadari keadaan mental sendiri, menerima diri apa adanya, jauhkan sikap selalu membandingkan diri dengan orang lain, mulai menyadari/menyelidiki trauma yang menjadi pemicu/ penyebab terjadinya gangguan perasaan ini, mulailah mengerahkan kecenderungan alamiah pada nilai yang positif dan pikiran yang membangun. Jika tidak mampu mengatasi sendiri, carilah pertolongan psikolog atau psikiater

Jelas sekali setiap orang membutuhkan keharmonisan jiwa, tapi pertanyaannya bagaimana bisa meraihnya? Carilah teman yang membangun, milikilah sahabat tempat berbagi. Sahabat adalah tempat berbagi suka atau duka, dengan saling menjaga dan percaya akan keajaiban kasih sayang, dengan keterbukaan merupakan awal pemulihan.

Nah, cukup sekian dulu ya… Wallahu a’lam……





Belajar Filosofi Aikido

25 09 2011

Seni bela diri jepang ,yang meminjam tenaga penyerang(uke) untuk digunakan oleh korban (nange). Prinsip aikido dari asal katanya adalah (Ai) keselarasan ,(Ki)Pusat kehidupan dan (DO) pusat keseimbangan.Aikido adalah beladiri cinta kasih ,karena selain pada teknik aikido tidak diajarkan teknik menyerang dan lebih condong lebih defensive, seni bela diri yang didirikan oleh Morehei Ueshiba ini tidak ada hasrat untuk menjatuhkan lawan yang ada hanya kita mencoba untuk megalirkan tenaga uke untuk menyelesaikan teknik, intinya adalah agar uke maupun nange aman.Dalam Aikido dikenal “Aiki”.

Belajar aikido tidak hanya belajar teknik (waza) ,tetapi aikidoka juga harus belajar menguasai emosi, mengontrol energi, sikap kerendahan hati,belajar memahami orang lain, alam semesta dan cinta kasih karena itu adalah hal yang utama dalam memahami jiwa atau spirit dari aikido. Hal yang tidak boleh dilupakan dari belajar aikido adalah aplikasinya, yang harus diterapkan tidak hanya pada saat latihan tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Aikido kaya akan filosofi kehidupan. Jika seseorang mulai mempelajarinya, maka ia akan mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dan dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari dan bukan sekedar tehnik belaka.

Aikido mengajarkan bagaimana seseorang harus bersikap, bagaimana seseorang harus menghargai kehidupan dan lain-lain. Aikido bukanlah agama tetapi pendiri Aikido pernah berkata bahwa dengan mempelajari Aikido, maka orang dapat lebih mudah mengerti dan mempelajari apa yang ia temukan dalam agama yang dipelajari. Aikido mengajarkan seseorang agar berjiwa seperti seorang samurai yang menjunjung tinggi kebenaran. Jiwa ini terefleksikan pada hakama (celana khas Jepang) yang dikenakan oleh praktisi Aikido yang telah tinggi tingkatannya. Pada hakama terdapat 7 butir ajaran samurai yang mewakili 7 pilar “Budo” (Jalan Pedang).

Tujuh ajaran ini meliputi:

  1. Kebenaran dan Kebaikan,
  2. Sikap Hormat dan Kehormatan,
  3. Ketulusan dan Kejujuran,
  4. Loyalitas,
  5. Kesopanan dan Sopan Santun,
  6. Pengetahuan dan Hikmah Kebijaksanaan,
  7. Keberanian.

Jadi praktisi aikido yang telah mengenakan hakama diharapkan mengerti, memahami dan menjalankan dari apa yang dikenakan.

Lebih mendalam lagi, Aikido mengajarkan tentang kehidupan dan bagaimana agar kita dapat menjalaninya secara harmonis. Pendiri Aikido pernah berkata “ Masa katsu Agatsu, Katsu Hayabi” yang berarti “ Kemenangan sejati adalah kemenangan atas diri sendiri; kemenangan sejati adalah kemenangan tanpa pergulatan sedikitpun”. Aikido menganut filosofi “muteki” atau “tidak ada musuh”. Maksudnya musuh terbesar dalam hidup kita adalah mengalahkan diri sendiri, setelah berhasil, maka sebenarnya tidak ada musuh di kehidupan ini. Musuh sebenarnya adalah diri kita sendiri. Agar dapat mencapai hal ini, kita membutuhkan “Makoto” atau “Hati yang bersih”. Dengan hati yang bersih, maka kita dapat melihat/ menilai apa yang ada di hadapan kita dengan lebih jelas, ibarat air danau yang jernih dan tenang, maka permukaannya akan memantulkan refleksi seperti apa adanya.

Ajaran ini sedikit banyak dapat menjelaskan mengapa Aikido tidak ada kompetisi dan bukan bela diri sport. Karena Aikido dimaksudkan bukan untuk mengajarkan menang atau kalah dan sikap sportif tetapi lebih kepada pelajaran untuk pembentukan karakter tiap praktisinya baik dari sisi hati, akhlak, moral, mental dan terakhir, fisik.

Aikido bagi saya, kurang atau lebihnya, adalah seni untuk memahami entitas energi. Energi bisa terdapat dalam unit apapun di alam dan kehidupan sehari-hari. Makhluk hidup, benda, mesin. Bahkan sesuatu yang bersifat mental; emosi, perasaan, kekuatan politik, perjanjian, hukum, norma, budaya, seni.

Dalam konteks fisik, dojo, latihan, praktik; aikido adalah seni memahami kekuatan energi penyerang, yakni tentang dari mana kekuatan dibangkitkan, disalurkan melalui mekanisme tubuh penyerang, lalu disampaikan kepada target serangan. Secara prinsipil; serangan adalah perpindahan energi yang disalurkan ke target perpindahan energi; dengan tujuan negatif. Energi bisa berpindah tempat melaui mekanisme biologis dari tubuh dan anggota tubuh pemilik energi; penyerang. Energi serangan lalu menemui titik kontak fisik dengan target serangan; lalu terjadi tubrukan energi. Akibat dari tubrukan energi adalah kerusakan, dari skala terkecil hingga terbesar; dari sekedar cidera ringan hingga kematian.

Bertahun-tahun, atau bahkan berpuluh tahun, praktisi aikido secara tehnik berlatih untuk memahami hal tersebut. Sebagian berkutat pada “bentuk” tehnik, sebagian lebih maju mengekplorasi “konsep” dan “strategi”, sebagian kecil mencapai tahap “pemecahan masalah” dengan cara “yang lebih baik” dan manusiawi.

Secara konsep dan strategi, bela diri aikido terbagi menjadi tiga bagian. Bertemu kontak dengan energi serangan, meruntuhkan keseimbangan, dan akhirnya melakukan tehnik bela diri. Konsep dan strategi ini tentu ditopang oleh pondasi tehnis lain yang sangat penting. Seperti kuda-kuda, jarak, kewaspadaan, gerak dasar, jurus dasar, dan lain-lain.

Ketika seorang praktisi telah begitu “maju” dalam hal teknis, dimana bela diri aikido adalah semudah hatinya berkehendak, maka akhirnya, aikido adalah masalah hati. Lalu tiba-tiba energi utama pembelaan diri adalah kondisi hati; kondisi batin. Terbukalah suatu tabir bahwa penyerangan bermula dari hati, maka pembelaan diri juga seyogyanya adalah dari hati. Dari pemahaman energi secara fisik, beralih menjadi pemahaman energi secara mental; atau bahkan secara metafisika.

Seorang praktisi lalu menjadi orang yang lebih “bijaksana” dibanding sekian puluh tahun yang lalu ketika ia baru saja mengenal aikido. Dari si muda yang hatinya penuh terisi dengan ambisi akan kekuatan dan penaklukan, hingga menjadi si renta “sakti” yang hatinya penuh mahfum, dengan segalanya telah digenggam di tangan. Lalu, si praktisi, betapapun tinggi gunung telah di dakinya, betapapun jalan panjang telah dilewatinya melebihi siapapun, meninggal.

Selebihnya, siapa yang tahu. Karena alam sesudah kematian bukanlah jangkauan aikido.

Aikido – jalan keselarasan: dari tiada, menjadi ada, lalu tiada kembali….

Maka akhirnya, keselarasan sejati adalah milik Sang Pencipta.
Ketika Sang Pencipta Berkata kepada ciptaan: “Datanglah kepada Ku, dengan sukarela atau terpaksa.”
Maka jawaban seluruh semesta adalah: “Kami datang dengan suka rela ya Tuhanku.”

Referensi :
[INDONESIA AIKIKAI]
Aiki Kenkyu Bogor





Hakekat Shalawat

8 09 2011

Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh…

Sahabat NAQS dimanapun berada, sudah hampir setahun NAQS DNA berdiri dan melakukan kegiatan pelatihan secara on line. Walaupun secara Formal dan Offline kiprah NAQS tidak kelihatan, namun perkembangan siswa yang mengikuti melalui jalur ON LINE sungguh sangat luar biasa. Ya, mudah-mudahan apa yang kita lakukan ini menjadi amal jariyah buat kita semuanya.

Sahabat, dalam hari-hari kemarin. Saya lebih banyak mengupas NAQS DNA dari sudut pola fikir orang Indonesia yang multi kultur. Sehingga segala pola fikiran yang senada dan seirama akan saya masukkan sebagai bahan pelajaran untuk menambah wawasan kita bersama. Nah, kali ini akan saya hadirkan sebuah tulisan karya Bpk. Kuswanto Abu Irsyad. Sekedar untuk menjawab pertanyaan siswa NAQS yang berada di Negara Malaysia, yang sering bertanya mengenai asal-usul energi yang diusung oleh NAQS DNA.

Tulisan beliau ini merupakan sebuah pendekatan yang hampir tepat untuk menjelaskan hakikat dari Energi yang digunakan oleh para praktisi NAQS. Yang merupakan Energi Wasilah atau Frekwensi penghantar dari energi Doa kita agar sampai ke hadlirat Allah SWT. Sinyal inilah yang di Attunementkan ke seluruh siswa dalam proses inisiasi. Setelah siswa terhubung dengan Sistem Komunikasi Ilahiah ini, barulah Getaran Hati & Pikiran mereka dapat tersambung secara langsung ke Alam Maha Kosmos. Bisa dikatakan, semua siswa pasti mengetahui perbedaannya. Bagaimana mereka dulu ketika berkomunikasi dengan Allah tanpa melalui sistem dan setelah melalui sistem. Sungguh sangat jauh perbedaannya.

Tapi anda jangan berfikir ngeress ya… artinya kalau sudah tersambung dengan Allah secara benar, otomatis semua ambisi duniawi kita akan di ijabahi…. he..he..he… Belum tentu sayang… Inilah pola fikir orang-orang yang menjual akhirat untuk dunia. Makanya, Attunement itu baru sebuah langkah awal. Langkah selanjutnya adalah pembinaan kepada siswa bagaimana untuk hidup dengan benar sesuai Sistem Ilahi. Dan itu adalah proses yang bertahap, step by step….. Okey, kita lanjut pembahasannya. Mari sinau tentang Hakikat Shalawat

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikatnya bersholawat atas Nabi; hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah untuk Nabi dan ucapkan s a l a m dengan penghormatan kepadanya”.(QS Al-Ahzab 33:56)

Shalawat sebagai tawasul pembuka hijab
Do’a masih akan terhalang bila orang yang berdo’a tersebut tanpa bertawassul dengan bersholawat pada Nabi saw.. Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw. berkata:

‘Setiap do’a antara seorang hamba dengan Allah selalu diantarai dengan hijab (penghalang, tirai) sampai dia mengucapkan sholawat pada Nabi saw.. Bila ia membaca sholawat, terbukalah hijab itu dan masuklah do’a.’ (Kanzul ‘Umal 1:173, Faidh Al-Qadir 5:19)

Amirul Mukminin Imam Ali bin Abi Thalib kw. juga berkata, Rasulallah saw. bersabda:
“ Setiap do’a terhijab (tertutup) sampai membaca sholawat pada Muhammad dan keluarganya”. ( Ibnu Hajr Al-Shawaiq 88 )

Juga ada riwayat hadits sebagai berikut:
“Barangsiapa yang melakukan sholat dan tidak membaca shalawat padaku dan keluarga (Rasulallah saw.), sholat tersebut tidak diterima (batal)”. (Sunan Al- Daruqutni 136)

Mendengar sabda Nabi saw. ini para sahabat diantaranya Jabir Al-Anshori berkata:
‘Sekiranya aku sholat dan didalamnya aku tidak membaca sholawat pada Muhammad dan keluarga Muhammad aku yakin sholatku tidak di terima’. (Dhahir Al-Uqba : 19)

Begitu juga Imam Syafi’i dalam sebagian bait syairnya mengatakan:
“Wahai Ahli Bait (keluarga) Rasulallah, kecintaan kepadamu diwajibkan Allah dalam Al-Qur’an yang diturunkan, Cukuplah petunjuk kebesaranmu, Siapa yang tidak bersholawat (waktu sholat) padamu tidak diterima sholatnya…. “ .

Hakikat Shalawat
“Sesungguhnya orang-orang yang memaggilmu (bershalawat) dari belakang bilik-bilik (masih terhijab batinnya) itu, kebanyakan mereka tidak mengerti. Dan sekiranya mereka bersabar, sampai engkau (Nur Muhammad) keluar (menampakkan) kepada mereka, niscaya hal itu lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang” (QS 49 : 4-5)

Kebanyakan umat Islam, tidak tahu apa arti dari hakekat shalawat, tapi baru mengetahui bacaan shalawat yang berupa tulisan, padahal tulisan “allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad” bukanlah shalawat, ini hanya tulisan. Jika dibaca maka bunyinya –allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad- ini juga bukan shalawat, (ketika dibaca terdengar “bunyi bacaan shalawat”).

Kita ambil contoh lain, dari huruf m a k a n kita mendengar bunyi –makan- dan ini bukan “makan”, karena huruf m a k a n (1), berbunyi –makan- (2), ada action “makan”(3), yang di awali dengan memasukkan makanan ke mulut, mengunyahnya, hingga menelannya.

Contoh lain, dari huruf s h a l a t (1) berbunyi –shalat- (2), ada action “shalat (3), yang diawali dengan takbir diakhiri dengan salam.

Kembali ke s h a l a w a t (1), terbaca/berbunyi –shalawat- (2), actionnya…(3)?

Jika dijawab : Itu…allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad…Lho itu kan bacaannya….Jadi ada hal yang harus kita pertanyakan. *Bagaimanakah action shalawat itu sehingga jika kita melakukan action itu secara otomatis melewati wilayah s h a l a w a t dan –shalawat.

Lewat action “makan” di dalamnya kita telah m a k a n dan –makan-. Dengan penjelasan di atas dapat disimpulkan untuk setiap konsep, pemahamnya selalu ada tiga. Jadi ada segitiga pemahaman konsep.

* Untuk/kepada siapakah “shalawat” itu diberikan/ditujukan? Jika melihat bunyi ayat tentang shalawat…inna llaha wa malaikatahu yushalluna ‘ala nnabiyyi ya ayyuha lladzina amanu shallu ‘alayhi wa sallimu taslima…maka shalawat ditujukan kepada Nabi Muhammad s.a.w.) …bacaannya ..allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad…Menurut pendapat saya pribadi….sangat pantas beliau mendapat penghargaan seperti itu…sangat tidak mengherankan jika orang-orang yang hidup di sekeliling beliau siap mati…siap berkorban… siap meninggalkan kemewahan dunia… anak.. isteri.. jabatan….. karena beliau memberi tuntunan sehingga para sahabat dapat “melihat” dapat “mendengar”, dan dapat “berbicara”. Apa yang bisa menandingi kebahagiaan tak terukur yang diakibatkan dari bisa “melihat”, bisa “mendengar, dan bisa “berbicara”. Jawabannya “tidak ada”. Ada ayat yang sangat “keras” bunyinya : (lebih kurang) Katakan :Jika bapakmu, anakmu, harta bendamu, niaga yang kau khawatirkan untung ruginya lebih aku cintai daripada aku maka rasakanlah azabku.

* Lalu bagaimana beliau ber”shalawat” kepada “diri”nya sendiri?Beliau tidak akan membunyikan bacaan shalawat. Tapi beliau melakukan actionnya. Lalu sekarang ini apakah kita sudah bisa menulis a l l a h u m m a s h a l l i ‘ a l a m u h a m m a d w a ‘ a l a a l i m u h a m m a d, apakah kita sudah bisa membaca tulisan itu sehingga berbunyi –allahumma shalli ‘ala muhammad wa ‘ala ali muhammad , dan apakah kita sudah bisa actionnya…?

Catatan : Kita memang kadang sering lupa bahwa cahaya terang di ruangan ini karena ada bohlam dan bohlam bisa menyala karena ada gardu dan gardu ini tak berarti apa-apa jika tidak ada listriknya…dan tentang listrik ini kita sebenarnya hanya melihat “tanda-tanda adanya listrik/gejala listrik”. Saya tidak bisa melihat listriknya.

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikatnya bersholawat atas Nabi; hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah untuk Nabi dan ucapkan s a l a m dengan penghormatan kepadanya”.(QS Al-Ahzab 33:56)

Berdasarkan fiman Allah seperti tersebut diatas, umat Islam diperintahkan untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Pada saat ini kita mengenal beberapa jenis kalimat sholawat yang dibuat oleh para Ulama, sesuai dengan keyakinan dan ajaran alirannya masing-masing, diantaranya adalah sebagai berikut :

“Semoga Allah memberi sholawat atas Nabi kita, “Muhammad” dan atas “Keluarga” serta Sahabat-sahabatnya”.

“Dan berikanlah rahmat Allah dan salam Allah atas Nabinya “Muhammad” dan atas keluarganya dan sahabatnya”.

“Ya Allah” berilah rahmat dan sejahtera atas penghulu Nabi kami Muhammad Rosulullah”.

Dalam dunia kaum Ma’rifatullah, terdapat sebuah hadits yang cukup terkenal, yaitu :

“Dia (Allah) berada dalam qolbu hambanya yang beriman”. (Al Hadits)

Qolbu yang tersebut dalam hadits Nabi di atas oleh kaum Ma’rifatullah dinamakan :

  • Mahligai–Nya Allah
  • Keraton-Nya Allah
  • Istana-Nya Allah
  • Masjid-Nya Allah
  • Rumah-Nya Allah

“Qolbu” itu disebut juga “Induknya Rasa” dan juga disebut “Babuning Roh atau Rohul Qudus atau Hu”.

Induknya Rasa atau “Rasanya Allah“ sama dengan Rasa Hakekat Muhammad. Sedangkan Babuning Roh itu sama dengan “Hakekat Muhammad” juga. Jadi “Rasa Allah” (Rosulullah) adalah Hakekat Muhammad yaitu “Hakekat Rosul Allah”.
.
jadi kesimpulannya adalah bahwa Qolbu itu adalah “Muhammad” sebagai makhluk pertama yang Allah ciptakan dari Diri-Nya sendiri atau disebut juga dengan “Sifatullah” atau “Nurullah” atau Jauhar Awal (Cahaya Pertama) atau Hu, yaitu “Hakekat Muhammad”.

Bermula manusia (Muhammad) itu rahasia-Ku dan Aku adalah rahasianya dan rahasia-Ku adalah sifat-Ku dan sifat-Ku tidak lain adalah Aku. ( Hadits Qudsi )
“ Aku (muhammad) berasal dari Allah dan Alam ini bersal dari Aku (Muhammad). ( Hadits Qudsi )

Telah datang akan kamu dari pada Allah itu “NUR”. (yaitu Nabi kita Muhammad SAW). (QS An-Nisa 4:174)

“…………. Dan dia (Hu) bersama kamu dimana saja kamu berada” (atau jikasudah menjadi insan yang suci, Dia selalu bersamamu). (QS Al-Mujadilah 58 : 7)

“…………. Kami lebih dekat denganmu, dibanding leher dan urat lehermu”. (QS Qaf 50:16)

TUJUAN BERSHOLAWAT.
Tujuan bersholawat dan mengucapkan salam atas Nabi Muhammad SAW, atas keluarganya, serta sahabat-sahabatnya, terbagi atas 2 (dua) pendapat yang dapat diartikan secara Syariat dan secara Hakikat yaitu :
1. Secara Syariat.
Umat Islam bersholawat dan mengucapkan salam atas Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan atas sahabat-sahabatnya, secara terperinci ditujukan kepada:

  • Rosul dan Nabi Muhammad bin Abdulah yaitu insan yang dibersihkan dan disucikan oleh Allah SWT. Dan diangkat sebagai Nabi dan Rosul terakhir yang sekarang sudah tidak ada lagi (wafat).
  • Keluarga Muhammad SAW yaitu : “Anak–istri-Ibu-Bapak-saudara dan famili yang terdekat. ( Mungkin juga termasuk pamannya yang bernama Abu Jahal yang selalu menjadi rintangan tugas Nabi ).
  • Kesemuanya itu sudah tidak ada lagi (wafat).
  • Para sahabat-sahabatnya yaitu yang diamksud : Abubakar r.a. – Umar – Usman r.a ‘Ali r.a. dsb. Ini pun keseluruhanya sudah tidak ada lagi. (wafat)

2. Secara Hakekat.
Umat Islam yang sudah menguasai ilmu syariat, Hakikat, Tarekat dan Ma’rifat juga bersholawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi mereka bersholawat bukan ditujukan kepada Nabi Muhammad bin Abdullah, juga tidak ditujukan kepada para keluarga dan para sahabat Nabi, tapi ditujukan khusus kepada:

“Nabi Muhammad selaku Hakekat Rosul Allah, sebagai makhluk yang pertama kali diciptakan, makhluk yang tercinta dan termulia sesudah Allah, sebagai Rosul awal dan akhir yang diberi rahmat untuk semesta alam. (Ini pun tergantung sampai dimana tingkatan ilmu dan terbukanya hijab yang pernah dianugrahi Allah kepada hamba-hamba-Nya).

“ Muhammad itu bukanlah bapak dari salah seorang diantara kamu, tetapi ia adalah utusan Allah dan penghabisan semua Nabi”.(QS Al-Ahzab 33:40)

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya ditengah-tengah kamu ada Rasul Allah “. ( QS Al Hujurot 49 :7 )

“ Orang-orang yang telah Kami beri Al Kitab ( Kitab Yang Bercahaya ), mengenalnya ( Nur Muhammad ) seperti mengenal anak-anak meereka sendiri dan sesungguhnya segolongan diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahuinya “. ( QS Al Baqoroh 2 : 146 ) lihat juga QS Al An’am 6 : 20.

“Tugas Ku selesai setelah kiamat” (Hadits)

Disamping ditujukan khusus kepada Hakekat Muhammad ketika membaca sholawat, ada juga sebagian kaum Ma’rifatullah menyebutkan keluarga dan sahabat-sahabatnya Nabi dalam arti secara hakekat pula yaitu:

  1. Yang dimaksud “Keluarga Muhammad” adalah mereka yang pernah mengenal kepada “Hakekat Muhammad” yaitu yang pernah ma’rifat kepada Dzat & Sifat Allah.
  2. Yang dimaksud dengan para sahabat-sahabat Muhammad yaitu: mereka yang pernah Allah tunjukan jalan yang lurus; apakah mereka sudah sampai atau belum (tahap ma’rifat kepada Hakekat Rosul Muhammad atau disebut ma’rifat kepada Dzat dan sifat Allah). Hal ini tergantung dari keuletan, ketakwaan, keikhlasan, dan keimanan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar yang diridhoi Allah, sesuai dengan ajaran agama Islam.

“Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu (Muhammad) keluar menemui mereka, sesungguhnya itu adalah lebih baik bagi mereka dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(QS Al-Hujarat 49:5).

(Bahagialah mereka jika mereka bersabar sampai Hakekat Muhammad menampakan dirinya).

Umat Islam yang sudah sampai ke martabat Ma’rifatullah, selalu bersholawat kepada Nabi karena perintah Allah dalam Al Qur’an, dengan tidak menuntut imbalan jasa atau pahala.

  1. “Bahagialah orang yang bertemu dan mengenal Aku dan beriman kepada-ku”. (Mereka sudah mencapai derajat Isbatul yakin kepada Hakekat Muhammad).
  2. “Bahagialah, orang yang tidak bertemu aku, tapi bertemu dengan orang yang mengenal kepada-ku (ma’rifat) dan beriman kepada-ku”.
    Mereka baru mencapai derajat ilmul yakin terhadap adanya Hakekat Muhammad dalam dirinya sesuai dengan ajaran Islam (ilmu) yang diterima dari guru mursyidnya yaitu guru yang pernah bertemu dan mengenal Hakekat Muhammad.
    Mereka sudah dapat dianggap sebagai para “sahabat Nabi Muhammad” dan apabila mereka tekun dalam menjalankan “tarekat”, dan lebih bersabar serta lebih mencintai Allah dan Rosul-Nya, Insya Allah dapat meningkat dari “sahabat” menjadi “Keluarga” Nabi Muhammad.
  3. “Bahagialah, orang yang tidak bertemu dengan aku dan juga tidak mengenal dengan orang yang mengenal kepada-ku (ma’rifat), tapi beriman kepada ku.

Mereka yang tidak bertemu dengan hakekat Muhammad dan juga tidak bertemu dengan orang yang mengenal Hakekat Muhammad (ma’rifat), sehingga tidak dapat “Berguru” kepadanya, tetapi beriman kepada Muhammad dan berguru kepada Ulama Syariat dan bisa mendapat ilmu dari hasil membaca buku yang dikarang oleh para “Ulama” besar, mereka berarti sudah percaya menurut kabar adanya Hakekat Muhammad pada dirinya sendiri.

Pada tahapan tersebut, mereka sudah termasuk umat Muhammad dan mudah-mudahan dengan izin Allah, dibukakan hijab yang menjadi penghalang Qolbu sehingga lamabat laun semoga Allah memberikan atau memancarkan Nurrun Ala Nurrin dan meningkat menjadi insan atau sahabat Hakekat Muhammad.

“Rasa Allah” itulah Rasa Muhammad, itulah induknya Rasa atau disebut “Hakekat Muhammad” induknya rasa yang bersih dan suci disebut “Qolbu mu’min” yang menjadi mahligai Allah.

Induk Rasa (Hakekat Muhammad) itu terbagi atas 2 kategori:
Terdiri dari 5 (lima) rasa lahir dan 1 (satu) rasa lahir batin yang mencangkup kelima rasa tersebut tadi. Jadi jumlahnya ada 6 (enam) rasa.

  1. Rasa ke 1 : Nyatanya dibadan kita yaitu rasa jasad,Rosulnya Adam a.s. dan sahabat Rosulnya “Adam Kholifatullah”
  2. Rasa ke 2 : Nyatanya dibadan kita yaitu rasa pendengaran /kuping, Rosulnya Ibrahim a.s dan sahabat Rosulnya “Ibrahim Habibullah”
  3. Rasa ke 3 : Nyatanya dibadan kita yaitu rasa penglihatan / mata, Rosulnya Daud a.s dan sahabat Rosulnya “Daud Kholilullah”
  4. Rasa ke 4 “: Nyatanya dibadan kita yaitu rasa mulut/lidah, Rosulnya Musa a.s dan sahabat Rosulnya “ Musa Kalamullah”
  5. Rasa ke 5 : Nyatanya dibadan kita yaitu rasa mencium atai hidung, Rosulnya Isa a.s dan sahabat Rosulnya “Isa Rohullah”
  6. Rasa ke 6 : Nyatanya dibadan kita yaitu rasa Qolbu, rasa lahir batin yang mencakup kelima (5) rasa tersebut diatas atau disebut “Hakekat Muhammad” atau “Rosul/Rasa Allah”.Rosulnya Muhammad Saw. Dan sahabat Rosulnya “Muhammad Rosulullah”.

Dengan adanya keterangan / penjelasan tersebut diatas, semoga pembaca sudah dapat menangkap atau sudah dapat menerima bahwa yang dianggap Hakekat “Keluarga” dari Hakekat Muhammad itu adalah para Rosul dan para Nabi.

Para Nabi itu adalah bersaudara seayah dan seibu, syareatnya berbeda-beda, sedangkan asal dan pokok agamanya satu ( Hadits ).

Adapun yang dimaksud “ Sahabat-sahabat “dari Hakekat Muhammad itu adalah “Insan yang benar-benar beriman dan sedang menjalankan Sabilillah, berusaha mencapai tingkat tinggi, hingga diberi anugerah Allah untuk dapat ma’rifat (bertemu, melihat dan mengenal) dengan Hakekat Muhammad atau disebut “Sifatullah” atau “Hakekat Syahadat”.

Dimana ada sifat disitu ada Dzat. Dimana ada Muhammad disitu ada Allah.

Merekalah yang dianugerahi Ilmu Laduni yaitu “NURRUN ALA NURRIN” (ma’rifatullah).
(Bapak Kuswwanto Abu Irsyad) [http://nurhayun.blogspot.com/2010/07/hakikat-shalawat.html}

PELAJARAN SELANJUTNYA KLIK..




ALAM SEMESTA ADALAH KITAB SUCI

19 08 2011

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
( QS. Al-Alaq : 1-5 )

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat TANDA-TANDA bagi orang-orang yang berakal, ( QS. Ali Imran 3:190 )”

Sahabat setia NAQS DNA, tentu anda sudah membaca artikel saya yang berjudul “Berguru Pada Bambu“, “Berguru pada laba-laba“, “Berguru Pada Semut“, atau “Spirit Elang“, atau “JARINGAN ENERGI INFORMASI ALAM SEMESTA“, Mengendarai Ombak Kehidupan, dan banyak lagi artikel sejenis yang intinya saya mengajak anda semua untuk membaca Alam semesta dalam rangka mencari makna mengenai Jati diri kita dan untuk apa kita diciptakan dan kemana tujuan hidup kita. Karena Alam semesta adalah sebuah Buku Besar yang berisi Ayat-ayatNya.

Sering beberapa sahabat di dunia maya suka mencela bahkan sangat antipati ketika saya mengajaknya membaca ayat-ayat Kauniyah, seakan-akan itu lebih rendah dari ayat-ayat Allah swt yang tertulis di Al-Quran. Dan kegiatan itu dianggap sekedar sebagai membuang waktu yang sia-sia. Karena perbuatan yang sia-sia maka tidak mendapat pahala…. he..he..he.. Pahala Oriented nih ye….

Padahal, Merenungi ayat-ayat, yang Allah ciptakan di langit dan di bumi tersebut, menghayati, memperhatikan dan memikirkannya merupakan hal yang membawa manfaat yang sangat besar bagi manusia dalam menguatkan dan mengokohkan keimanannya. Karena, dari situlah ia mengetahui keesaan pencipta dan penguasaNya, dari situlah ia mengenali kesempurnaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka bertambah besarlah pengagungan dan penghormatannya kepada-Nya. Bertambahlah ketaatan dan ketundukannya kepada Allah. Ini merupakan buah yang paling besar dari proses tadabbur tersebut.

Apabila Anda memperhatikan apa yang diserukan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk direnungkan, hal itu akan mengantarkan kamu pada ilmu tentang Rabb, tentang keesaan-Nya, sifat-sifat keagungan-Nya dan kesempurnaan-Nya, seperti qudrat, ilmu, hikmah, rahmat, ihsan, keadilan, ridha, murka, pahala dan siksa-Nya. Begitulah cara Dia memperkenalkan diri kepada hamba-hamba-Nya dan mengajak mereka untuk merenungi ayat-ayat-Nya.

Diantara sebab yang menumbuhkan keimanan dan mendorongnya adalah tafakkur merenungi penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Merenungi penciptaan diri sendiri serta berbagai macam sifat yang ada di dalamnya. Hal itu akan menguatkan iman. Karena keajaiban makhluk-makhluk tersebut menunjukkan kudrat dan keagungan penciptanya. Demikian pula keindahan, kerapian dan kekokohannya yang membuat kagum ulul albab (orang yang berakal). Semua itu menunjukkan keluasaan ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keluasaan hikmah-Nya. Berbagai macam manfaat dan nikmat yang sangat banyak tiada terhingga dan tiada terhitung, yang mana itu menunjukkan keluasaan rahmat Allah, kemahapemurahan dan kebaikan-Nya. Semua itu mendorong kita untuk mengangungkan pencipta dan pembuatnya, mendorong kita untuk mensyukuri dan selalu mengingat-Nya serta mengikhlaskan agama ini hanya untuk-Nya semata. Itulah ruh keimanan dan rahasianya.

Allah telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, Ayat Qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab-kitab-Nya. Al-Qur’an adalah ayat qauliyah. Yang kedua, Ayat Kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos). Bahkan diri kita baik secara fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS Fushshilat ayat 53:

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”

Hubungan antara Ayat Qauliyah dan Ayat Kauniyah
Antara ayat-ayat qauliyah dan ayat-ayat kauniyah terdapat hubungan yang sangat erat karena keduanya sama-sama berasal dari Allah. Kalau kita memperhatikan ayat qauliyah, yakni Al-Qur’an, kita akan mendapati sekian banyak perintah dan anjuran untuk memperhatikan ayat-ayat kauniyah. Salah satu diantara sekian banyak perintah tersebut adalah firman Allah dalam QS Adz-Dzariyat ayat 20-21:

“Dan di bumi terdapat ayat-ayat (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?”

Dalam ayat diatas, jelas-jelas Allah mengajukan sebuah kalimat retoris: “Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” Kalimat yang bernada bertanya ini tidak lain adalah perintah agar kita memperhatikan ayat-ayat-Nya yang berupa segala yang ada di bumi dan juga yang ada pada diri kita masing-masing. Inilah ayat-ayat Allah dalam bentuk alam semesta (ath-thabi’ah, nature).

Dalam QS Yusuf ayat 109, Allah berfirman: “Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka?”

Ini juga perintah dari Allah agar kita memperhatikan jenis lain dari ayat-ayat kauniyah, yaitu sejarah dan ihwal manusia (at-tarikh wal-basyariyah).

Disamping itu, sebagian diantara ayat-ayat kauniyah juga tidak jarang disebutkan secara eksplisit dalam ayat qauliyah, yakni Al-Qur’an. Tidak jarang dalam Al-Qur’an Allah memaparkan proses penciptaan manusia, proses penciptaan alam semesta, keadaan langit, bumi, gunung-gunung, laut, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan sebagainya. Bahkan ketika para ilmuwan menyelidiki dengan seksama paparan dalam ayat-ayat tersebut, mereka terkesima dan takjub bukan kepalang karena menemukan keajaiban ilmiah pada ayat-ayat tersebut, sementara Al-Qur’an diturunkan beberapa ratus tahun yang lalu, dimana belum pernah ada penelitian-penelitian ilmiah.

Karena itu, tidak hanya ayat-ayat qauliyah yang menguatkan ayat-ayat kauniyah. Sebaliknya, ayat-ayat kauniyah juga senantiasa menguatkan ayat-ayat qauliyah. Adanya penemuan-penemuan ilmiah yang menegaskan kemukjizatan ilmiah pada Al-Qur’an tidak diragukan lagi merupakan bentuk penguatan ayat-ayat kauniyah terhadap kebenaran ayat-ayat qauliyah.

Kewajiban Kita terhadap Ayat-ayat Allah
Setelah kita mengetahui bentuk ayat-ayat Allah, yang menjadi penting untuk dipertanyakan adalah apa yang harus kita lakukan terhadap ayat-ayat tersebut. Atau dengan kata lain, apa kewajiban kita terhadap ayat-ayat tersebut? Dan jawabannya ternyata hanya satu kata: iqra’ (bacalah), dan inilah perintah yang pertama kali Allah turunkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS Al-‘Alaq: 1-5)

Lalu bagaimana kita membaca ayat-ayat Allah? Jawabannya ada pada dua kata: Tadabbur dan Tafakkur.

Terhadap ayat-ayat qauliyah, kewajiban kita adalah tadabbur, yakni membacanya dan berusaha untuk memahami dan merenungi makna dan kandungannya.

Sedangkan terhadap ayat-ayat kauniyah, kewajiban kita adalah tafakkur, yakni memperhatikan, merenungi, dan mempelajarinya dengan seksama. Dan untuk melakukan dua kewajiban tersebut, kita menggunakan akal pikiran dan hati yang telah Allah karuniakan kepada kita.

Mengenai kewajiban tadabbur, Allah memberikan peringatan yang sangat keras kepada orang yang lalai melakukannya. Allah berfirman dalam QS Muhammad ayat 24: “Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”

Dan mengenai kewajiban tafakkur, Allah menjadikannya sebagai salah satu sifat orang-orang yang berakal (ulul albab). Dalam QS Ali ‘Imran ayat 190 – 191, Allah berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka mentafakkuri (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Tujuan Membaca Ayat-ayat Allah
Tujuan utama dan pertama kita membaca ayat-ayat Allah adalah agar kita semakin mengenal Allah (ma’rifatullah). Dan ketika kita telah mengenal Allah dengan baik, secara otomatis kita akan semakin takut, semakin beriman, dan semakin bertakwa kepada-Nya. Karena itu, indikasi bahwa kita telah membaca ayat-ayat Allah dengan baik adalah meningkatnya keimanan, ketakwaan, dan rasa takut kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang semestinya terjadi pada diri kita setelah kita membaca ayat-ayat qauliyah adalah sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” (QS Al-Anfal: 2)

Dan yang semestinya terjadi pada diri kita setelah kita membaca ayat-ayat kauniyah adalah sebagaimana firman Allah berikut ini: “Dan mereka mentafakkuri (memikirkan) tentang penciptaan langit dan bumi (lalu berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia; Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali ‘Imran: 191)

Selanjutnya, kita juga membaca ayat-ayat Allah agar kita memahami sunnah-sunnah Allah (sunnatullah), baik itu sunnah Allah pada manusia dalam bentuk ketentuan syar’i (taqdir syar’i) maupun sunnah Allah pada ciptaan-Nya dalam bentuk ketentuan penciptaan (taqdir kauni).

Dengan memahami ketentuan syar’i, kita bisa menjalani kehidupan ini sesuai dengan syariat yang ia kehendaki, dan dalam hal ini kita bebas untuk memilih untuk taat atau ingkar. Namun, apapun pilihan kita, taat atau ingkar, memiliki konsekuensinya masing-masing.

Adapun dengan memahami ketentuan penciptaan, baik itu mengenai alam maupun sejarah dan ihwal manusia, kita akan mampu memanfaatkan alam dan sarana-sarana kehidupan untuk kemakmuran bumi dan kesejahteraan umat manusia. Dengan pemahaman yang baik mengenai ketentuan tersebut, kita akan mampu mengelola kehidupan tanpa melakukan perusakan.

Nah sebagai tambahan, dalam kesempatan ini mari kita simak sebuah catatan dari sahabat saya Kang Mualimin Ali, yang mencoba menguraikan mengenai misteri Alam semesta. Yang pada prinsipnya Alam semesta terdiri 5 komponen, yaitu :

  1. ENERGI :
    Bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah berbahan dasar energi. Itulah saat-saat awal kejadian alam semesta, sesaat setelah meledaknya sop kosmos sebagai cikal bakal jagat raya. Saat itu yang ada hanyalah lautan energi semata.
  2. RUANG & WAKTU :
    Bersama dg munculnya lautan energi setelah peledakan sop kosmos Allah menciptakan ruang dan waktu sebagai wadah bagi proses-proses yg berlangsung. Ruang sebagai pembatas posisi dan keberadaan, sedangkan waktu sebagai pembatas umur proses, sehingga ada waktu Awal dan Akhir(auwalu, wal akhiru) .
  3. MATERI :
    Sesaat berikutnya diciptakanlah materi. Materi adalah bentuk lain dari energi. Boleh diumpamakan sebagai energi yg menggumpal, sehingga membentuk segala jenis benda pengisi alam semesta raya ini. Materi dan energi bisa bolak balik berubah satu sama lain. Sekali waktu energi berbentuk materi, diwaktu yg lain materi berubah menjadi energi. Sampai kini.
  4. INFORMASI :
    Dalam waktu yg bersamaan Allah menciptakan informasi sebagai pengisi dari segala keberadaan. Disetiap energi, materi, ruang dan waktu, terdapat informasi. Ia berupa kode2 yg memiliki arti dan makna. Infomasi itulah sebenarnya yg menjadi inti keberadaan segala sesuatu. Ia adalah “kalimat” Sang Pencipta yg disampaikan sebagai pesan2 kepada mahluk-Nya. Di dlm benda dan pesan yg bermakna, dan di dalam ruang dan waktu pun ada pesan dan makna. Tanpa adanya informasi segala yg ada ini menjadi tidak bermakna.

    Informasi itu meresap ke dlm energi, materi, ruang dan waktu dlm bentuk kombinasi kode2. Atau “tanda2” dlm istilah Alqur’an. Ibaratnya, huruf2 yg membentuk kata, membentuk kalimat, membentuk paragraf2, menjadi bab, dan akhirnya menjadi buku. Jadi alam semesta ini sebenarnya adalah buku. Di dlmnya terdapat informasi berupa kata2 dan kalimat2 Allah yg menceritakan segala sesuatu, benda, peristiwa, sejarah, kehidupan, kematian, kebahagiaan, penderitaan, bahkan sampai pada kehancuran alam semesta ini sendiri, kelak di akhir sejarah waktu.

    Seluruh isi cerita buku ini telah ditulis seluruhnya oleh Allah, seluruh awal cerita, isi cerita, akhir cerita, semua ada di gengamanNya. Kita pun sebenarnya “boleh jadi” bisa mengetahui cetita di bab2 selanjutnya, meskipun kita masih di bab awal. Misalnya lewat deja vu. – Untuk yg belum faham tentang deja vu : Deja vu yaitu suatu perasaan yg kuat serasa pernah mengalami persis seperti peristiwa yg saat ini anda alami, padahal sesungguhnya anda belum pernah sama sekali mengalami sebelumnya. Atau anda saat ini beberapa kali melihat seseorang yg anda kenal atau sesuatu, setiap anda dekati ia menghilang karena memang sesungguhnya ia tdk ada. (Nah, Siapa dari teman2 yg pernah mengalami?… Deja vu ini)

  5. KHALIFAH (Manusia) :
    “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”( QS. Al Baqarah 2:30 )

    “Atau siapakah yang memperkenankan (do’a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. An Naml 27:62 )

    “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barang- siapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka.” ( QS. Faathir 35:39 )

    Kita adalah salah satu aktor dan aktris dlm cerita buku tersebut. Kita sedang mengendarai “kereta waktu” dari masa lalu ke masa depan. Kita melanglang jagat, melintasi ruang, melintasi materi dan energi, melintasi berbagai peristiwa dan informasi, bahkan “aku” mengembara di dalam badan sendiri, tubuh kecil kita, tubuh remaja, dewasa, menua lalu mati, hingga badan kembali hancur ke tanah, kemudian ke alam Barzakh sampai kembali lagi ke DzatNya. Semuanya sudah ada. Tertulis dalam buku semesta ini.

    Kereta waktu tdk pernah berhenti. Ia terus melaju ke masa depan. Siapa saja yg lengah akan kehilangan momen sejarah hidupnya. Dan tiba2 ia sudah sampai di “terminal terakhir” dimana ia harus menyelesaikan perjalanannya. Terus melanjutkan perjalanan ke alam berikutnya. Seluruh peristiwa di dlm buku itu, tak lebih adalah cerita tentang diri “Sang Pengarang”. Dia bercerita tentang mas lalu, masa kini dan masa depan, yg itu adalah “DiriNya”. Dia juga berkisah tentang keindahan semesta dimana kita berada, yg semua itu juga adalah “DiriNya”. Dia pun bercerita tentang bahagia dan penuh derita, yg itu pun adalah “DiriNya”. Semua tentang drama kehidupan ini Dia ceritakan dalam buku tersebut, dan itu adalah “DiriNya”.

    Kita adalah pembaca buku itu, tetapi kita juga adalah pelaku cerita dlm buku itu, dan itu pun adalah “DiriNya”. Dia menempatkan kamera2 di seluruh penjuru kehidupan, agar kita bisa menonton dan memahami isi cerita yg lebih utuh. Karena skenario cerita yg harus kita lakoni ini tidak diberitahukan di awal drama, melainkan harus kita pahami dan praktekkan secara bersamaan dg jalan cerita.

    Beruntunglah siapa saja yg tahu rahasia ini, karena banyak pemain drama yg tidak tahu dia harus berperan apa dlm hidupnya. Dan akhirnya, ia hanya menjadi orang linglung sampai saat terakhir drama selesai ….. Segeralah ambil peran anda “sekarang” juga, bukan disana atau disitu. Karena sesungguhnyalah hidup ini terjadi “saat ini” dan di “tempat ini”. Selebihnya cuma mimpi2 tak berarti….

WALLAHU ALAM BISH-SHOWAB…
Semoga kita selalu dibimbing-Nya di jalan-Nya yang lurus…
Semoga Rahmat dan Ridho Allah SWT selalu tercurah untuk kita semuanya…





Pengaruh Getaran Doa Terhadap Sel

19 08 2011

SEL DAN UNTAIAN DNA
Dalam setiap sel manusia terdapat Nukleus yang mengandung zat asam deoksiribonukleat atau Deoxyrribonucleic acid (DNA), yaitu zat yang kita sebut sebagai Gen. DNA terdiri dari dua untai berbentuk spiral yang mengandung molekul –molekul yang namanya dapat disingkat dengan huruf A,T,C dan G. Ini adalah kode genetik kita, yang mengandung semua informasi untuk membentuk kehidupan. Nukleus dari sebuah sel tubuh manusia memiliki tiga miliar huruf-huruf seperti tersebut diatas. Bentuk tubuh dan hidup kita dibentuk oleh informasi yang dibentuk dari kombinasi tiga milyar huruf tersebut dan disimpan didalam DNA kita . Instruksi pada DNA itulah yang membentuk bagian tubuh kita menjadi darah, tulang , daging, mata dan lain sebagainya.

Sel tubuh kita akan berfungsi sesuai instruksi yang aktif didalam gen yang ada didalam sel tersebut. Para ahli genetika menyebut instruksi-instruksi ini sebagai mekanisme nyala-padam (on-off). Tubuh kita akan dibentuk menurut gen yang sedang nyala (aktif). Seluruh informasi yang baik maupun yang buruk untuk pembentukan tubuh kita terdapat dalam triliunan gen yang ada didalam tubuh kita. Jika gen yang menyala banyak mengandung unsur negatif kita akan mengalami kekacauan pada metabolisme tubuh, namun jika gen yang nyala adalah gen yang baik insya Allah tubuh kita akan merasa baik dan nyaman .

Para ilmuwan mengatakan bahwa dari triliunan gen yang ada didalam tubuh kita yang aktif terus menerus hanya antara 5 sampai 10 persen saja, sisanya dalam keadaan pasif dan siap untuk diaktifkan sewaktu-waktu. Pengaruh luar dapat memicu gen yang pasif atau tidur itu untuk menyala dan aktif. Pengaruh luar dapat memicu gen yang buruk atau baik untuk menyala dan mulai mengatur sel tubuh untuk mengikuti instruksi gen yang nyala tersebut. Jika gen yang aktif merupakan gen yang buruk ia mulai menimbulkan berbagai masalah didalam tubuh kita, jika gen yang aktif merupakan gen yang baik ia akan memberi kenyaman dan kebaikan pula pada tubuh dan kehidupan kita.

Tubuh kita memilki gen yang berpotensi untuk menimbulkan penyakit, dan pada saat yang sama juga memiliki gen yang dapat menyembuhkan penyakit. Pada saat gen yang berpotensi menimbulkan penyakit menyala , kondisi ini akan diimbangi oleh menyalanya gen yang berpotensi menyembuhkan penyakit, sehingga dicapai keadaan yang seimbang dan tubuh kita tetap berada dalam keadaan sehat. Namun begitu keseimbangan tersebut terganggu, penyakit itu akan mulai menyebar keman-mana.

Orang yang mempunyai fikiran dan perasaan negatif dan berada dalam keadaan stres berkepanjangan dapat memicu aktifnya gen yang berpotensi untuk menimbulkan penyakit. Emosi yang labil menyebabkan menyalanya gen yang berpotensi untuk menimbulkan penyakit namun tidak diimbagi oleh sel yang mampu menyembuhkan penyakit. Hal tersebut menyebabkan orang tersebut sangat rentan terhadap gangguan berbagai penyakit. Gejala inilah yang umumnya menimbulkan gangguan psykosomatik pada kebanyakan orangdewasa ini.

James K Van Fleet dalam bukunya ‘” The Powwer within , tap your inner for and program yaourself for succsess” mengisahkan bagaimana John Hunter seorang ahli fisiologi terkenal mengalami nasib buruk karena dia mederita kelainan pada pembuluh arteri. Ia selalu berkata bahwa orang pertama yang membuat ia benar benar marah akan menyebabkan kematiannya. Istrinya pernah mencoba membuatnya marah beberapa kali namun tidak pernah berhasil. Akhirnya orang yang ditunggu tunggu muncul juga , dalam salah satu rapat medis Dr Hunter sangat marah, sehingga ia terjatuh dan meninggal disaat itu juga karena mengalami oklusi jantung. Kejadian seperti ini banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari hari bagaimana emosi yang memuncak dapat mendatangkan kematian pada seseorang akibat menyempitnya pembuluh darah di jantung atau pecahnya pembuluh darah di otak. Demikianlah perasaan negatip dan emosi yang memuncak bahkan dapat mendatangkan kematian pada seseorang.

Merasa dan berfikir positip
Orang yang selalu merasa dan berfikir positip memiliki emosi yang stabil, bebas dari rasa stress dan tertekan yang berkepanjangan , mampu meredam aktifnya gen yang berpotensi menimbulkan penyakit. Orang seperti ini mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap berbagai penyakit. Bahkan kadangkala makanan yang menurut perhitungan ilmu kedokteran dapat membahayakannya tidak berpengaruh sedikitpun padanya.

Dalam kehidupan sehari hari kita jumpai orang yang kuat merokok namun sampai usia hampir 90 tahun masih tetap sehat tidak mengalami gangguan apapun. Adapula orang yang banyak mengkonsumsi gula dan garam namun tidak mengalami gangguan penyakit diabet maupun darah tinggi. Fikiran dan perasaan positip yang dimilikinya merangsang gen positipnya untuk meredam semua efek negatif yang muncul dari makanan tersebut. Selalu merasa dan berfikir positip sangat penting untuk mempertahankan tubuh tetap sehat dan bugar.

Perasan dan fikiran dapat mengaktifkan gen kita, sebagian besar gen kita yang sedang tidur dapat diaktifkan oleh kekuatan fikiran dan perasaan . Kazuo Murakami Ph D seorang ahli genetika dari Jepang menyatakan dalam bukunya “The Divine Message of the DNA” bahwa faktor faktor positip seperti kegembiraan, sukacita, keyakinan dan do’a dapat mengaktifasi gen gen yang bermanfaat. Sementara faktor negatif seperti kegelisahan , stress, kesedihan, rasa takut, dapat menon-aktifkan gen yang bermanfaat dan nsebaliknya mengaktifkan gen yang tidak bermanfaat (buruk).

Untuk membuktikan hipotesanya ini ia bergabung dengan raksasa bisnis hiburan jepang Yoshimoto Kogyo Co untuk mempelajari pengaruh tawa dan perasaan senang pada ekspresi gen. Secara sfesifik ia meneliti bagaimana tawa mempengaruhi tingkat glukosa darah pada orang yang mengidap diabetes type 2. Dalam penelitian itu ia mengukur glukosa darah setelah puasa (fasting blood clucose) pada subyek tes. Kemudian sebagian mereka mendengarkan kuliah yang tidak lucu dan membosankan sementara yang lain menonton pertunjukan komedi yang lucu dan menyenangkan. Kemudian makanan dihidangkan kepada mereka setelah itu Kazuo Murakami mengukur gula darah setelah makan(post –prandial blood glucose ) mereka. Dalam percobaan itu ia mendapati glukosa darah mereka yang mengikuti kuliah yang membosankan itu meningkat 123 mg/dl sedang pada mereka yang menonton komedi hanya meningkat sebesar 77 mg/dl. Penelitian tersebut menunjukan bahwa tawa memiliki efek menguntungkan bagi tingkat glukosa darah

Aktifitas Zikir (Mengingat Allah) termasuk kegiatan positif yang melibatkan Fikiran dan perasaan manusia, dan itu mempunyai dampak positif terhadap diri manusia. Dzikrullah itu menghasilkan getaran-getaran gelombag elektromagnetik dengan frekuensi cahaya yang terus menerus menggesek hati kita. Maka, hati kita pun akan memancarkan cahaya. Jika getaran zikrullah yang lembut ini vibrasinya semakin menguat, maka ia akan merembet menggetarkan seluruh bio electron dalam tubuhnya untuk mengikuti getaran energi zikir tersebut, hasilnya seluruh sel dan bioelectron yang berada di dalam diri manusia akan menjadi stabil (tenang) dan berproses dengan sehat.

Allah berfirman :
28- (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d 28)

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” [QS. Az Zumar (39) : 23]

Betapa jelasnya Allah mengatakan dalam ayat-ayat di atas, bahwa getaran Dzikrullah berimbas ke seluruh sel yang berada di dalam tubuh manusia.

Klinik Ochsner di New Orleans menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa dari 500 pasien yang dirawat di klinik mereka 74 persennya menderita penyakit karena gangguan mental/emosi. Departemen Medis Universitas Yale yang menangani pasien berobat jalan juga melaporkan bahwa 76 % dari pasien yang datang ke klinik mereka terbukti menderita penyakit karena fikiran dan perasaan negatif yang mempengaruhi emosi mereka.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa fikiran dan perasaan sangat besar pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh . Jika kita sedang makan tiba tiba diberi tahu bahwa anak yang kita kasihi meninggal akibat kecelakaan , dijamin anda tidak bisa meneruskan makan anda. Tubuh anda segera bereaksi, nafas menjadi sesak selera makan kontan menghilang, otot dan saraf anda menjadi tegang. Pada kondisi tertentu juga diikuti naiknya tekanan darah yang kadangkala menyebabkan pecahnya pembuluh darah tertentu. Kadangkala juga diikuti denganrasa mulas pada bagian perut.

Pola hidup dikota besar yang cenderung materialistis dan penuh persaingan menyebabkan tekanan yang berat pada fikiran dan perasaan sebagian orang. Mereka yang tidak terampil memenage fikiran dan perasaannya dalam menghadapi tekanan dan kesibukan pekerjaan, cenderung untuk mengalami gangguan psykosomatik, yaitu penyakit fisik yang muncul akibat gangguan mental/emosi. Umumnya mereka tidak menyadari bahwa penyakit fisik yang mereka derita adalah akibat gangguan emosi yang mereka alami. Mereka hanya sibuk mengobati penyakit fisik yang timbul dan tidak memperhatikan masalah fikiran dan perasaan yang menjadi penyebab dari penyakit tersebut.

Beberapa penyakit fisik yang sering muncul mengiringi gangguan emosi antara lain, Nyeri dileher, Radang tenggorokan, Gatal dan luka pada kulit, Kesemutan dan bengkak, Pusing dan sakit kepala, Sembelit, Diare, Gangguan lambung, Keletihan . Kadangkala gangguan emosi ini juga bisa memicu beberapa penyakit ganas seperti tumor dan kanker. Menangani gangguan penyakit fisik akibat gangguan emosi tidak cukup hanya dengan mengobati gejala fisik yang timbul, tapi harus dibarengi dengan mengatasi gangguan emosi tersebut. Usaha mengobati gangguan fisik akan sia- sia jika tidak diiringi dengan usaha mengatasi gangguan emosi. Obat-obatan medis yang diberikan hanya untuk mengurangi rasa sakit atau mengurangi efek buruk penyakit tersebut , namun tidak akan mampu menyembuhkan secara sempurna jika penyebab utama nya yaitu gangguan emosi tidak segera diatasi.

Penyakit yang timbul akibat gangguan psykosomatik ini kadang kala tidak bisa dideteksi secara fisik maupun medis. Penderita merasakan keluhan rasa sakit dan tidak nyaman ditubuhnya yang kadangkala lokasinya berpindah-pindah, namun pemeriksaan medis tidak menemukan kelainan pada organ tubuh yang dikeluhkan itu. Menghadapi hal ini biasanya dokter menyarankan pasiennya untuk konsultasi pada psikiater, namun sayangnya banyak pasienyang menolak saran ini:” Emangnya saya gila dok…” . Selanjutnya ia akan mencari dokter lain untuk menyembuhkan keluhannya itu. Orang ini akhirnya akan sering gonta-ganti dokter namun penyakitnya tidak juga kunjung sembuh.

Pengaruh Fikiran dan perasaan negatif pada gen dan sel tubuh
Fikiran dan perasaan negatif mempunyai andil yang besar sebagai penyebab gangguan psykosomatik yang dialami banyak orang. Seseorang yang berada dalam keadaan tertekan, stres berkepanjangan atau menghadapi masalah dan problem berat yang tidak pernah terselesaikan , biasanya memiliki fikiran dan perasaan yang negatif. Fikiran dan perasaan negatif ini akan mempengaruhi gen dan sel tubuhnya, yang pada akhirnya akan memunculkan berbagai keluhan pada tubuh dan fisik yang bersangkutan.

Allah menciptakan manusia dari sebutir sel yang dibuahi, kemudian sel tersebut membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16 dan terus membelah diri hingga berjumlah triliunan. Setiap sel memiliki Gen yang berisi program atau cetak biru dari sel tersebut. Gen inilah yang mengendalikan sel untuk menjadi bagian-bagian dari tubuh manusia. Gen mengendalikan sel untuk menjadi tulang, daging, rambut, pembuluh darah , gigi , kuku hingga membentuk ujud manusia. Terdapat satu triliun sel dalam setiap kilogram berat badan manusia, sehingga bayi yang baru lahir saja terdiri atas kurang lebih 3 triliun sel, dan manusia dewasa memiliki 50 sampai 70 triliun sel.

Menyembuhkan penyakit dengan kekuatan do’a, fikiran dan perasaan positip
Do’a yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan serta harapan merupakan gelombang fikiran dan perasaan positip yang dapat mengaktifkan gen yang baik untuk memperbaiki berbagai kerusakan tubuh yang muncul akibat penyakit yang diderita.

Morris Goodman seorang pengarang dan pembicara internasional mengalami kecelakaan yang amat parah Ia terbaring dirumah sakit dalam keadaan lumpuh total, tulang punggungnya remuk, tulang leher pertama dan kedua patah, reflek menelannya tidak berfungsi sehingga ia tidak dapat makan dan minum, diafragmanya rusak sehingga sulit untuk bernafas, ia hanya bisa mengedipkan mata. Secara medis sulit baginya untuk sembuh normal kembali. Dalam keadaan demikian ia tetap menjaga fikiran dan perasaannya untuk tetap positip , ia membayangkan dirinya sehat dan normal kembali, ia tetap memelihara fikiiran dan perasaannya demikian . Akhirnya apa yang dibayangkannya itupun terjadi , ia keluar dari rumah sakit berjalan tanpa alat bantu sesuai dengan apa yang dibayangkannya. Kisah Morris Goodman ini diangkat kedalam film The Secret karena membayangkan kekuatan dahsyat dari berfikir dan merasa positip.

KH Arifin Ilham pendiri majelis Dzikiir Adzikra pernah dipatuk ular yang hampir merenggut nyawanya. Ia terbaring dirumah sakit dengan tubuh membiru akibat pengaruh racun ular yang menggigitnya. Dokter yang merawatnya mengatakan bahwa harapan hidupnya tinggal satu persen . Dokter hanya menganjurkan kepada keluarganya untuk berdo’a dan mengharap keajaiban dari yang Maha Kuasa. Secara ajaib akhirnya KH Arifin Ilham berhasil lolos dari maut dan sampai saat ini masih aktif memimpin Majelis Dzikir Adzikra.

Kejadian seperti tersebut diatas banyak kita temui dalam kehidupan sehari hari. Bagaimana do’a dan berfikir serta merasa positip dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang secara medis sulit disembuhkan. Do’a , fikiran dan perasaan positip ini akan memicu gen yang baik untuk mengaktifkan sel yang mempunyai kemampuan memperbaiki berbagai kerusakan tubuh dan mengalahkan berbagai virus yang merusak jaringan tubuh. Obat2an medis yang diberikan bukan hal utama dalam proses penyembuhan, obat obatan hanya membantu mekanisme tubuh secara kimiawi. Semua obat yang diberikan tidak akan banyak manfaatnya jika tidak diiringi do’a dan fikiran serta perasaan positip.

Menjaga agar fikiran dan perasaan tetap positip dan optimis
Telah kita ketahui bahkan sebagian besar penyakit yang timbul diakibatkan oleh fikiran dan perasaan negatif yang muncul didalam diri seseorang. Banyak cara dilakukan orang untuk menjaga agar fikiran dan perasaan selalugembira dan tetap positip. Hiburan, tamasya, bercengkerama dengan teman dan keluarga, Meditasi, membaca al-Qur’an, Dzikir yang dilakukan secarabersama maupun sendiri .

Rasa nyaman, bahagia dan tentram juga dapat membangkitkan kekuatan berfikir dan merasa positip bagi setiap orang. Ada beberapa aktifitas yang dapatmenimbulkan rasa bahagia nyaman dan tentram didalam hati antara lain, bersyukur, memberi dan bersedekah, ridho dengan apa yang dialami, tawakkal, menyebar salam dan berbagi kasih sayang, selalu ingat dan menyebut nama Allah setiap saat.

Sebaliknya rasa cemas, kawatir, gelisah, takut, jengkel, dendam, dengki dapat membangkitkan kekuatan berfikir dan merasa negatif . Bersihkan diri dari berbagai perasaan tersebut diatas , jangan biarkan diri dikuasai perasaan buruk itu. Berbagai perasaan buruk tersebut akan mendatangkan berbagai bencana, kejadian buruk dan penyakit bagi kita. Jika orang yang memiliki perasaan diatas mengalami gangguan suatu penyakit akibat kecelakaan atau gangguan virus biasanya sangat sulit untuk sembuh. Obat2an yang diberikan hanya menghilangkan penyakit untuk sementara, dan pada akhirnya ia kan mengalami ketergantungan obat yang dalam jangka panjang malah menimbulkan kerusakan pada organ tubuh lainnya seperti jantung, lambung, liver maupun ginjal.

Dalam persaingan hidup pada era globalisasi ini sangat penting bagi kita untuk menjaga agar fikiran dan perasaan selalu positip. Jangan biarkan diri berada dalam keadaan stress dan tertekan berkepanjangan. Fikiran dan perasaan negatif hanya akan mendatangkan berbagai penyakit , bencana dan kejadian buruk bagi kehidupan kita.

62- Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yunus 62)





Berguru Kepada Allah

18 08 2011

Sahabat NAQS DNA dimanapun berada, Pelatihan spiritual yang kami berikan bukanlah sebuah pelatihan biasa. Yang mana setelah peserta selesai mengikuti kelas pelatihan. Maka selesai pulalah hubungan silaturahmi serta kebersamaan antara peserta dengan NAQS DNA. Pelatihan kami adalah sebuah sistem pemberdayaan diri serta pengembangan diri yang berkesinambungan. Kami akan terus menerus melayani dan memberikan bimbingan serta konseling kepada semua siswa seumur hidup mereka.

Karena sistem NAQS DNA bukanlah sistem biasa, tetapi sistem yang bersinergi erat dengan sistem 3 alam semesta. yaitu :

  1. Alam Mikro Kosmos. Sistem energi yang ada di dalam diri manusia atau disebut JAGAD CILIK.
  2. Alam Makro Kosmos. Sistem energi dari alam semesta atau Jagad Gede.
  3. Alam Maha Kosmos. Sistem energi Ketuhanan.

Karena keberadaan diri kita tidak akan terlepas dari keberadaan alam-alam yang lain. terdapat hubungan dan interaksi yang terus menerus di antara ketiga alam tersebut.

Frekwensi Penghubung ketiga alam tersebut pada intinya adalah Energi Cinta kasih yang merupakan Limpahan Energi Kasih sayang Allah yang terpancar dari sifat kasih sayangNya (Ar Rahman & Ar rahim). Dan Tali penghubung atau konektivitas yang mempersatukan ketiga sistem energi tersebut disebut dengan Energi Magnetisme Cinta Kasih Ilahi (Mahabbatullah) dan Energi Kebersamaan (Muroqobah).

Saya dan juga anda adalah murid-murid dari Guru Sejati kita yaitu Tuhan Semesta Alam. Fungsi saya di dalam sistem NAQS DNA, hanyalah sebagai Guru Zahiriyah belaka. Sebagai pintu masuk anda untuk terhubung dengan sistem, dan sekedar sebagai penyampai dan penuntun secara zahiriah belaka. Serta sebagai Maskot pemersatu komunitas NAQS DNA di seluruh dunia. Karena hakikatnya kita semua ini hanyalah berguru kepada Allah swt semata.

Saya dan juga semua siswa NAQS DNA haruslah berkontribusi secara aktif ke dalam sistem ini, atau kalau tidak. Maka kita akan terpental dan terlempar dari sistem. Kita semua harus mengupayakan dengan sekuat daya agar tidak terlepas dari Tali Allah ini. Bila kita masih ingin meraih kesuksesan yang abadi di dunia & di akherat. Ini kewajiban kita semua, terutama termasuk di dalamnya adalah kewajiban saya. Sayapun bila sedikit saja lengah, maka akan terhijab dan terlempar dari SISTEM.

“Ya Allah, Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu’ Beribadah” (Al Hadits)

Kalimat “berguru kepada Allah” terasa asing ditelinga kebanyakan orang. Namun saya terdorong untuk menggunakannya sebagai topik bahasan yang ingin saya paparkan. Saya melihat dari sisi yang lain dari setiap pengajaran suatu ilmu yang disampaikan oleh para guru maupun para pakar. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan ilmu dari membaca buku yang tersusun dari huruf-huruf maupun membaca dari setiap kejadian-kejadian unik dari fenomena alam semesta ini. Apabila kita perhatikan surat Al Alaq ayat 1-5, Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata “membaca”

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah , Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”.

Ayat diatas jelas sekali bagaimana Allah mengajarkan membaca dengan melihat suatu kejadian penciptaan “manusia” mulai dari bentuk mudhgah (segumpal darah) hingga menjadi bentuk manusia yang sempurna. Kalau kita runtun serangkaian kejadian tersebut dengan teliti dan kita bisa ceritakan kembali kepada orang lain maka secara tidak sadar kita telah mengajarkan sebuah “ilmu”. Dan kalau kita khususkan lebih dalam penelitian kita atas peristiwa kelahiran manusia mungkin kita akan lebih banyak mengetahui seperti halnya kejadian yang akan kita perhatikan. Ovum atau sel reproduksi wanita yang telah dewasa itu ditempatkan dalam jaringan yang berbentuk bisul dipermukaan indung telur. Pada saatnya yang tepat ,terbukalah pintu, dan ovum itu bergerak maju kebagian ruang peranakan. Sangat mengherankan, sel tersebut tidak musnah disini, tetapi diarahkan keujung saluran indung telur, yaitu satu pipa saluran menuju kandungan.

Ovum atau sel reproduksi wanita didorong kedalam kandungan melalui saluran indung telur dengan sejumlah besar jari-jari halus yang menyapu sel itu dan menggerakkannya. Sementara sel tersebut melewati saluran indung telur, maka sekarang ia dapat bertemu dengan sperma apabila hubungan kelamin diadakan pada saat itu. Apabila tidak ada sperma laki-laki yang menyerang, ovum itu kemudian bergerak dedalam kandungan, pada akhirnya musnah disana. Namun jikalau kedua sel itu bersatu, maka “hidup baru pun mulailah”, sel baru ini akan bergerak secara perlahan untuk meneruskan perjalanannya dalam saluran indung telur, hingga sampai dikandungan. Disanalah ia bermukim selama sembilan bulan. Kemudian sel itu berkembang menjadi bayi yang sempurna.

Subhanallah .. ternyata kita bukan apa-apa, dan kita hanya menyaksikan sebuah peristiwa berlangsung. Kita hanya sebagai saksi atas ‘pekerjaan’ Allah yang logis dan mudah dicerna oleh siapa saja yang mau berpikir. Dengan cara demikian Allah berkomunikasi memberikan ajarannya melalui perantara “kalam” sehingga manusia menjadi tahu dan berilmu. Dari setiap system yang berlaku dalam penciptaan tersebut Allah sekaligus mengilhamkan sebuah “pengertian ” atau kefahaman bagi si pembaca.

Mari kita pertegas lagi dengan surat al Mu’minun ayat 12-14:
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah, kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ,lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging . dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang- belulang. Lalu tulang-belulang itu Kami bugkus dengan daging.Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha suci Allah, Pencipta yang paling baik”.

Banyak orang mengajarkan ilmu kepada muridnya namun ia tidak mampu memberikan kefahaman, … banyak guru mengajarkan ilmu agama namun ia tidak bisa memberikan secuil iman, dan banyak guru mengajarkan shalat dan rukunnya namun ia tidak bisa memberikan kekhusyu’an. Dan banyak majelis pembersihan jiwa namun ia tidak bisa membersihkan jiwanya. Karena yang bisa melakukan itu semua hanyalah Allah swt.

Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah.

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

“..Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. “ (QS. An Nur 21)

“….Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. ( QS. Al Baqarah 2:38 )

مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُ وَلِيّاً مُّرْشِداً

“…Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang WALIYAM MURSYIDA (pemimpin yang dapat memberi petunjuk kepadanya).”( QS. Al KAHFI :17 )

Ada peristiwa menarik yang perlu kita simak dari sekitar lingkungan kita sehari-sehari … Saya mengajak pembaca untuk memperhatikan perilaku binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terkadang terlupakan bagi kita untuk mengambil pelajaran.

Ada yang ingin saya ungkapkan sebuah rahasia Allah, saat kita bertutur mengenai perilaku binatang dan tumbuh-tumbuhan, bagaimana lebah menciptakan sarangnya dengan arsitektur yang indah, para semut yang bekerja dengan tekun dan kompak serta mengelompokkan dalam pekerjaan dengan menajemen yang sangat rapih. Dan kita perhatikan seperti apakah sarang semut itu? Mereka membuat sarang terdiri dari ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai gudang tempat menyimpan makanan, ruang untuk menyimpan larva, ruang makan ratu semut yang dilayani semut pekerja dan tempat bertelur, kemudian telur semut tersebut dibawa oleh pekerja ke ruangan khusus penyimpanan telur. Ruang semut jantan dan ruang semut betina terpisah. kepompong yang sudah menjadi semut sempurna diletakkan pada ruangan tersendiri dan para semut ada yang bertugas merobek kepompong untuk mengeluarkan semut-semut yang masih bayi. Kita lihat diruangan yang lain, semut- semut ini memelihara kepompong kupu-kupu hairstreak. Mereka merawatnya dan memberinya makanan layaknya bayinya sendiri. Mereka mengharapkan kelak anak angkatnya ini mampu membalas jasa baiknya dengan memberi madu yang manis.

Mari kita tinggalkan rumah semut yang damai dan sejahtera, menuju istana rayap yang penuh keajaiban. Sebuah gundukan tanah sarang rayap, yang kelihatannya sepele ternyata ada sebuah kecerdasan yang mengalir pada diri para penghuninya … bagaimana tidak, saat suhu udara diluar bergerak antara 35 derajad (pada malam hari) hingga 104 derajad fahrenheit (pada siang hari), suhu didalam sarang tetap stabil. Kira-kira hanya 87 derajad fahrenheit, kehebatan ini yang membuat arsitek di Zimbabwe berguru pada rayap. Mereka ingin membuat rumah yang dingin seperti rumah rayap. Ternyata ada sebuah lobang angin dibawah gundukan … udara yang hangat disiang hari mengalir keseluruh ruang. Sementara ruang-ruang itu telah basah oleh lumpur yang dibawa rayap dari genangan di bawah tanah, makanya, didalam sarang udara tetap lembab. Jadi tak heran jika jamur yang dibutuhkan rayap sebagai makanan tumbuh subur disini.

Belajar dari melihat dan memperhatikan apa yang dilakukan rayap, para arsitek pearce partnership di Harare, Zimbabwe, menerapkan ide yang sama untuk mebangun sebuah komplek perkantoran dan real estate. Maka berdirilah bangunan Eastgate. Banguan tersebut sebenarnya terdiri dari dua bangunan. Dibagian atapnya dihubungkan oleh semacam jembatan miring berbahan kaca, sehingga angin menjadi bebas masuk pada malam hari. Kipas-kipas yang dipasang disetiap ruangan mengalirkan udara dingin dari luar atrium. Udara masuk rongga dilantai dasar. Persis seperti lubang rayap, dibagian dasar ini, udara segar mengalir kesetiap ruang perkantoran melalui ventilasi lantai. Udara panas disiang hari akan keluar gedung melalui cerobong diatas atap.

Kita perhatikan makhluk yang tidak memliki akal dan tiada mampu berfikir, makhluk yang tiada daya namun siapa yang membekali ia kemampuan bersiasat, berpengertian? Memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa. Bagaimana mereka mendapatkan kecerdasan dan berpengertian tersebut. Apakah mereka bisa dengan sendirinya.

Allah lah yang bertutur kata kepada semua makhluknya. Allah yang memberikan wahyu kepada para Nabi, kepada ibu Musa, kepada lebah, kepada semut, kepada langit dan bumi, kepada manusia, kepada pencuri sekalipun !

Semua makhluk telah mengikuti kehendak Ilahi dan perintah Ilahi dengan terpaksa ataupun suka cita. Allah membuat hukum yang harus diikuti semua makhluk, hal ini bisa kita rasakan dalam renungan yang hening … kita perhatikan keluar masuknya nafas … kedipan mata dan degup jantung yang bergerak mengalirkan darah sambil mengirimkan nutrisi menggantikan sel-sel yang hilang … indahnya penglihatan memandang alam … suara debur ombak menggema menembus telinga ….dan lidah merasakan lezatnya buah-buahan dan biji-bijian. Oh .. alangkah indahnya semuanya ini, manusia hanya bisa merasakan dan menyaksikan. Tidak sedikitpun kita ikut andil dalam membuat rasa semua ini !!!!

Rasakan dengan penuh hikmah bahwa kita sebenarnya hanya diam terpaku dalam kesibukan Allah (Af’alullah), Allah yang menggerakkan bumi dan bintang-bintang … Allah yang mengatur senyawa-senyawa bereaksi ….dan butiran-butiran atom bergerak pada porosnya.

“dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu tidak mengetahui apa-apa, kemudian Allah memberi kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta pikiran (perasaan), supaya kamu bersyukur (An Nahl : 78)

Firman Allah:
“Kemudian Dia mengarah kepada langit yang masih berupa kabut lalu Dia berkata kepadanya dan pada bumi; silahkan kalian mengikuti perintah- Ku dengan suka hati atau terpaksa .jawab mereka: kami mengikuti dengan suka hati “ (Fushilat ayat 11)

Mari kita perhatikan alquran dalam surat Fushilat ayat 12
“Maka Allah menjadikannya tujuh langit dalam dua hari dan “mewahyukan” perintah-Nya pada tiap-tiap langit itu, dan Kami hiasi langit dunia dan pelita-pelita dan Kami memeliharanya, Demikianlah ketentuan yang Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”

Allah mengajarkan manusia apa-apa yang belum diketahuinya.
Allah lah yang menuntun manusia, memberikan inspirasi, ilham dan wahyu. Tubuhnya patuh mengikuti perintah Tuhannya tidak terkecuali orang kafir. Sunnah-sunnah Allah berlaku kepada alam semesata baik yang mikro maupun yang makro.

Syaikh imam An Nafiri berkata ” Tuhanku bertutur kata kepadaku”… Demi keimanan bahwa sumber segala hakikat dan sumber segala pengilhaman ialah Allah Swt semata …

Baiklah kita nukilkan apa yang tertera dalam kitab suci Alquran setiap yang disebut wahyu itu adalah wahyu tasyri’ atau wahyu syariat, tetapi ada wahyu ilham. dimana Allah memberikan perintah- perintah atau instruksi-instruksi kepada makhluknya, Firman Allah Swt:

Dan Tuhanmu “mewahyukan” kepada lebah (An nahl 16:18)
Dan kami “wahyukan ” kepada ibu Musa (Al Qashas 28:7)
Dan Ia “mewahyukan” kepada tiap-tiap langit itu urusan masing-masing (Fushilat 41:12)

Kata “wahyu” yang tertera dalam ayat-ayat diatas , secara tegas bahwa Allah tidak menutup-nutupi kepada pembaca, bukan siapa-siapa yang membisikkan dan menggerakkan tubuh manusia yang oleh pakar biasa disebut alam kecil atau gambaran mini tentang alam semesta. Dialah Allah yang bersembunyi dibalik kasat mata manusia yang buta hatinya. Ia yang menggerakkan bumi , langit , bintang-bintang, matahari … dan mengajarkan lebah berdemokrasi dalam memilih pimpinan dan perundang-undangan pemilihan. Ia menuntun lebah-lebah ini untuk membuat konstruksi bangunan rumahnya yang indah. Masing-masing dibekali wahyu dari tuhan-Nya untuk melaksankan tugasnya dengan sempurna. Mereka seperti rasul-rasul sang utusan, mereka begitu mematuhi perintah-Nya tanpa membantah, sehingga jalan mereka tidak berbenturan dengan fitrah Allah Yang Maha Suci.

Referensi :
Majelis Dzikrullah